
setelah mendapatkan alamat dimana Cinta dirawat, Tomy dan rika pun segera pergi dengan terburu-buru.
karena belum juga mendapatkan taksi, Rika menjadi sangat gelisah. sedangkan Tomy tak kalah gelisahnya dengan rika.
ia mondar-mandir di pinggir jalan, menunggu adanya taksi yang melintas. dan akhirnya, dari kejauhan terlihat ada taksi yang akan melintas di depan mereka.
cepat-cepat Tomy melangkah maju ke tengah jalan untuk menghentikan laju taksi. dan usahanya tak sia-sia, taksi berhenti tepat didepan Tomy.
"stop pak!" panggil Tomy.
dan mereka berdua pun segera masuk kedalam taksi.
"rileks, Ka. ga akan terjadi apa-apa dengan Cinta. percayalah!" ucap Tomy, menenangkan Rika yang terlihat gelisah.
walaupun sebenarnya, ia juga mengkhawatirkan keadaan Cinta. dan Tomy mengalihkan perhatiannya dengan berkirim pesan singkat dengan Clara.
Tomy memberitahu Clara, kalau sore ini, ia tidak bisa mengantarkan Clara berkeliling, seperti janjinya tadi pagi.
dan Clara pun tidak merasa keberatan jika Tomy tidak bisa ontime hari ini. walaupun sebenarnya Clara merasa jenuh seharian berada di rumah. tapi mau bagaimana lagi, jika Tomy sedang sibuk.
dulu, Clara tidak menyukai kedekatan antara Tomy dan Cinta. dan hari ini, Clara kembali merasakan rasa cemburu itu.
taksi berhenti di halaman rumah sakit, Rika dan Tomy segera turun dari taksi. saat Rika sedang membayar ongkos taksi, Tomy sudah lebih dulu masuk kedalam ruang IGD.
"kenapa Cinta bisa bersama, kamu? kamu tahu, dia sedang, sakit?" tanya Tomy yang baru saja masuk, langsung menarik tangan Nicholas, dan mencekam kerah bajunya.
"Cinta tidak bilang kalau dia sedang sakit. saat aku bilang akan menjemputnya untuk makan siang, dia langsung meng-iyakan. dan jam setengah dua belas, Cinta menelepon, kalau dia menunggu di tempat biasa kami makan." jelas Nicholas panjang lebar.
perlahan Tomy melepaskan cengkraman tangannya. kini ia menghampiri Cinta yang masih belum juga sadarkan diri.
Rika yang baru masuk, langsung menghampiri Cinta dan memeluknya. "kenapa bisa sampai seperti ini, sih?" tanya Rika menatap wajah Nicholas, menanti jawaban.
"maaf....aku benar-benar tidak tahu, kalau Cinta sedang sakit, dia terlihat baik-baik saja saat kami sedang makan." jelas Nicholas.
"bahkan dia yang memesankan makanan untuk ku." lanjut Nicholas.
"apakah dia makan-makanan kesukaannya?" selidik Rika.
"iya...
"terus?
"baru saja kami menghabiskan makanan kami, tiba-tiba Cinta jatuh pingsan." ungkap Nicholas.
__ADS_1
setelah mendengar penjelasan dari Nicholas, Rika buru-buru keluar dari ruang IGD, mencari dokter, guna mengorek informasi tentang keadaan Cinta.
tak lama kemudian, Rika keluar dari ruangan dokter, berjalan menuju ruang IGD.
"dokter menyarankan agar Cinta dirawat inap." jelas Rika ke Tomy dan Nicholas.
"kalau memang mau dirawat inap, kita pindahkan saja ke rumah sakit yang lebih besar." ujar Nicholas.
"ini semua gara-gara, kamu." Tomy kembali mencengkeram kerah baju Nicholas, dan hampir memberi bogem mentah ke wajah Nicholas.
"Tomy! cukup! ini bukan waktunya untuk berkelahi!" bentak Rika, melerai mereka.
"sampai terjadi apa-apa dengan Cinta, kamu tidak akan kulepaskan." ancam Tomy, dan melepaskan cengkraman tangannya.
Nicholas membenahi kerah bajunya yang kusut, lalu keluar dari ruang IGD. Rika duduk disebelah Cinta, menatap sedih ke sahabatnya yang masih belum juga sadarkan diri.
"Cinta?!" panggil Rika lirih, merasakan tangan Cinta bergerak.
perlahan Cinta membuka matanya. "aku dimana?" tanya Cinta melihat sekeliling.
"kamu di rumah sakit, Cin." terang Rika.
"Nicholas, mana?" tanya Cinta lagi.
"aku sudah melarangmu untuk tidak kemana-mana, kenapa kamu tidak mendengarkan, ku?" keluh Rika.
"maaf...aku hanya berniat keluar sebentar untuk menemui Nicholas." ungkap Cinta.
"biarkan dia yang menemui mu, kenapa kamu yang harus keluar?" lanjut Rika.
"maaf...sudah tidak mendengarkan nasehat mu." Cinta memegang tangan Rika, merasa bersalah.
"sudahlah....mulai sekarang, kamu harus menuruti ku. kumohon, Cin... pikirkan kesehatan, mu." pinta Rika.
"iya, aku janji, mulai sekarang, aku akan mendengarkan nasehat mu, aku janji." ujar Cinta, memeluk Rika.
"dasar bandel!" Tomy menyentil hidung Cinta.
"aw! sakit, tau!" keluh Cinta.
"aku sudah sehat, kita pulang, yuk?!" ajak Cinta seraya turun dari tempat tidurnya.
"no! dokter menyarankan agar kamu dirawat inap. dan kamu harus menuruti apa yang sudah menjadi keputusan kami." tegas Rika.
__ADS_1
"tapi aku sudah tidak apa-apa, Ka." rengek Cinta, seraya memegang tangan Rika, memohon.
"baiklah, tapi berjanjilah, kalau kamu tidak akan kabur-kaburan seperti ini lagi, dan akan menjaga pola makanmu." ucap Rika, pasrah.
"iya, tenang aja, aku akan menuruti semua perintah kalian." janji Cinta.
"oke, sekarang tidurlah, besok pagi baru kita akan pulang." lanjut Rika.
"kenapa ga malam ini aja kita pulang?" pinta Cinta yang sudah merasa tidak nyaman berada di rumah sakit.
"tidak bisa, Cinta. ini sudah malam." timpal Tomy.
"oke, kalian pulanglah! kalian juga butuh istirahat. biarkan aku sendiri disini." ujar Cinta, yang merasa tidak enak melihat mereka berdua.
"tidak! kami akan menemanimu malam ini, istirahat lah." sahut Tomy.
Cinta pun kembali merebahkan tubuhnya, ia meraih ponselnya, dan mengecek pesan singkat yang masuk.
ternyata dari Nicholas yang meminta maaf karena telah pulang ke rumah tanpa berpamitan kepada mereka.
mungkin Nicholas merasa tidak nyaman jika ada Rika dan Tomy, di rumah sakit. terlebih Tomy, yang selalu menyalahkan dirinya, atas apa yang terjadi dengan Cinta.
Cinta pun memahami apa yang dirasakan oleh kekasihnya. dan Cinta memutuskan untuk segera tidur, agar kedua sahabatnya bisa ikut istirahat.
******
Pukul 06:30, Rika sudah bersiap-siap untuk membawa Cinta pulang ke rumah, semalam ia sudah meminta izin kepada atasannya, karena tidak masuk kerja hari ini.
Rika juga memberitahu Reno kalau hari ini ia tidak masuk kerja karena akan membawa pulang Cinta ke rumah. dan Reno pun mengambil cuti untuk menjemput mereka di rumah sakit.
semuanya sudah bersiap untuk pulang, mereka hanya tinggal menunggu Reno untuk menjemput. sebelumnya, Rika pergi ke bagian administrasi untuk membayar biaya perawatan Cinta selama satu hari.
namun bagian administrasi mengatakan, bahwa semuanya sudah dibayar oleh Nicholas kemarin.
"memang sudah seharusnya dia yang bertanggung jawab, karena ini semua akibat dari perbuatannya." gumam Rika dalam hati.
tak lama kemudian, Reno datang menemui mereka. "kalian udah siap?" sapa Reno yang baru saja datang.
"udah!" jawab Rika.
"baiklah! kita berangkat sekarang?" lanjut Reno.
"ayok!" sahut Tomy.
__ADS_1
"terima kasih! sudah mau menjemput, Ren. dan maaf, sudah merepotkan mu, sebenarnya, kami bisa naik taksi saja." ucap Cinta.