
Nirina telah siap dengan kebaya pengantinnya, dia telah dirias hingga terlihat cantik seperti seorang peri. Jangankan orang lain, Nirina sendiri dibuat pangling dan tak mengenali dirinya sendiri.
Nirina melangkah keluar kamar, dia menemui Ibunya, adiknya dan Areta yang juga telah siap dengan seragam keluarga. Air mata Nirina menetes saat melihat mata Ibu dan adiknya berkaca kaca. Sementara Areta hanya menatap dengan tatapan bingung.
Andai saja Ayah Nirina masih hidup, dia pasti juga akan ikut berbahagia dengan pernikahan putri pertamanya. Nirina memeluk Sintia dan Ningsih, usai menenangkan perasaan masing masing, mereka pergi menuju tempat akad nikah dengan menaiki Taxi.
Nirina sadar, beberapa pasang mata tetangganya menatap aneh karena Nirina dan keluarganya pergi dengan pakaian khas pernikahan. Nirina memang sengaja tidak memberi tahu tetangganya tentang berita pernikahannya dengan Damian. Dia merasa belum siap diolok olok oleh mereka karena menikah didalam gedung penjara.
Meski acara pernikahan Nirina tak sesuai dengan impiannya dulu, Nirina sangat mensyukuri karena akhirnya dia berhasil melepas masa lajang. Dengan pria yang pernah membuatnya kecewa, tapi pria itu telah kembali dengan sifat dan sikap yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Bisa menikah dengan pria yang di cintai adalah impian setiap wanita, termasuk Nirina. Damian adalah jawaban atas doa doa yang dia panjatkan pada Tuhan siang malam.
***
Tiba di penjara, Nirina menemui Damian yang juga telah tampil dengan setelan jas dan kemeja berwarna hitam. Pakaian yang biasa dipakai oleh mempelai pria.
Damian terlihat tampan dan gagah, seperti layaknya seorang Arjuna. Pria tampan itu terperangah saat melihat kecantikan calon istrinya, tak hanya Damian, Sinta ibu dari Damian juga sangat takjub dengan hasil make up seorang Nirina.
__ADS_1
"Kamu cantik sekali," puji Sinta.
"Semua karena make up," ucap Nirina.
"Tanpa make up pun kamu akan tetap terlihat cantik di mataku," sambung Damian.
Ucapan itu membuat hati Nirina berbunga bunga, tidak ada yang lebih membahagiakan dibandingkan dipuji oleh pasangannya sendiri. Seolah kita merasa dihargai dan menjadi manusia paling berharga dalam hidup seseorang dimuka bumi ini.
Acara akad nikah berlangsung khidmat, hanya dalam hitungan menit saja, Nirina dan Damian telah resmi menjadi suami istri. Tangis haru pecah ditengah tengah keluarga mereka, saking bahagianya, Sinta sampai hampir jatuh pingsan.
"Ibu tidak apa apa nak, hanya terlalu senang saja," celetuk Sinta.
Sinta menahan tawa diujung bibirnya, untuk pertama kalinya dalam hidup, dia melihat orang pingsan karena terlalu bahagia. Biasanya, orang pingsan hanya kalau kelelahan atau ketakutan saja. Tapi Sinta berbeda, benar benar unik bin ajaib.
***
Selesai akad, Nirina mencium tangan suaminya, memeluknya dengan kuat dan penuh cinta.
__ADS_1
"Tunggu aku, hanya tinggal beberapa bulan lagi," bisik Damian.
"Iya, aku akan selalu sabar menunggumu," ucap Nirina penuh keyakinan.
Nirina dan keluarganya kembali ke rumah dengan perasaan lega, karena pernikahan Nirina dan Damian telah berjalan dengan lancar. Sinta ikut ke rumah Nirina, dia berencana ingin menginap dikediaman menantunya untuk melepas rasa rindu.
Sepanjang perjalanan menuju rumah, mereka berbincang ringan. Sinta sangat berterimakasih pada Nirina karena telah menerima kelebihan dan kekurangan seorang Damian. Nirina juga sudah mau bersabar mengurus putri Damian dengan Tiara. Padahal, mereka berdua telah berbuat jahat pada Nirina.
"Bu, bisakah kita jangan bahas masa lalu? Yang lalu, biarkan berlalu. Mari kita buka lembaran baru," Nirina menatap wajah mertuanya lekat lekat.
Membahas masa lalu, sama seperti merobek luka lama yang baru kering. Sebisa mungkin, Nirina tidak mau melakukan hal seperti itu.
"Iya sayang, kita lupakan semua yang telah berlalu," Sinta mengusap pipi Nirina lembut hingga beberapa kali.
Dimalam pengantin itu, tidak ada aktifitas indah dan menyenangkan yang bisa Dinda lakukan bersama pasangannya. Mereka hanya bisa saling mendoakan satu sama lain agar sehat selalu, agar bisa kuat menghadapi cobaan hidup yang sedang tetapkan untuk mereka semua.
Bersambung...
__ADS_1