Takdir Mempertemukan Kita

Takdir Mempertemukan Kita
Mengenal Patah Hati


__ADS_3

Aku pejuang tangguh bukan seorang yang mudah menyerah. Melawan segala rintangan yang datang, jika satu orang tak bisa dimiliki masih banyak yang lain semua ada jalan untuk bertarung bisa dikata aku layaknya seorang lelaki yang ingin mendapatkan pujaan hati. Beranjak kelas dua, aku mulai menyukai teman kelas mereka ada dua orang tapi aku bingung menentukan yang mana akan aku pilih. Mereka benar-benar tampan, saat itu aku hanya melihat dari wajah mereka.


Kuputuskan untuk menyatakan perasaan kepada mereka berdua di hari yang berbeda. Hari pertama dengan cowok itu, “Aku menyukaimu...” ucapku dengan suara lantang lalu dia membalas “Maaf aku punya pacar!” dengan pergi begitu saja. Aku hanya diam dan mulai berpikir “Aku bodoh aku bodoh. Tinggal satu lagi yang belum aku menyatakan, semoga dia menerimaku” dengan pancaran senyum di wajah.

__ADS_1


Mencoba tetap optimis dalam berusaha, aku melihatnya dari jauh memasuki kelas. Ketika ingin memasuki kelas itu, tiba-tiba aku terhenti melihat dia menggoda cewek lain mereka hanya berduaan di kelas. Dengan sengaja aku mengintip dan mendengar sedikit pembicaraan mereka. “Aku menyukaimu” ucap cowok itu dengan tegas, si cewek hanya tunduk malu dan menggoyangkan kepala ke atas bawah tandanya dia setuju lalu si cowok memeluk cewek itu. Aku hanya menghela napas dengan mengusap dada, ternyata dia menyukai orang lain parahnya lagi mereka sudah jad sepasang kekasih.


Menunggu lagi seseorang yang dapat membuat jantungku berdetak kencang. Saking lamanya semua berubah dengan cepat karena waktu tak menunggu. Aku memasuki kelas tiga tak lama lagi akan ujian dan lulus sebelum semua itu terjadi harus mendapatkan kekasih terlebih dahulu. Di akhir semester ini, aku mendapatkan sahabat kami berempat tapi ada perbedaan jauh dari mereka. Mereka teramat lemah lembut, punya kekasih, dan setiap pulang sekolah pasti dijemput pacar masing-masing. Aku seperti preman yang dekil, tidak ramah, pokoknya malas pusing mengenai aturan yang dimiliki perempuan. Mungkin sikapku yang kurang baik hingga lelaki tak satu pun menyukaiku.

__ADS_1


Aku capek meniru sikap perempuan karena memang aku tak bisa menjadi seperti itu. Aku memang seperti ini dari dulu susah untuk mengubah. Setelah beberapa bulan berlalu, ujian akhir sudah dimulai semua serius belajar dan fokus pada satu tujuan harus lulus. Saat aku duduk di teras rumah, sepupuku datang bersama teman kelasnya. Aku yang asyik bermain game tiba-tiba terhenti dengan obrolan singkat, “Kak, kita sepupunya” ucap teman sepupuku, “Iya, ada apa dek?” ucapku, “Tidak apa-apa kak” ucapnya lagi. Lalu mereka pergi lagi ke tempat lain.


Saat siang hari, aku yang tidur lelap di atas tempat tidur tiba-tiba terbangun dengan suara dering telepon. “Halo, ini siapa?” jawabku, “Ini kak, aku yang tadi datang di rumah” jawabnya, “Ada apa dek?” jawabku, “Ini kak, aku suka sama kakak. Kakak mau jadi pacar aku?” dengan spontan, aku bingung sendiri “Maksudnya dek?”, “Aku suka sama kakak” ucapnya lagi dengan tegas, “Hmmm iya deh, aku terima kau” tanpa pikir panjang yang penting aku sudah mulai disukai dengan anak lelaki.

__ADS_1


Esoknya semua berubah, tiba-tiba dia menyatakan putus dengan cepat. Aku makin bingung padahal aku mulai menyukainya, belum beberapa hari dia langsung memutuskanku. Aku menangis sebab cinta yang baru tumbuh hilang terbawa angin. Hatiku sakit, sesak napas, dan air mata tak henti mengalir. Aku baru mulai mengenal cinta tapi begitu singkat. Awal yang tragis.


__ADS_2