
Pulang dari butik, Cinta berencana untuk pulang ke rumah sewanya. Dan ia pun memesan ojek online, agar segera sampai di rumah.
Waktu pergi ke butik, Cinta beralasan kepada Rika, mampir ke rumah Susi. dan Rika pun mempercayainya.
Sampai di rumah, jam sudah menunjukkan pukul setengah lima sore. Suasana rumah sepi, karena Rika sedang tidur di kamarnya.
Sedangkan Tomy, belum pulang dari kerja. karena merasa lelah, Cinta langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
******
Pukul enam sore, Rika baru terbangun dari tidurnya, dan pergi ke kamar Cinta, memeriksa apakah sahabatnya itu sudah pulang.
Sampai di dalam kamar Cinta, Rika mendapati Cinta sedang tidur, karena hari sudah hampir Maghrib, Rika pun membangunkan sahabat tercintanya itu.
"Kamu sudah pulang dari, tadi?" tanya Rika, saat Cinta sudah bangun dari tidurnya, dan duduk di tepi tempat tidurnya.
"Iya." jawab Cinta, singkat.
"Ya udah, mandi sana!" ujar Rika, lalu keluar dari kamar Cinta.
Cinta tidak langsung pergi mandi seperti yang Rika perintahkan, melainkan duduk di sudut kamar, memandang keluar jendela.
Di sudut hati Cinta yang paling dalam, masih ada sisa-sisa cinta di dalam hatinya. bahkan terkadang merindukan saat-saat kebersamaannya dengan Nicholas.
Dan sore itu, ia teringat kembali kenangan manis saat bersama Nicholas. Tidak mudah melupakan pria yang sudah dua tahun mengisi hatinya.
"hhh.... sudahlah! untuk apa aku mengingat kembali pria yang sudah tega mengkhianati cinta, ku." bisiknya dalam hati. lalu bangkit dari duduknya, bergegas ke kamar mandi.
Setelah selesai membersihkan diri, Cinta menunaikan ibadah shalat Maghrib, di kamarnya.
__ADS_1
"Cinta!" panggil Rika, di depan kamar Cinta.
"Masuk!" sahut Cinta, yang sedang melipat mukena yang baru saja ia pakai shalat.
"Kamu baru saja selesai, Shalat?" tanya Rika.
"Iya." jawab Cinta.
"Enaknya, kita makan apa ya, malam ini?" ujar Rika.
"Entahlah!" sahut Cinta. lalu mengangkat teleponnya yang berdering.
"(Halo! ada apa, Tom?)" sapa Cinta di telepon.
"(Kalian udah, makan?)" tanya Tomy, di telepon.
"(Ya udah, kalian mau pesan makan, apa?)" tanya Tomy lagi.
"(Kamu mau pesan makan apa, Ka?)" tanya Cinta, ke Rika.
"Nasi goreng, kayaknya enak." jawab Rika.
"(Nasi goreng dua porsi, Tom.)" ujar Cinta, ke Tomy.
"(Ok! tunggu, ya? aku segera pulang.)" ujar Tomy. lalu menutup teleponnya.
Sembari menunggu Tomy pulang, dan membawakan nasi goreng pesanan Rika, dan Cinta. mereka berdua duduk santai di depan televisi.
"Cin! bagaimana dengan Nicholas? apa dia masih tetap mengejar mu?" tanya Rika memulai pembicaraan.
__ADS_1
"ya begitulah..." jawab Cinta acuh.
"Aku harap...kamu ga' tergoda lagi." ujar Rika.
"ya ga' lah! hanya orang bodoh yang melakukan kesalahan yang sama!" ketus Cinta.
"berarti... kemarin-kemarin kamu bodoh donk..." Goda Rika tersenyum meledek.
"ya, iya, aku bodoh!" timpal Cinta.
Tak lama kemudian, terdengar suara motor berhenti di depan rumah mereka. "Assalamualaikum!" ucap seseorang dari luar pintu. yang tak lain adalah Tommy.
"Wa'alaikumussalam!" jawab Rika seraya bangun dari duduknya, dan melangkah menuju pintu.
"makan malam datang!" seru Tommy. di sambut dengan senyuman dari Rika.
merekapun bergegas ke meja makan, dan menyantap makan malam yang di bawakan oleh Tommy.
"bagaimana? apakah nasi gorengnya, enak?" tanya Tommy, di sela-sela makan mereka.
"hemmm...lumayan!" jawab Cinta.
"hanya, lumayan?" ucap Tommy yang merasa kurang puas atas jawaban dari Cina.
"kalau menurut aku sih, enak." sahut Rika.
"nah! gitu donk...itu baru jawaban yang memuaskan." ujar Tommy.
selesai menghabiskan nasi goreng, merekapun satu persatu meninggalkan meja makan. Cinta masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Rika dan Tommy duduk santai di depan televisi.
__ADS_1