
Bukti hadirnya membawa kebahagiaan. Aku terlena dan jatuh ke dalam liang kehangatan. Jantung tak karuan itu tandanya. Waktu yang aku rasakan seakan terisi dengan kehangatan yang hakiki. Cinta itu namanya cinta. Cinta yang sangat tulus aku rasakan. Cinta yang selama ini aku cari. Tempat berlabuhnya hatiku. Aku tak akan melepaskannya dalam waktu dekat mungkin selamanya jika dia benar-benar takdir dari hidupku.
Malam itu saat bulan bersinar terang saat bintang bertabur di langit yang gelap. Aku dan dia duduk di bawah pohon yang rindang. Di mana petikan gitarnya menghipnotis mata sayupku. Aku memandangnya dengan tatapan sayang. Menurutku dia sempurna ini malam, membawa lagu dengan petikan-petikan gitarnya yang lembut. Aku terbawa dalam setiap melodi yang dia mainkan. Pikiranku tenang dan seakan tak ingin beranjak dari tempat itu.
__ADS_1
Malam semakin terbuai olehnya. Dia menghipnotis dunia. Dia mampu memancarkan cahaya kehangatan. Pecah keheningan itu saat temannya datang. Kami berbicara seadanya dengan kesenangan setiap kata. Sebenarnya aku ingin menyentuh tangannya yang dingin tapi aku tak sanggup melakukannya. Kami hanya memandang satu sama lain tanpa ada kata ibarat makna dari setiap pandang kami sudah mengerti. Sudah larut malam aku bergegas pulang ke rumah. Pikirku aku akan diantarkan pulang sama dia padahal hanya sama temannya tapi tak apa aku puas melihatnya malam ini.
Kami memang dekat hanya saja tak ada kepastian. Hanya sebatas melihat satu sama lain tanpa mengungkapkan rasa. Saling bertukar pandang hanya untuk melihat. Mungkin aku cewek yang terlalu cepat menyatakan perasaan dibanding dia yang hanya diam. Aku ingin memilikinya. Aku tak tau dia berpikir seperti apa terhadapku. Intinya perasaan itu harus sampai walau resiko apapun itu.
__ADS_1
Dia kakak kelasku sekaligus kekasihku. Waktunya di sekolah tak lama lagi karena hari kelulusan sudah dekat. Aku menghabiskan hari-hariku bersamanya dengan kenyamanan tapi di sisi lain aku bingung. Dia mau pergi jauh dariku dan aku tak sanggup menanggung beban rindu mungkin aku belum bisa menahan semua itu. Rindu itu berat aku tak sanggup menahan apalagi satu tahun. Aku tak bisa jauh darinya. Aku takut dia berpaling ke orang lain. Aku takut tercampak. Aku takut terlalu nyaman dan bergantung padanya hingga membuat diriku terluka.
Seminggu telah berlalu, aku berpikir keras untuk melepasnya tapi hatiku tak sanggup. Aku terlanjur nyaman tapi aku tak mau terluka. Aku bingung berhari-hari. Aku susah mengambil keputusan. Aku takut salah arah. Di hari itu, hari terakhir aku melihatnya saat praktek. Aku duduk di kelasnya dan bermain game sambil menunggu dia dan teman-temannya. Tak lama kemudian dia datang dan langsung duduk di sampingku. Aku merasa bersalah terhadapnya bahkan untuk melihat wajahnya aku takut. Aku tak kuat menyakiti perasaan orang yang aku sayangi.
__ADS_1
Setelah pulang sekolah, aku memantapkan diri. Hari esok akan lebih baik dibanding hari ini. Malamnya aku menghubungi dia. Aku membuat janji, janji yang di mana harus menunggu sepuluh hari baru aku akan bertemu dengannya. Janji itu aku ingin tepati tapi aku bingung. Aku masuk dalam kebingungan yang berkepanjangan. Aku takut mengingkarinya hanya saja tetap kuingkari. Di hari ke sepuluh itu aku tak datang bukannya aku tak mau hanya saja aku tak tau dia berada di tempat itu. Salahku yang menghilang tiba-tiba tanpa pamit. Maaf membuatmu menunggu hal yang tak pasti.