Takdir Mempertemukan Kita

Takdir Mempertemukan Kita
25. Pesan dari Dokter Dila


__ADS_3

"Seseorang yang sudah merasakan ketulusan cintamu, namun tetap memilih melepaskan mu. Yakinlah suatu saat dia akan berjumpa dengan penyesalan. Saat dia menyadari tak ada lagi seseorang yang mampu mencintainya setulus dirimu dulu." (Tausiyah Cinta)


Begitulah yang dirasakan Alfian sekarang, disaat ia tak menemukan sama sekali rasa cinta dari istri keduanya. Ia pun menyesal telah menyia-nyiakan Hani istri pertamanya. Bagaimana pun caranya ia sudah bertekad agar Hani bisa kembali menjadi istrinya. Jika Hani meminta syarat bahwa ia harus bercerai dengan Dila sekalipun itu akan Alfian lakukan. Karena Alfian benar benar tidak bisa berharap banyak dari Dila lagi.


Flashback On.


"Dila, aku mau bicara sebentar."


"Mau bicara apa Alfian, aku capek lo pulang kerja."


"Aku lelah seperti ini Dila.. Aku seperti suami yang tak dianggap."


"Bukannya itu yang kamu mau? Kamu sudah mendapatkannya kan?"


"Aku laki-laki normal Dila... sampai kapan kamu tak mau aku sentuh?"


"Aku sudah katakan di awal sebelum kita sepakat untuk menikah, aku nggak mau kamu atur. Bukannya kamu menyetujui nya. Dan sekarang, aku akan berikan apapun padamu asalkan kamu tak sentuh aku."


"Tapi itu dulu aku bisa terima alasanmu karena aku masih punya Hani."


"Lalu?"


"Aku mau kamu sekarang menjalankan tugasmu layaknya seperti seorang istri." Ucap Alfian dengan lantang.


"Nggak mau, enak saja kamu. Udah berapa kali aku bilang, kamu itu harus sadar diri Alfian. Hanya modal ganteng doang kamu udah berani nikahi anak orang, hebatnya kamu juga berani untuk poligami, hahaha. Aku jadi sangat mendukung keputusan Hani yang meminta cerai." Ucap Dila dengan suara mengejek sambil menertawakan Alfian saat itu. Dila memang tak ada hormat-hormatnya nya pada suami yang memang jauh lebih muda darinya itu.


Flashback Off.


Alfian membersihkan luka di jarinya dengan air mengalir. lalu ia mencari obat luka serta perban di ruang praktek Dila. Setelah menemukannya, Alfian mengobati serta membalut lukanya sendiri sambil memikirkan langkah yang akan ia ambil, agar Hani mau kembali padanya.


Seketika Alfian teringat akan anak yang dikandung Hani.

__ADS_1


"Apa kamu sudah lahir nak? Bantu Ayah agar bisa kembali bersama bunda mu ya.." Ucap Alfian sambil tersenyum, ia seperti menemukan cara untuk merebut hati Hani kembali.


"Tenang saja Hani, aku akan gunakan mobil yang kamu berikan dulu untuk membuka usaha, aku akan bertanggung jawab pada anak-anak kita." Ucap Alfian kembali. Ia bermonolog dengan dirinya sendiri. Seolah-olah Hani berada di depannya.


"Soal ibu, tenang aja.. aku akan ganti mobil yang Hani beri itu dengan mobil yang diberi Dila. Ibu pasti tak mempermasalahkannya, toh mobil yang dikasih Dila lebih mewah dari mobil yang dikasih Hani. Ibu ibu... sampai kapan aku dijadikan sapi perah seperti ini... aaaargh." Ucap Alfian yang tiba-tiba marah seketika teringat kelakuan ibu dan keluarga nya itu, tanpa sadar ia meninju dinding.


"Aauuu." Jerit Alfian merasakan sakit di jari-jarinya kembali. Jari Alfian kembali mengeluarkan darah segar.


***


Orang-orang yang berada di sekeliling Hani sekarang tengah berbahagia. Berita Hani yang melahirkan anak kembar tiga secara normal membuat heboh seisi Rumah Sakit khususnya para pegawai disana. Semua ikut bahagia dan terharu. Apalagi bagi mereka ada yang tahu akan prahara yang menimpa rumah tangga Hani, membuat mereka ikut memberikan support agar Hani selalu sehat dan kuat mengasuh anak-anaknya nanti.


Hani pun sudah dipindahkan ke ruang rawat. Papa Hani telah menyelesaikan tugasnya yang seharusnya dilakukan oleh ayah kandung sang bayi sendiri yaitu meng-azankan cucu-cucunya.


Darma yang baru sampai begitu terharu melihat kakaknya selamat dan sehat setelah melahirkan.


"Kak, selamat ya..." Ucap Darma dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iya dek, terimakasih." Ucap Hani sambil tersenyum.


"Ponakanmu cewek semua Darma... jangan sedih ya, Omnya jadi nggak ada lawan gulat deh... hehehe" Sahut Bu Mala sambil terkekeh pada Putranya itu. Pak Martias hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah putranya itu. Ibu Anas pun ikut tersenyum.


"Lalu mereka sekarang dimana kak?"


"Mereka sedang di dalam inkubator dek, doakan ya semoga mereka kuat dan sehat." Sahut Hani yang masih menahan tawa melihat tingkah adiknya itu.


"Iya kak, Darma doakan semuanya sehat, Darma mau lihat trio ponakan Darma dulu kak, mereka pasti cantik cantik ya..." Ucap Darma yang sudah nggak sabar ingin melihat triplet ponakan nya itu, walau hanya bisa diintip dari kaca jendela.


Berita Hani melahirkan bayi kembar tiga seketika itu juga sampai ke telinga teman-teman Hani yang bekerja di Rumah Sakit di Ibukota. Mereka dapat berita melalui sebuah unggahan status di media sosialnya dari sang perawat yang ikut menangani persalinan Hani. Mereka sangat heboh karena bisa memiliki bayi kembar tiga itu sesuatu anugerah yang cukup langka, apalagi bisa lahiran secara normal. Tak sedikit dari mereka yang mengucapkan rasa syukur dan mendoakan Hani beserta anak-anaknya.


Hani mengaktifkan ponselnya, ketika ponsel itu aktif. Ia melihat banyaknya notifikasi pesan singkat masuk dari

__ADS_1


aplikasi berwarna hijau di ponselnya. Kiriman ucapan selamat tak henti-hentinya masuk dalam ponsel Hani.


Hani tak mampu membalas pesan mereka semua. Hani hanya membuka beberapa pesan dari teman terdekat, dan Hani pun terpaku melihat ada pesan masuk dari Dokter Dila, seseorang yang dianggap baik oleh Hani dan orang tuanya namun pikiran itu seketika sirna setelah mereka tahu Dokter Dila akan menikah dengan Alfian padahal saat itu status Hani masih menjadi istri Alfian.


"Selamat atas kelahiran trio baby nya Hani, kelak mereka dewasa mereka akan tahu dan akan memuji kamu Hani, bahwa bundanya adalah wanita yang hebat. Salam peluk cium buat trio baby dari mamanya, Dila."


Sebuah ucapan selamat dari Dokter Dila membuat Hani mengernyitkan keningnya.


"Kenapa Han? Apa ada yang sakit?" Tanya Ibu Anas sedikit khawatir ketika melihat perubahan raut wajah Hani yang tadinya terlihat bahagia lalu tiba-tiba berubah jadi sendu. Ibu Anas memang sedang membaca Al-Qur'an di samping Hani namun matanya sesekali memperhatikan Hani.


"Nggak apa-apa bu. Hani baik-baik saja." Ucap Hani sambil tersenyum, ia berusaha sekuat tenaga untuk menyembunyikan perasaannya yang tiba-tiba penasaran dengan maksud kalimat dari Dokter Dila tersebut.


Hani sekarang hanya tinggal berdua dengan Ibu Anas, sedangkan Mamanya dan Papanya pulang ke rumah untuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan persiapan mereka menginap di rumah sakit nantinya. Mereka diantar Darma ke rumah. Kemudian Darma kembali ke Ibukota untuk Dinas karena ia hanya mendapatkan izin sebentar dari Komandan nya.


"Bu, sepertinya ada yang telpon ibu deh." Ucap Hani mendengar suara dering HP dari dalam tas ibu Anas yang terletak di atas meja di samping kasur Hani.


Ibu Anas yang sedang membaca Al-Qur'an itu seketika memberhentikan kegiatannya.


"Ah iya bentar, ibu lihat dulu siapa nih yang telpon." Sahut Ibu Anas.


"Anas yang telpon ternyata, bentar ya Han... Ibu jawab telpon dulu." Ucap Ibu Anas kembali sambil tersenyum lebar.


"Iya bu, silahkan bu." Jawab Hani sambil kembali fokus dengan HP nya, Hani mulai membalas satu persatu pesan yang telah dibacanya.


"Halo.. Assalamu'alaikum Nas.." Ucap Ibu Anas yang berjalan agak menjauh dari Hani.


"Halo bu, bagaimana keadaan Hani bu? Apa ia sudah melahirkan? Anak-anak nya sehat semua kan bu?"


"Kamu itu lo Nas... nanya itu ya satu-satu, ibu kan bingung jawabnya. Nah itu salam ibu juga nggak dijawab lo barusan."


"Hehehe maaf ya bu... Anas kelupaan menjawab salam. Wa'alaikumussalam ibu.."

__ADS_1


Ibu Anas pun terkekeh membayangkan putranya itu pasti sedang salah tingkah sekarang, sambil melirik Hani yang terlihat fokus dengan HP nya. Ibu Anas pun menceritakan semuanya tentang Hani dan trio baby nya pada Anas.


Lanjut Next Chapter ya sobat readers... kirim kritik dan sarannya di kolom komentar yuk! Author mulai kehabisan ide nih, siapa tahu dengan krisannya ide author kembali cemerlang... hehehe. Siap-siap ya... akan ada kejutan hadiah nantinya bagi pemberi dukungan terbanyak minggu ini. Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar ya, agar author bisa mengenal siapa saja pembaca author, Syukran jazakumullah khair semua... Barakallahu fiik...🙏🥰🤗


__ADS_2