
Ini hari terakhir ospek , semua murid diwajibkan bermalam di sekolah untuk melakukan pengesahan bahwa mereka telah menjadi murid baru di sekolah itu.
Hari itu mereka di minta datang pukul 13.00 wib.
Satu persatu murid-murid mulai berdatangan termasuk Caca.
Mereka diminta untuk menyimpan ransel dan bekal yang mereka bawa, lalu berkumpul di lapangan untuk memulai kegiatan , yg pertama mereka lakukan adalah pembukaan kegiatan dan penyambutan dari ketua Osis. Tiba masuk waktu shalat ashar mereka mulai memasuki mesjid untuk melakukan shalat berjamaah, setelah itu mereka di minta untuk mengumpulkan makanan yang mereka suruh bawa kemarin oleh kakak panita.
Waktunya untuk makan ,kakak panitia mengumpulkan mereka di tengah lapang dan menyimpan satu piring di hadapan. Caca udah punya filling tidak enak karna dia sama sekali belum pernah melakukan hal seperti ini , menurutnya itu sangat menjijikan , dengan nasi yang sangat lembek dan mie yang benar-benar merekah seperti cacing.
Kakak panitia :
Ayo silahkan dimakan , makanan itu harus kalian habiskan dalam waktu 10 menit , kalu tidak kalian habiskan ,kalian akan mendapatkan hukuman !!! Perintah kakak panitia.
Tapi dari tadi bukannya Caca memakan malah Caca pandangi saja nasi dan mie itu dengan wajah jiji, seakan Caca ingin muntah melihat makanan itu.
Kakak panitia mulai mengelilingi murid-murid, dan mendekati Caca.
Kakak Panitia :
Heh ,, kenapa tidak kamu makan ??? kamu tidak takut akan dihukum ??? Dengan nada ketus kakak panitia itu memerintahkan Caca
Caca :
Aku lebih baik di hukum dari pada harus memakannya.
Kakak Panitia :
Ayo coba paksakan sedikit saja. Sambil menyodorkan sendok berisi mie dan nasi. Pinta kakak panitia yang lainnya dengan nada rendah
Alih-alih memakannya Caca malah muntah sejadi jadinya di depan teman-temannya , semua temannya hanya memandangi Caca yang sedang menangis karna tak mau dipaksa.
Adit :
huuuhhh ,,, dasar anak manja kaya gitu aja nangis. Dari kejauhan Adit berteriak sambil memakan makanannya.
Caca tak menghiraukan omongan Adit yg dia lakukan hanya menangis, akhirnya kakak panitia nya mengalah pada Caca karna tidak boleh ada kekerasan selama ospek.
Shalat maghrib tiba , Caca berjalan sendiri sambil membawa mukenanya.
__ADS_1
Ada seorang laki-laki mendekatinya ternyata itu Adit.
Adit :
kenapa tadi sampai seperti itu sih ???
Caca :
Kenapa apanya ??? Sambil melirik Adit sekilas dan membuang wajahnya kembali ke sembarang arah.
Adit :
Sampe muntah , nangis-nangis pula ,kan manja banget. Celetuk Adit
Caca:
Peduli apa kamu dengan aku ?? kepo banget sih jadi orang !!
Adit :
Peduli lah , kamu kan temanku !! Ucapnya dengan wajah datar.
Selama ini tak pernah ada yang seperhatian itu pada Caca, bahkan ayahnya pun tak pernah memperhatikan hidupnya.
Caca sudah tidak mempunyai ibu semenjak dia berumur 7th. Ibu nya meninggal karna penyakit diabetes yang sudah parah.
Adit pun berlalu melewati Caca , Caca hanya melihat Adit berjalan sambil mematung masih tidak percaya ada orang yang peduli kepadanya.
Tepat pukul 23.00 mereka melakukan kegiatan api unggun , entah secara kebetulan atau sengaja Adit tiba-tiba duduk di sebelah Caca.
Adit :
Kamu suka tidak api unggun ?? Adit bertanya pada Caca tanpa melihat wajah Caca.
Caca :
Lumayan lah.. Jawabnya
Tapi sebenarnya perasaan Caca tak seperti yang diucapkan. Caca tak tahu saat melihat api unggun dia merasa bahagia.
__ADS_1
Entah itu perasaan bahagia melihat api unggun atau perasaan karna Adit duduk di dekatnya.
Caca :
Kenapa kamu mau berteman denganku ??? Tanyanya karna panasaran.
Adit:
Kenapa ?? Tidak boleh ??
Adit memandangi Caca seakan aneh dengan pertanyaan Caca.
Menurut Adit berteman dengan siapa saja sah sah saja , sepeti ada yang aneh dengan Caca pikir Adit.
Caca diam saja tidak menjawabnya.
Ospek telah selesai mereka berhamburan pulang , Seperti biasa Caca tidak akan pulang sebelum temannya semua tidak terlihat.
Caca tidak tahu Adit menunggunya diluar kelas , saat Caca berjalan ternyata Adit membuntutinya.
Caca:
Apa yang kamu lakukan ???? Sambil melirik Adit yang sudah ada di sebelahnya.
Adit:
Tidak ada, aku hanya ingin meminta no telpon mu,, hehehe. Sambil cengengesan Adit malu-malu tapi mau.
Caca berfikir tidak mungkin ia berbohong tidak mempunyai no telpon ,, dengan berat hati akhirnya Caca memberikan no telponnya pada Adit.
Caca:
ini ,, tapi awas jangan kamu sebarin no telpon ku pada siapapun. Dengan nada yang agak tinggi Caca mewanti-wanti Adit
Adit:
Ok , aku janji tidak akan memberikannya pada siapun. Kalau begituu aku pulang duluan yah, terimakasih. Adit pergi meninggalkan Caca dengan wajah bahagianya.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya para reader, karna jempol kalian semangatku 😁
__ADS_1