
Ke esokan harinya, seperti biasa, Rika sudah lebih dulu bangun dari tidurnya, dan tengah sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga.
Sementara Cinta yang baru saja bangun, sedang bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu untuk menunaikan ibadah shalat subuh.
Selesai shalat, Cinta menghampiri Rika yang sedang sibuk di dapur.
"Morning, Ka!" sapa Cinta.
"Morning!" sahut Rika.
"masak apa, nich?" tanya Cinta.
"Menu kita hari ini, sayur bening bayam, dan tempe goreng, gimana?" tanya Rika minta pendapat Cinta.
"Hemmm...enak! makanan yang sehat." puji Cinta.
"Ada yang bisa di bantu?" tanya Cinta menawarkan diri untuk membantu.
"Ga' ada, udah selesai kok. mandi sana! bangunin Tommy juga." perintah Rika.
"Siap Moms!" goda Cinta, lalu pergi meninggalkan dapur menuju kamar Tommy, untuk membangunkannya, seperti perintah Rika.
"Tom! bangun donk, udah siang." panggil Cinta berdiri di depan kamar Tommy.
karena tidak ada jawaban, Cinta mencoba membuka pintu kamar Tommy, yang ternyata tidak di kunci.
__ADS_1
"Tom! bangun, udah siang!" ujar Cinta membangunkan sahabatnya, sembari mengguncangkan tubuhnya.
"Iya..." sahut Tommy yang masih belum membuka matanya.
"Buruan! udah siang! bukankah hari ini kamu harus pergi mengawal boss kamu?" lanjut Cinta.
Seketika Tommy langsung bangkit dari tidurnya, dan duduk di tepi tempat tidurnya, sembari mengucek kedua matanya.
"Memangnya, sekarang jam berapa, sih?" tanya Tommy.
"Liat aja sendiri!" ujar Cinta berlalu pergi meninggalkan Tommy.
Setelah Cinta pergi, Tommy melihat jam dinding di kamarnya. sadar hari sudah siang, Tommy pun bangkit dari duduknya, bergegas menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri.
Sementara Cinta yang baru keluar dari kamar Tommy, masuk ke kamarnya. baru saja ia hendak bergegas ke kamar mandi, ponselnya berdering.
"(Halo!)" sapa Cinta, di telepon.
"(Hai!)" sahut Clara dari seberang sana.
"(Ada apa, Clara?)" tanya Cinta.
"(Kamu ga' berubah pikiran, kan? nanti malam jadi, kan?)" tanya Clara.
"(Iya!)" jawab Cinta, singkat.
__ADS_1
"(Bagus dech, kalau begitu.)" ucap Clara lega.
"(Ya sudah, aku mau mandi, udah siang.)" ujar Cinta dingin.
"(Oke! sampai ketemu nanti malam, ya?)" ujar Clara menutup teleponnya.
Sebenarnya, Cinta tidak sampai hati mengkhianati sahabatnya, dengan datang dan bahkan menjadi host di acara Clara. namun karena cita-citanya yang ingin menjadi host terkenal.
Cinta harus mengabaikan perasaan Tommy, demi posisi yang sudah lama ia dambakan. setelah meletakkan ponselnya di atas meja, Cinta segera ke kamar mandi.
selesai berdandan rapi, Cinta pergi ke dapur menghampiri Rika dan Tommy yang sudah menunggu di meja makan.
"Lama banget sih, mandinya?" protes Tommy.
"Namanya juga perempuan, Tom." sahut Rika, membela Cinta.
"kalau perempuan lain mah iya, lama karena sibuk berhias, tapi kalau Cinta, sibuk ngapain dia?" ledek Tommy.
Cinta hanya melotot ke arah Tommy, tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
"Lah! memang kenyataannya, kok. buktinya, penampilan kamu ga' berubah. masih seperti saat bangun tidur." lanjut Tommy, menggoda Cinta.
"Oke! aku akui, aku memang tidak secantik Clara, tapi please...tolong hargai aku sedikit, aja." ujar Cinta, bersungut-sungut.
"Gitu aja ngambek..." lanjut Tommy, yang tidak pernah bosan menggoda Cinta.
__ADS_1
"Cinta tidak menjawab lagi perkataan Tommy, ia mempercepat makanya, dan segera pergi meninggalkan meja makan.
karena sudah tidak tahan lagi dengan candaan Tommy yang menyinggung perasaannya.