
Hanya semalam bayi-bayi Hani berada di dalam inkubator, paginya Dokter datang menyarankan agar memakai metode kangguru, yaitu metode perawatan bagi bayi lahir prematur atau berat bayi rendah yang melibatkan orang tua. Dengan cara memposisikan atau menggendong bayi di dada sehingga terjadi kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu atau ayah.
"Selamat pagi bu Hani." Sapa sang Dokter memasuki ruang rawat Hani. Hani masih ditemani Papa dan Mamanya.
Pagi itu Bu Mala dan Pak Martias sudah lengkap dengan pakaian kerjanya, mereka memang membawa pakaian kerja mereka sekaligus kemarin, jadi setelah ibu Anas datang mereka bisa langsung bisa berangkat kerja.
"Pagi Dokter."
"Bagaimana kondisi Bu Hani sekarang?"
"Alhamdulillah saya baik Dok."
"Syukurlah kalau begitu, sebentar lagi para perawat akan mengantar trio baby nya bu Hani kesini."
"Alhamdulillah, saya sudah nggak sabaran untuk menyentuh mereka Dokter." Ucap Hani yang memang belum menyentuh bayinya itu sekalipun. Karena usai melahirkan Hani langsung tertidur, setelah terbangun Hani hanya mampu melihat mereka dari balik kaca inkubator.
"Iya bu Hani, ibu bisa langsung mendekap nya kok, kasian mereka belum merasakan sentuhan ibunya. Kita akan coba pakai metode kangguru sebagai inkubator alaminya. Bagaimana bu Hani, siap?"
"Saya sangat siap Dokter." Jawab Hani sigap, ia memang harus kuat demi anak-anaknya. Apalagi sebentar lagi ia akan mengasuh dan merawat mereka sendirian. Walau siangnya ada Ibu Anas yang mendampingi Hani, namun bila malam tentunya Hani tidak mau merepotkan kedua orang tuanya juga yang sudah letih pulang kerja.
"Beruntung bu Hani melahirkan di usia kandungan sudah memasuki 37 minggu sehingga nggak perlu khawatir lagi karena diusia itu paru-paru bayinya sudah sempurna. Jadi dengan metode kangguru ini gunanya untuk membantu mempercepat berat bayi bertambah. Selain nanti melatih mereka menyusu langsung pada bu Hani." Terang sang Dokter.
"Alhamdulillah, berapa lama metode ini berlangsung Dok?"
"Usahakan setiap bayi nanti masing-masing berlangsung tidak kurang dari 1 jam ya bu Hani. Lakukan terus menerus hingga berat bayi sudah mencapai 2.500 gr. Ini juga sebenarnya bisa dilakukan juga oleh ayahnya."
Hani terdiam sejenak ketika Dokter menyebut sang ayah bayi. Namun ia cepat mengatur emosinya. Ia tidak boleh lemah.
"Baik Dok." Sahut Hani kemudian.
"Perawatan metode kangguru ini telah terbukti efektif mengontrol suhu bayi, meningkatkan pemberian ASI, mengurangi terjadinya infeksi, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi serta membantu ikatan antara ibu dan bayi. Jadi bu Hani harus kuat demi anak-anaknya.."
"Insyaallah Dok." Jawab Hani memaksakan dirinya untuk tetap tersenyum.
Bu Mala dan Pak Martias hanya diam mendengarkan percakapan antara Hani dengan Dokter. Mama Hani itu ikut merasakan apa yang dirasakan putrinya itu. Rasanya Bu Mala ingin segera pensiun agar ia bisa membantu Hani dalam merawat anak-anaknya. Bu Mala jadi teringat akan ceritanya dengan ibu Anas. "Han, jika kamu mau membuka hati, mama rasa Anas adalah imam yang tepat untuk mu." Monolog Bu Mala dalam hatinya. Bu Mala dengan Ibu Anas ternyata telah sepakat untuk menjodohkan anak-anak mereka.
Tak lama sang suster pun masuk sambil mendorong box bayi berukuran jumbo.
"Permisi ya Pak, Bu." Ucap suster itu menyapa Mama dan Papa Hani yang menghalangi jalan suster tersebut.
__ADS_1
"Eh iya sus, maaf... Masyaallah cucu-cucu kita pa.." Ucap Bu Mala sambil sedikit mundur kebelakang berbarengan dengan suaminya memberi jalan.
"Iya Ma, Alhamdulillah mereka semua sehat" Sahut Pak Martias dengan haru.
"Mereka juga anak yang pintar Pak Bu." Ujar suster sambil tersenyum.
"Mereka tak rewel seperti bayi pada umumnya." Lanjut suster sambil mendorong box bayi itu mendekati Hani.
"Alhamdulillah..." Jawab Buk Mala penuh haru.
"Han, Mama Papa pamit berangkat kerja dulu ya, Ibu Anas sudah datang. Dokter, suster kami pamit."
***
Hani sangat menanti-nantikan moment ini, ia pun jadi gugup.
"Bu Hani yang rileks ya... agar sang bayi merasa nyaman dalam dekapan bu Hani nantinya." Saran sang Dokter.
"Iya Dok, huuuufffft." Sahut Hani mencoba menetralkan jantungnya yang tiba-tiba dag dig dug.
"Suster tolong bantu ya, saya permisi dulu." Ucap sang Dokter yang berniat untuk pulang karena jadwal dinas malamnya sudah berkahir berganti dengan jadwal Dokter dinas pagi.
"Bu Hani, maaf izinkan saya membantu bu Hani." Ujar suster pada Hani.
"Iya sus."
Suster mengangkat bayi pertama yang memang bertuliskan angka 1 dibawah tulisan ibu Hanifah Putri di gelang yang melingkar di tangan sang bayi, menandakan bayi itu yang pertama lahir ke dunia. Kemudian suster membaringkan bayi pertama itu secara telungkup di dada Hani dengan memiringkan kepalanya kesamping sehingga telinganya menempel di dada Hani.
"Dengan posisi seperti ini, juga bisa merangsang produksi ASI bu Hani nantinya." Ujar Suster pada Hani namun hanya dibalas senyum oleh Hani.
Suster juga mengarahkan kepala bayi menyentuh p*t*ng p*y*d*r* ibunya, untuk melatih bayi mengenal dan menyicipi sumber kehidupan mereka.
Ibu Anas yang baru datang memperhatikan dengan seksama proses metode kanguru yang dijalani Hani tersebut. Ibu Anas pun memuji Hani.
"Kamu memang wanita hebat Han, tak sedikitpun kata mengeluh keluar dari mulutmu. Tapi ibu membayangkan betapa repot nya dirimu nanti apalagi sudah masuk kerja." Monolog ibu Anas dalam hatinya. Ia begitu kagum sekaligus merasa iba pada Hani.
"Han, ini buat sekecil ya.." Ucap Ibu Anas sambil meletakkan sebuah bingkisan besar di atas meja di samping Hani.
"Ibu.. ibu kenapa repot repot bawa bingkisan segala? Hani jadi malu, Ibu masih aja sempat-sempatnya beli buat si kecil.." Ucap Hani sambil menahan geli karena bayinya berhasil menggapai sumber kehidupannya itu.
__ADS_1
"Nggak, ibu nggak repot kok, wong ini Anas yang belikan..." Jawab ibu keceplosan.
"Bang Anas bu? Sahut Hani nggak percaya. Sedangkan Ibu Anas hanya menjawab dengan anggukan serta bibirnya yang mengukir senyum.
"Bang Anas bisa belanja juga ternyata. Tolong sampaikan ucapan terimakasih Hani ya bu. Bang Anas udah repot-repot beli hadiah untuk sikecil."
"Insyaallah nanti ibu sampaikan. Tadi Anas titip salam lo Han.."
"Iya bu, makasih banyak... wa'alaikumussalam." Jawab Hani sambil meringis.
"Kenapa Han?"
"Sakit juga ya bu? ini ia menghisap cukup kuat."
"Oooh ibu kira kenapa? Itulah kenapa pahala ibu hamil dan menyusui itu berhadiah pahala besar dari Allah ya Han." Ujar Ibu Anas memberi semangat.
"Benar bu Hani, menjelang terbiasa ya bu." Sahut suster yang dari tadi setia mendampingi Hani.
"Iya... Bismillahirrahmanirrahim, doakan Hani selalu sabar dan kuat ya Bu, Sus." Ucap Hani sambil membetulkan posisi setengah duduknya, agar sang bayi tetap nyaman menyusu.
"Aamiin." Sahut Ibu Anas dan suster serentak.
Sementara bayi pertama menyusu dengan metode kangguru. Bayi kedua tampak gelisah sedangkan yang ketiga masih anteng dalam tidurnya.
"Cup, cup, cup, dedek kenapa? Basah ya?" Ucap Ibu Anas mendekati bayi kedua. Ibu Anas memeriksa bagian bawah bayi kedua itu.
"Oalah basah ternyata.. bentar ya sayang... nenek ganti popoknya dulu.." Ibu Anas tampak sigap mengganti popok bayi kedua Hani, Ibu Anas benar benar menikmati momen tersebut dengan perasaan bahagia.
"Han, kamu udah siapkan nama kan buat mereka?" Tanya Ibu Anas sambil memperbaiki kain bedongan sang bayi setelah popoknya diganti.
"Alhamdulillah udah bu, Untuk bayi yang pertama Hana Zahra Alwani yang artinya cantik bagai bunga, penyayang dan supel. Yang kedua, Hafshah Al Hanun yang berarti pemberani dan penuh kasih sayang. Sedangkan yang ketiga, Humaira Syakila Najma yang artinya yang cantik dan berpipi kemerah-merahan seperti bintang di langit Bu." Ucap Hani penuh semangat.
"Masyaallah nama-nama yang bagus Han, semoga mereka tumbuh seperti namanya. Karena nama untuk anak itu adalah doa dari orang tua nya." Sahut Ibu Hani penuh haru, sedangkan suster pun ikut tersenyum haru.
***
"Hana, Hafshah, Humaira. Nama-nama yang sangat indah." Gumam seseorang sambil tersenyum merindu.
Bersambung...
__ADS_1
"Merindukanmu adalah kenyataan yang tidak menyenangkan, Tapi mencintaimu dalam doaku itu menenangkan." (Tausiyah Cinta)