
Halo untuk kamu yang masih suka baca cerita ini..
Apa kabarnya? Semoga kamu dalam keadaan sehat dan semangat menjalani hari-harinya selalu ya..
Siapa nih yang menantikan sekuel teman kakak ku sampai sering ngecek bahkan suka nanyain ke kolom chat? wkwkwk
Akhirnya setelah sekian lama aku bergulat menentukan alur, aku sudah publish part pertama di work ku dengan judul Hi, Om Nathan!
Yang tahu kisahku di paltform sebelah, aku pernah publish cerita Nathan tapi seringkali aku unpublish. Dan sekarang aku sudah publish ulang dengan alur yang berbeda. Totally.
Sebenarnya aku pernah kasih tahu di chapter ini mengenai kisi-kisi sinopsis sekuel cerita. Cuma karena kuganti jadi aku rubah juga isi chapter ini.
Semoga kalian ke-notice dengan info baruku ini.
Dan aku ingin menginformasikan jika cerita Nathan mengandung konten mature.
Aku infoin dari awal biar kalian nggak kaget. Hehehehe
Jangan lupa like dan tinggalkan komen positif ya. Komen kalian adalah penghiburanku saat aku ingin menulis. Dan terkadang komen kalian yang suka kasih kritik dan saran dengan bahasa yang baik bisa jadi gagasan dan ide untuk memperluas alur ceritaku.
__ADS_1
See you on my new story..
...-o-...
...Hi, Om Nathan!...
Sinopsis:
Nathaniel Salim tidak mengerti dengan dirinya sendiri sejak Lyana Bramawan berada di Rumahnya karena sang kakak meminta Nathan untuk menjaga Lyana.
Yang hanya Nathan tahu ia hanya ingin dekat dengan Lyana. Pikirannya hanya berpusat pada keponakan kecil berumur 17 tahun itu, dan Nathan tidak suka saat Lyana suka bercerita tentang pria lain atau ada seseorang yang mendekati Lyana di depan Nathan sendiri.
Kemudian seseorang dari masa lalu Nathan datang dan kembali membuka luka lamanya membuat Lyana menaru jarak diantara mereka, sementara Nathan berusaha keras untuk mengikis jarak itu.
...-o-...
Penggalan cerita:
__ADS_1
Mataku terpejam sesaat, lalu terbuka lagi ketika aku merasakan kehadiran seseorang di hadapanku. Aku menatap sepasang kaki mengenakan sneakers berwarna merah maroon dan sontak aku menaikan pandanganku.
"Hai, Om Nathan!"
Seorang gadis berambut pendek sebahu dan berponi tengah itu tengah tersenyum menatapku. Satu tangannya memegangi koper berwarna hijau matcha dan satu tangannya lagi melambai ke arahku dengan tingkah polos.
Imaji gadis di hadapanku ini mirip dengan Lyana berumur sepuluh tahun. Hanya saja pipinya tidak gembul lagi, hingga garis mata bertipe monolid-nya semakin terlihat. Bibir plum-nya masih seperti dulu, tapi kini bibir itu terlihat mengkilap karena memakai liptint berwarna merah muda. Kini gadis kecil itu bertubuh tinggi, hanya saja sedikit kurus.
Tapi kok cantik?
"Lyana,"
Aku berdiri hingga aku mampu menenggelamkan tingginya yang kuprediksi sekitar seratus enam puluh senti. Bahkan ia harus mendongak menatap wajahku.
"Akhirnya Om datang," ucapnya sambil tersenyum dengan raut wajah yang polos tanpa beban. Berbeda denganku yang merasa sangat lega seakan aku merasa lepas tanpa ada beban di tubuhku.
Aku jadi teringat dimana Lyana hadir diantara El dan Milly. El memberikan nama Lyana Bramawan; gabungan nama Milly dan Elkana dan kebetulan nama tersebut mengandung arti Eye of The Light.
Sesuai dengan namanya, Lyana bagaikan cahaya yang menghangatkanku saat ini. Senyumnya dapat memancarkan energi positif sehingga aku tidak ingin berpaling menatapnya.
__ADS_1
El nggak salah memilihkan nama tersebut untuk gadis kecil ini.
...-o-...