Teman Kakak Ku

Teman Kakak Ku
39. Hari Ulang Tahun Milly


__ADS_3

Tibalah hari ini, hari yang dinanti El selama ia menemukan cahaya harapan barunya.


Setelah ia menyemprotkan parfum di daerah dada dan leher, El mengancingkan kancing kemeja berwarna putih membaluti tubuh atletisnya, tak lupa juga mengaitkan kancing di bagian ujung lengan, sedikit ia menyibakkan dan sesekali memperhatikan bagian sisi kiri dan kanannya, meyakinkan diri bahwa penampilannya sudah terlihat rapih.


Helaian rambut hanya El sisir menggunakan jemari, baru tadi siang ia pangkas sendiri di Apartemen. Sekali lagi ia memperhatikan penampilannya dari tatanan rambut, kemeja, celana jeans berwarna hitam serta pantopel hitam yang biasa ia kenakan.


Saatnya El berangkat menuju rumah Milly, dimana sang kekasih sedang berulang tahun yang ke 18.


Sebelum El meninggalkan parkiran, El menoleh ke belakang, memperhatikaan semua barang yang ia bawa jangan sampai ada yang tertinggal.


Setelah sudah siap semua, El mulai mengendarai mobilnya secepat mungkin.


***********************************


Meja makan telah tersaji oleh beberapa menu makanan, tumpukan peralatan makan bersih, tak lupa sebuah kue ulang tahun yang telah tertulis Happy Birthday Milly disana.


Adit yang sudah mengenakan pakaian rapih terlihat senang ketika semua persiapan sudah hampir selesai. Sejak pagi Adit, Bi Ana dan Karmila sibuk menyiapkan acara syukuran atas kelulusan sekolah Milly serta perayan hari ulang tahunnya. Acara tersebut sengaja tidak dibuat meriah, hanya makan bersama di rumah dan membagikan nasi kotak ke para tetangga dekat juga ke yayasan anak yatim.


Milly sudah tiba di meja makan, menghampiri Adit dan Karmila disana. Milly terlihat cantik mengenakan dress selutut model vintage, rambut panjangnya digerai dengan riasan natural.


Adit mengagumi paras Milly yang semakin mirip dengan almarhumah sang ibu. Terlihat anggun dan dewasa.


"Milly cantik banget sih," puji Karmila setelah melihat penampilan Milly saat ini. Milly hanya membalasnya dengan senyum.


Lalu Karmila mengambil bungkusan paperbag dan diberikan pada Milly. Itu adalah kado ulang tahun darinya juga Adit. Milly menerima dan langsung mengucapkan terima kasih.


Tak lama Ruby datang bersama Theo, lalu gadis tersebut langsung menghambur pada Milly, memeluknya erat sambil mengucapkan selamat ulang tahun, memberikan beberapa panjatan doa dan diakhiri kata amin. Lalu Theo memberikan paperbag cukup besar pada Milly.


Disusul Edwin dan Wahyu. Mereka turut diundang oleh Adit.


Ruang makan mulai terdengar riuh akan obrolan tak penting, Adit menjauhkan diri menuju pintu depan rumah sembari mengecek ponsel. Berkali-kali ia mengirimkan pesan namun belum dibalas, Adit memutuskan untuk menelepon.


"dimana lo?" tanya Adit ketika panggilannya direspon.


"dijalan, sabar!"

__ADS_1


"gue pikir lo nggak jadi kesini,"


"enak aja!" seru El, "ini ultah cewek gue, gue nggak mau sia-siain momen hari ini."


Adit berdecih, "ya sudah cepetan! Jangan sampai gue berubah pikiran mendadak."


Adit terkekeh mendengar El memakinya disana, "*******! Jangan macam-macam lo!"


Sambungan terputus. Adit kembali menuju ruang makan dan memulai acara.


Ketika lagu selamat ulang tahun dinyanyikan, pandangan Milly tak henti melirik ke arah pintu. Menunggu seseorang yang sedari tadi ia harapkan.


Kemarin Adit telah membicarakan acara ulang tahunnya serta kelanjutan hubungan Milly dan El. Ancaman Karmila tempo lalu ternyata berhasil menyiutkan egoisme Adit walau diawal Adit masih berpegang teguh pada pendiriannya untuk menjauhkan Milly dari El.


Membayangkan Milly benar akan memarahinya, Adit berusaha mengolah ide terbaik bagaimana ia membicarakan hal tersebut pada Milly tanpa harus memancing kemarahannya.


Terpaksa memakai ide licik demi dirinya, Adit mengatakan bahwa setelah ia pikir baik-baik akhirnya Adit memberikan kesepakatan pada El dan mulai merestui hubungan mereka berdua. Dan Milly tidak akan dikurung lagi.


Sudah tahu kan apa reaksi Milly mendengar itu? Bahagia tak ketolongan.


Acting-nya bagaikan aktor papan atas serta penjelasan yang terdengar masuk akal tentu diterima baik oleh Milly. Tak heran kenapa El dan Adit cocok berteman, otaknya sama-sama picik.


Setelah Adit mengutarakannya, Milly merasa menyesal sebab tidak memberitahukan padanya, juga ia turut meminta maaf. Tanpa berpikir panjang Adit memaafkannya dan ia akan menelepon El untuk datang di acara ulang tahun Milly sebagai tanda hubungan mereka diberi lampu hijau.


Mendengar semua itu, El mencaci maki Adit dengan kata-kata kotor melalui telepon.


"intinya besok lo mau datang nggak? Gue lagi berbaik hati nih,"


El berdecak, "tanpa gue minta atau nunggu persetujuan dari lo, gue bakal datang."


Disinilah El berada, ia sudah tiba di depan pintu lalu berjalan menghampiri orang orang yang berada di ruang makan sambil menenteng buket Bunga Mawar Putih besar serta sebuah paperbag.


Senyuman bahagia terbit di wajah Milly, manik hitamnya berbinar mendapati El sudah tiba di rumah, menghadiri acara ulang tahunnya.


"happy birthday!" ucap El lalu mengecup kening Milly. Momen tersebut dijadikan sebagai acara adu sorakan antara Edwin dan Wahyu.

__ADS_1


"duh! Enak banget sih udah nggak jomblo. Gue kapan punya pacar yak? Pengen deh kecup-kecup manja sama yayang." ucap Edwin lalu dibalas oleh Wahyu.


"sabar ya bro. Makanya jangan sering PHP, susah kan punya pacar?!"


Edwin melayangkan tangannya hendak memukul Wahyu, namun pria itu bergerak cepat untuk menghindar. Mereka yang menyaksikan dua pria tersebut menertawakan hingga menyoraki Edwin si tukang PHP.


Tiup lilin dan potong kue sudah dilakukan, ketika acara makan bersama sudah mulai Nathan baru tiba dan menyusul di tengah mereka.


Sebelum bergabung Nathan mengucapkan kata selamat sambil menyodorkan bingkisan kado untuk Milly. Tak lupa Milly mengucapkan terima kasih.


"Mil, gue ajak nyokap nggak apa-apa kan ya? Masih di mobil lagi dandan dulu,"


Milly tersenyum, "nggak apa-apa kok. Justru gue senang nyokap lo ikut datang kesini,"


Derap langkah sepatu tinggi terdengar, menampilkan sosok wanita paruh baya cantik dengan aura anggunnya. Melangkah pasti menuju kehadiran Milly.


Milly bangkit dari kursi untuk menyusul kehadiran Risma, lalu menariknya untuk ikut duduk bersama menikmati hidangan.


"kak Adit, kenalin ini mamanya Nathan. Tante Risma."


Semua pandangan tertuju pada Milly dan Risma, seketika suasana menjadi hening.


Lidah Adit kelu hingga tidak bisa mengeluarkan suaranya, ia berdiri dari kursi dengan pandangan masih terpaku menatap Risma terkejut. Lalu Adit mengalihkan pandangannya pada El, yang juga menatap Risma dengan tatapan terkejut dan berang.


Risma bungkam dengan wajah menunduk sendu, walau demikian Risma senang bisa bertemu lagi dengan El setelah momen pertemuan dengan El terakhir tidak sesuai harapan.


Di satu sisi Nathan begitu menyukai pemandangan saat ini. Tidak sabar menunggu kelanjutan setelah aksi tatap-tatapan mereka.


Nathan sudah tidak lagi memusingkan siapa yang berhasil mendapatkan Milly dan dirinya adalah adik tiri El.


Menyaksikan adegan sinetron yang menceritakan seorang pria bertemu lagi dengan sang ibunda yang telah membuangnya adalah momen yang Nathan tunggu.


Nathan tersenyum tak sabar.


***********************************

__ADS_1


__ADS_2