
"Han, Mama nanti sore saja ke rumah sakitnya nggak apa kan? Ini Papa mu asam lambungnya lagi kumat jadi Papa perlu istirahat dulu di rumah, barusan habis makan obat." Ucap Bu Mala pada Hani lewat pesan melalui aplikasi berwarna hijau itu. Bu Mala dan Pak Martias pun sudah mendapatkan izin nggak masuk kerja.
Hani yang kebetulan memang sedang memegang Hp, ia melihat ada pesan masuk dari Mamanya. Hani langsung membuka nya kemudian membalas pesan Mama nya tersebut.
"Iya Ma, nggak apa... Tapi Papa baik-baik saja kan Ma?" Balas Hani.
"Insyaallah setelah istirahat nanti mudah-mudahan Papa lebih baik nantinya."
"Aamiin, Mama istirahat juga ya, nggak usah pikirin Hani, Hani disini baik-baik saja bersama ibu Anas."
"Oya, nanti untuk makan siang Mama kirimkan lewat G* send saja ya Han. Mama ada bikinkan sayur daun katuk, nanti dimakan ya agar produksi ASI nya banyak dan lancar. Gimana ASI nya udah keluar kan?"
"Alhamdulillah udah ma, barusan habis dipompa biar bisa diminum trio baby."
"Alhamdulillah... Doa Mama selalu untuk mu dan anak-anak mu Han."
"Terimakasih banyak Ma, Hani sudah banyak berbuat salah, namun kasih sayang Mama tak henti-hentinya buat Hani. Hani sudah banyak merepotkan Mama."
"Kasih seorang Ibu itu selamanya Han, disaat anak lupa tugasnya lah mengingatkan. Mama sayang kamu dan anak-anakmu, jangan pikir macam-macam, ok!"
__ADS_1
"Iya ma, terimakasih banyak."
"🥰🤗" Bu Mala pun membalas dengan emoji cinta dan peluk untuk Hani.
***
"Hani, aku udah nggak sabar ingin melihatmu masuk kerja. Alfian itu laki-laki yang nggak becus jadi suamimu. Aku pikir dulu kita bisa tinggal bersama, entah kenapa aku menyukaimu Hani. Aku jadi ingin memberikan pelajaran pada Alfian. Ia memang ganteng Han, awalnya aku suka tapi setelah bersamanya aku jadi nggak berselera melihatnya. Jangan marah padaku ya... Aku mau membantu membesarkan anak-anakmu. Aku tahu kamu pasti kerepotan. Aku akan carikan baby sitter tapi kamu harus mau tinggal bersama ku. Tapi bukan untuk kembali pada Alfian melainkan untuk ku, kita akan hidup bersama selamanya..." Dokter Dila bermonolog sendiri dalam hatinya sambil senyam senyum sendiri setelah mengirimkan pesan ucapan selamat pada Hani.
"Maaf Dok, ada pasien darurat butuh penanganan operasi cesar sekarang Dokter." Ucap sang perawat yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Dokter Dila.
"Oooh ok, ok, segera siapkan semua peralatannya, saya akan menyusul." Jawab Dokter Dila terkesiap, ia pun bersiap-siap menuju ruang operasi.
***
"Alhamdulillah ya Allah, aku begitu bahagia mendengarnya. Ya Allah perasaan apakah ini?" Gumam Anas yang tiba-tiba kembali merasakan jantungnya berdetak tak karuan. Selalu saja bila mengingat Hani jantungnya seperti terpompa lebih cepat. Apalagi sekarang Anas merasakan kebahagian yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata mendengar berita kelahiran trio baby nya Hani. Anas seolah seperti seorang Ayah yang menanti buah hatinya lahir ke dunia.
"Masyaallah, kata ibu ketiga putri Hani sangat cantik... pasti sangat menggemaskan. Aku sudah tak sabar melihat nya." Gumam Anas kembali.
Ketiga putri Hani memang terlihat cantik, walau kulit mereka masih keriput akibat berat badan yang masih kurang dari 2 kg, namun paras wajahnya sudah terlihat jelas. Dua diantaranya lebih cenderung mirip Hani dan satunya kombinasi antar Hani dan Alfian namun tetap lebih mirip Hani yang berdarah Arab tersebut.
__ADS_1
***
Alfian sedang menunggu seseorang yang menawarkan kerjasama dengannya. Mereka berdua nanti akan membuka usaha jualan dipinggir jalan dengan sarana mobil sebagai toko berjalan nya.
"Hai bang, sudah lama menunggu?"
"Hai, baru saja nih, kebetulan aku juga baru sampai." Sahut Alfian. Mereka memang berjanji bertemu di sebuah rumah makan Nasi Padang sekalian makan siang. Alfian sudah memesan tempat duduk buat mereka.
"Oh ya, kamu mau makan apa, biar aku pesankan sekalian." Tawar Alfian pada teman yang akan jadi rekan usahanya itu. Namanya Aldi, ia anak tamatan jurusan ekonomi. Aldi ternyata berasal dari SMA yang sama dengan Alfian, namun mereka dulu tak saling mengenal. Mereka pun tak sengaja bertemu lewat sosial media. Alfian yang memang sedang mencari rekan usaha, ia tertarik melihat info profil Aldi yang tamatan Ekonomi, kebetulan Aldi juga sedang mencari pekerjaan. Alfian segera menghubungi Aldi sehingga mereka bisa bertemu sekarang.
"Nasi lauknya Ikan Nila bakar saja bang, terimakasih." Sahut Aldi.
"Minumnya?"
"Mmmmh, apa ya.. jeruk peras saja bang kelihatannya segar di minum saat cuaca yang panas seperti ini."
"Ok." Alfian pun segera memanggil pelayan RM, dan ia pun memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua.
Mereka pun mulai membicarakan perihal usaha yang akan mereka rintis berdua. Untuk modalnya memang lebih banyak Alfian yang akan mengusahakannya. Ia akan memakai uang dari kartu ATM yang diberikan Dila. Ia pun berjanji dalam hatinya bahwa akan mengembalikan uang tersebut setelah usahanya sukses.
__ADS_1
***
"Ada yang sedang diam-diam mendoakanmu, dari kejauhan ada seseorang yang rindu ingin bertemu, namun dia sadar harus bersabar dan menunggu." (Tausiyah Cinta)