
"tidak usah sungkan, Cin. aku senang kok, bisa bantu kalian." timpal Reno.
lalu merekapun masuk kedalam mobil Reno, dan pergi meninggalkan rumah sakit tersebut.
"kamu ga kerja, Ren?" tanya Cinta dalam perjalanan.
"ga, aku ambil cuti." jelas Reno.
"udah....yang jelas, sekarang kamu harus melawan penyakitmu, dan berusaha untuk sembuh, ok?" lanjut Reno.
"iya Cin...aku ga bisa selalu nge-jagain kamu, aku dan Tomy harus kerja, kan?" sahut Rika.
"siap boss!" jawab Cinta, seraya memberi hormat kepada mereka.
"kayaknya, udah sehat nih anak." timpal Tomy.
"udah! aku memang udah sehat, kok." jelas Cinta.
"mana ada! muka masih pucat gitu kok sehat. kamu masih harus banyak istirahat. oh ya, nanti sore temen-temen kamu mau Dateng nengok in kamu, Cin." ujar Rika.
"siapa, Ka?" tanya Cinta penasaran.
"menurutmu, siapa temen kerja kamu?" alih-alih menjawab, Rika malah bertanya balik.
"anak-anak SPG?" tanya Cinta lagi.
"iya...
"akhirnya....kita sampai juga," ucap Tomy lega, karena mobil Reno sudah masuk gerbang rumah mereka.
setelah mobil berhenti, Tomy segera keluar untuk membantu Cinta keluar dari mobil. Tomy langsung memapah Cinta masuk kedalam kamar Cinta, dan membantunya merebahkan tubuhnya.
"sekarang, kamu istirahat, jangan kabur-kaburan lagi, ya?" pinta Tomy.
"siapa juga yang kabur, aku kan cuma mau makan diluar sama Nicholas." jelas Cinta bersungut-sungut.
"tapi kan kamu bisa izin dulu sama aku, bukannya main pergi-pergi aja." sahut Tomy.
"gimana mau izin, coba? kamu lagi enak-enaknya tidur, terus aku bangunin, ya kasian kale!" Cinta beralasan.
"kasihan, apa takut ga boleh?"
"iya-iya, maaf!" ucap Cinta.
"ya sudah, aku ambil air minum dulu." Tomy keluar dari kamar Cinta.
sementara, Rika sedang membuatkan Reno teh di dapur, dan menyiapkan makanan ringan untuk dihidangkan kepada Reno.
"Ka, aku kan belum ada seminggu kerja, rasanya ga enak kalau aku harus izin lagi. hari ini, kamu jagain Cinta, ya? aku mau kerja." ucap Tomy, saat mengambilkan air minum untuk Cinta dan bertemu Rika di dapur.
__ADS_1
"ya sudah, pergilah! nanti kamu di pecat pula. cari kerja jaman sekarang susah, lo" sahut Rika.
"ya makanya itu..." ucap Tomy lega, karena Rika sependapat dengannya. lalu kembali ke kamar Cinta, mengantarkan segelas air minum untuk Cinta.
"Cinta, aku mau kerja, di rumah sudah ada Rika dan Reno yang menemanimu, aku takut kehilangan pekerjaan ku, jika harus izin lagi, ok?" jelas Tomy.
"iya, Tom. aku ngerti, dan lagi, aku udah sehat, kok. lagipula, aku sudah tidak membutuhkan bantuan mu lagi." sahut Cinta.
"hah?!" Tomy mengerutkan keningnya, dan melotot.
"pegang omongan kamu, ya!" lanjut Tomy, mengancam Cinta. lalu keluar dari kamarnya.
Tomy berpapasan dengan Rika yang hendak masuk kedalam kamar Cinta. "Cinta!" panggil Rika, seraya masuk kedalam.
"ada apa lagi, bawel?" sahut Cinta.
"kalau kamu butuh sesuatu, panggil aja, oke? aku ada di dapur." jelas Rika.
"ngapain, di dapur?" tanya Cinta.
"tidur! ya masaklah! emang ngapain lagi kalau bukan masak?" ujar Rika.
"ya kali aja mau tidur." goda Cinta.
"udah sakit, masih aja godain orang." keluh Rika.
Rika keluar dari kamar Cinta, dan menghampiri Reno di ruang tamu.
"mau masak, apa? kenapa ga pesen aja? kamu udah semalaman di rumah sakit, kan? terus, kapan istirahatnya?" tanya Reno bertubi-tubi.
"pesen? ga usah! lagipula, aku ga cape', kok. tenang aja, Ren. cuma mau bikin bubur untuk Cinta. gampang, kok." jelas Rika.
"aku bantu, ya?" Reno menawarkan diri.
"boleh, yuk?!" ajak Rika.
"tapi bantuin beneran, ya? bukannya bantuin ngacak-ngacak aja." ujar Rika saat berjalan menuju ke dapur.
"ish! memangnya aku anak, kecil?" sahut Reno.
"memang kenyataannya, kok." sahut Rika.
Reno menangkap tubuh Rika, dan menggelitik tubuhnya, akhirnya, mereka saling menggelitik satu sama lain.
sejenak mereka berhenti, dan saling tatap, kini wajah mereka sudah sangat dekat. sepertinya, sebentar lagi bibir mereka berdua akan saling beradu.
"Ehem!" Tomy sengaja berdehem, agar mereka tidak jadi saling adu bibir.
"aku pergi dulu, ya?" pamit Tomy.
__ADS_1
"i-iya!" jawab Rika gugup dan malu, karena hampir saja melakukan kesalahan didepan Tomy.
setelah berpamitan, Tomy pergi begitu saja seraya menggelengkan kepalanya, dan tersenyum. sebelum ia pergi, Tomy menyempatkan diri untuk berpamitan kepada Cinta.
"Cinta!" panggil Tomy, langsung masuk kedalam kamar Cinta.
Cinta tidak menjawab panggilan dari Tomy, ia hanya menoleh kearah pintu, melihat Tomy yang baru masuk kedalam kamarnya.
"aku kerja dulu, ya?" pamit Tomy.
"Hem..." jawab Cinta, singkat.
"ingat! jangan bandel! jangan kabur, pokoknya, kamu harus nurut sama Rika." pesan Tomy.
"iya ayah! bawel banget sih, kayak orang tua aja!" keluh Cinta.
"aku seperti ini karena peduli sama kamu, Cin." ucap Tomy.
"iya tau! udah sana pergi! nanti terlambat, dipecat pula kau." ketus Cinta.
"ya udah, aku pergi!" Tomy keluar dari kamar Cinta, menuju dimana motornya diparkir.
"mudah-mudahan....anak itu ga bikin ulah lagi" gumam Tomy, lalu menyalakan motornya dan pergi meninggalkan halaman rumah, menuju jalan raya.
baru beberapa meter Tomy meninggalkan rumah, ponselnya berdering. ia menepikan motornya, untuk mengangkat teleponnya yang berdering.
"(halo! boss.)" sapa Tomy, kepada boss Jimmy yang ternyata menelepon.
"( hari ini Clara akan mengunjungi kantor cabang yang ada di Bandung. jangan terlambat!)" pesan boss Jimmy, ditelepon.
"( baik, boss!)" jawab Tomy.
setelah telepon berakhir, Tomy kembali melanjutkan perjalanannya. ia menambah kecepatan laju kendaraannya. Tomy tidak ingin terlambat sampai di rumah boss Jimmy.
seperempat jam kemudian, Tomy sampai di rumah besar yang bak istana itu. mengetahui Tomy yang datang, penjaga pintu pun segera membukakan pintu gerbang untuknya.
"pagi, pak!" sapa Tomy, ke penjaga pintu.
"pagi, Tom!" sahutnya.
baru saja Tomy mematikan motornya saat ia baru saja masuk kedalam. terlihat dari jauh Clara berlari-lari menghampirinya.
"hati-hati, Clara. kenapa harus berlari? apa kita terlambat?" tanya Tomy, yang melihat Clara berlari menghampirinya.
"no! no! no! aku hanya tidak sabar aja, ingin segera keluar dari rumah melihat dunia luar." jawab Clara.
"maaf.... gara-gara aku yang tidak bisa mengantarkan mu jalan-jalan, kamu jadi bosan." ucap Tomy merasa bersalah.
"ga perlu minta maaf, Tomy. it's oke! yuk! kita berangkat!" ajak Clara.
__ADS_1
"let's go!" sahut Tomy, semangat. karena melihat ekspresi wajah Clara yang sepertinya tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa ia marah. bahkan diwajahnya terlihat ceria.
sehingga membuat wajahnya yang cantik, semakin terlihat cantik, dan berseri-seri.