Teman Tapi Cinta

Teman Tapi Cinta
21. SUDAH BOLEH PULANG


__ADS_3

Tomy kembali duduk disamping Cinta. ia memandangi wajah ayu Cinta yang masih terlelap tidur. mungkin efek dari obat yang ia minum, membuatnya tidur dengan nyenyak.


setelah melihat Cinta yang masih tidur dengan pulasnya, Tomy berencana untuk keluar sebentar untuk merokok. sejak tadi mulutnya terasa asam, karena belum merokok.


Tomy mencari tempat yang bisa untuknya merokok, tempat yang jauh dari ruang rawat inap. yang jauh dari pasien. yaitu, di rooftop.


sejenak ia menikmati pemandangan kota dari rooftop, sambil menghisap rokoknya. pemandangan kota dimalam hari, lumayan bisa menghilangkan penatnya.


baru seperempat jam Tomy berada di rooftop, ia sudah merasa kedinginan. karena memang angin malam itu terasa sangat kencang berhembus, sehingga membuatnya kedinginan, meski baru sebentar.


Tomy memutuskan untuk kembali ke ruang rawat inap, dimana Cinta sedang tertidur sangat pulas. tadinya, ia sempat berpikir untuk menelepon Clara, tapi karena takut mengganggu waktu istirahat Clara, Tomy pun mengurungkan niatnya.


"ya sudahlah! mendingan, aku nemenin Cinta aja, aneh juga kalau aku menelepon Clara malam-malam begini." gumamnya, lalu kembali ke ruangn Cinta.


sampai di ruangan Cinta, Tomy memeriksa apakah Cinta masih tidur, atau sudah terbangun dari tidurnya. ternyata Cinta masih tidur dengan nyenyak.


Tomy pun merasa lega, ia takut, Cinta terbangun dan mendapati tidak seorangpun disisinya. ia duduk disebelah tempat tidur Cinta. untuk menghilangkan rasa bosan, Tomy memainkan sebuah game.


sembari memakan kacang asin yang dibawa oleh Reno. Tomy berniat untuk tetap terjaga, agar saat Cinta nanti terbangun, dan membutuhkan sesuatu, ia bisa membantunya.


sudah setengah jam ia duduk memainkan game di ponselnya. namun....matanya terasa berat, Tomy berusaha sekuat mungkin untuk menahan rasa kantuknya.


sekuat apapun ia menahan rasa kantuknya, tetap saja ia tidak bisa, dan akhirnya iapun tertidur disebelah Cinta, dengan posisi duduk.


Pukul dua dini hari, Cinta terbangun dari tidurnya, karena merasa ingin pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil. ia mendapati Tomy tertidur disebelahnya, dengan posisi duduk.


sejenak ia memandangi wajah tampan Tomy, lalu membelai lembut rambutnya. "kasian kamu, pasti badanmu pegal-pegal tidur seperti itu." bisik Cinta dalam hati.


"Tom! bangun, tidur di atas sini!" Cinta membangunkan Tomy.


dengan sigap Tomy Langsung bangun, dan berdiri. karena terkejut, khawatir ada apa-apa dengan sahabatnya itu.


Cinta tertawa geli, melihat tingkah laku Tomy, yang dengan sigapnya langsung berdiri, dan mengatakan: "ada apa? kamu butuh apa? kamu, kenapa?"


"ga ada, Tom. aku hanya ingin ke kamarnya mandi." jelas Cinta tersenyum geli.


"oh...." jawab Tomy.


"ya udah, kamu naik ke atas, ya? ga enak Loh, tidur seperti itu." ucap Cinta, lalu pergi ke kamar mandi, karena sudah tidak tahan lagi, ingin buang air kecil.

__ADS_1


tanpa sadar Tomy pun langsung naik ke atas tempat tidur Cinta. keluar dari kamar mandi, Cinta mengambil segelas air putih, setelah minum, ia kembali berbaring di tempat tidurnya, disebelah Tomy. dan Cinta kembali terlelap dalam tidurnya.


...*****...


Seperti biasa, jam 05:00 pagi Rika sudah bangun, dan sedang sibuk memasak di dapur. Rika memang menyetel alarmnya pada jam segitu. pagi itu, Rika sedang memasak bubur ayam untuk ia bawa ke rumah sakit.


setelah satu jam sibuk di dapur, akhirnya iapun selesai menyiapkan makanan yang akan ia bawa untuk Cinta. selesai menyiapkan semuanya, Rika ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


selesai mandi dan berpakaian rapi, Rika pun bergegas pergi menuju ke rumah sakit, sebelum ia pergi beraktivitas seperti biasa, yaitu bekerja di swalayan terbesar di ibukota.


baru saja Rika melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya, tiba-tiba ponselnya berdering.


"( halo!)" sapanya ditelepon. ternyata yang meneleponnya adalah Reno.


"( halo! kamu sudah mau berangkat?)" tanya Reno ditelepon.


"( iya, ini baru saja mau keluar rumah.)" jelas Rika.


"( ya sudah, aku jemput, ya.)" ujar Reno. lalu menutup teleponnya.


Rika sudah keluar dari rumah sewanya, kini ia berdiri tepat dipinggir jalan, menunggu Reno untuk menghampirinya.


jarak kontrakan Reno ke rumah Rika tidaklah jauh, arah kantor Reno melewati rumah Rika. jadi, mereka sering pergi bersama, saat akan bekerja.


"lama, ya?" sapa Reno.


"lumayan." jawab Rika, lalu masuk kedalam mobil.


"maaf....tadi ada kecelakaan, jadi lumayan macet." jelas Reno.


"it's okey," jawab Rika.


"thank you!" ucap Reno, seraya mencium pipi Rika.


pagi itu, Rika dan Reno pergi lebih pagi ketimbang biasanya. mereka sudah merencanakan semuanya, agar tidak terjebak macet di jalan.


sesuai harapan, merekapun sampai lebih cepat di rumah sakit. belum banyak petugas rumah sakit yang terlihat, karena memang masih sangat pagi. setelah memarkirkan mobilnya, Rika dan Reno bergegas menuju kamar dimana Cinta dirawat.


"pagi...!" sapa Rika saat membuka pintu ruang inap Cinta.

__ADS_1


namun tidak ada jawaban, karena Tomy dan Cinta masih belum bangun dari tidurnya.


"what?! apa yang kalian lakukan?" ucap Rika saat melihat Tomy dan Cinta tidur saling memeluk.


perlahan Cinta membuka matanya, karena mendengar suara Rika. lalu ia terkejut melihat Tomy yang sedang tidur sembari memeluknya.


"dasar mesum!" omel Cinta. Rika hanya tersenyum mendengar ocehan Cinta.


"hmmm... ngatain orang mesum, padahal dia juga menikmati." olok Rika.


"mana ada!" ketus Cinta.


"buktinya, tadi kalian saling peluk." cibir Rika.


"kalian sudah datang?" tanya Tomy sembari mengucek matanya.


"belum!" canda Reno.


"lanjutin aja, tidur saling berpelukan, seperti Teletubbies. berpelukan!" goda Reno.


lalu tertawa terkekeh-kekeh. Rika mencubit lengan Reno, memberi isyarat kepada Reno, untuk menghentikan candaannya yang membuat Cinta dan Tomy malu.


"cuci muka dulu, sana! lalu sarapan. ini udah aku masakin buat kalian berdua." ujar Rika.


"oh ya, bagaimana keadaanmu, Cin?" lanjut Rika.


"udah baikan lah, kan udah dapat pelukan dari Tomy," goda Reno, lagi.


"apa-an sih, Ren." ucap Cinta.


"aku udah baikan, kok." lanjutnya.


"syukur dech! setelah ini, aku dan Reno mau kerja, kamu yang urus Cinta sampai aku pulang ya, Tom." pinta Rika.


"ga perlu, aku udah baikan, kok. kalian kalau mau kerja, kerja aja. aku bisa sendiri. apalagi Tomy baru hitungan hari kerjanya, nanti dipecat, loh." jelas Cinta.


"ga apa-apa, aku bisa minta izin, kok. lagian...anak boss ku yang aku kawal, itu cinta pertama ku. oh ya, aku belum sempat cerita ke kalian berdua," ungkap Tomy.


"siapa, Tom?" tanya Rika penasaran.

__ADS_1


"kamu ingat Clara? dia teman sekelas kalian berdua." cerita Tomy.


"Clara yang kecentilan itu?!" tanya Cinta kaget, dan membesarkan matanya.


__ADS_2