
Adit :
" ayok cepetan udah penasaran nih. " Adit menarik tangan caca yang masih duduk di kursi.
Caca:
" Adit tidak sabaran ihhh. " caca menggerutu pada Adit yang sedang menarik tangan nya.
Ternyata saat Adit menarik tangan Caca ada Rani yang memperhatikan mereka.
Rani:
"Katanya nggak pacaran tapi kok mesra banget. " Rani kesal dan menggerutu pada dirinya sendiri
Caca dan Adit sudah duduk di kursi kantin sedang menunggu makanan yang mereka pesan.
Adit:
" Cepetan Ca ceritain lama banget kenapa sih. "
Caca:
" iya Adit sebentar. Gini kemarin itu aku abis pergi sama tante windy, aku abis makan siang bareng terus kita jalan ke mall karena ada yang harus aku beli. Eh tidak terasa kita jalan sampe jam 8malam, nyampe rumah jam 9, pas udah di kamar aku buka tuh tas mau cek handphone ternyata baterai habis, trus aku charger, karena kecapean aku langsung tidur, bangun tidur cabut charger handphone terus mandi, udah mandi aku pergi ke sekolah karena udah kesiangan, sarapan aja sampe di mobil. gimana udah jelas belum penjelasan aku???? hahhahaaha. " Caca tertawa karena melihat Adit yang cengo melihat penjelasannya.
Adit:
" Oh gitu. " Adit malas menanyakan hal yang lain, dia sebenarnya kesal sama Caca karena membuatnya khawatir, hanya saja Adit gengsi untuk mengatakannya. Padahal sebenarnya dia ingin tahu tentang tante windy nya itu, tapi Adit tidak bersemangat. Yang dia hanya ingin tahu Caca sebenarnya kemana dengan siapa sampai sampai melupakannya seharian.
Caca:
__ADS_1
" adddiiiiiitttttttt. "Caca berteriak kesal Adit yang dari tadi maksa buat cerita hanya menjawab " oh".
Adit:
" udah makan, cepetan keburu abis jam istirahatnya. " Adit tidak menghiraukan Caca yang sedang kesal.
Tiba-tiba pada saat mereka makan, ada teman basket Adit yang mendekati mereka dan ikut makan bersama mereka.
Ivan:
" hay dit boleh aku makan bersama kalian. " Ivan sebenarnya takut mengganggu mereka tapi kebetulan juga itu cara Ivan untuk mendekati Caca.
Ternyata selama ini Ivan selalu memperhatikan Caca kalau Caca sedang menemani Adit yang sedang latihan basket.
Adit:
" duduk aja van ini kan bukan kursi punya aku, siapa aja boleh pake kok. " Adit sebenarnya risih dengan adanya Ivan, Adit tidak suka kalau ada yang mengganggu Adit bila sedang bersama Caca.
Ivan :
" kok malah jadi tidak makan gini sih, apa gara gara ada Caca. " Ivan berbicara dalam hatinya.
Caca:
" kamu Ivan ya?? " Caca menanyakan pada Ivan meyakinkan kalau namanya tidak salah karena mereka tidak pernah satu kelas jadi Caca tidak benar-benar mengenal Ivan.
Ivan :
" iya aku Ivan. " Ivan tersenyum malu menjawab pertanyaan Caca.
__ADS_1
Caca:
"kok kamu tahu nama aku?? Caca merasa aneh karena mereka tidak pernah berkenalan.
Ivan :
" iya lah aku kan suka lihat kamu di samping lapangan basket, Adit kan suka panggil panggil nama kamu,, hehe. "
Caca berbincang bincang dengan Ivan dengan nyamannya, sedangkan Adit hanya diam serius memakan baso yang tadi dia pesan. Adit sudah selesai makan , sedangkan Caca masih asik mengobrol dengan Ivan sembari memakan baso yang sedikit lagi habis.
Adit :
" Ca aku duluan ke kelas ya! " ucapan Adit sangat ketus pada Caca membuat Caca bertanya tanya kenapa Adit seperti itu.
Caca:
" tunggu dong dit aku kan sebentar lagi juga beres, tumben banget ninggalin. " Caca mencoba menahan Adit tapi Ivan malah seperti membiarkan Adit pergi.
Ivan:
" kan masih ada aku Ca, aku juga masih banyak nih makanannya sambil memperlihatkan makannya pada Caca. " Dalam hatinya Ivan senang Adit pergi.
Caca:
" oh yaudah deh dit tidak apa apa kalau mau duluan disini masih ada Ivan yang nemenin aku. " Caca mencoba merelakan Adit pergi yang tidak biasanya seperti itu padanya.
Tanpa berbasa-basi Adit pergi dengan wajah memerah tanda kalau Adit marah.
Adit :
__ADS_1
" hari ini kamu udah 2kali bikin aku kesel,, Caca. " Adit menggerutu sambil berjalan.
Tanpa Adit sadari dia cemburu melihat Caca dekat dengan Ivan.