Teman Tapi Cinta

Teman Tapi Cinta
27. KESEPIAN


__ADS_3

Tomy cepat-cepat memarkirkan motornya, lalu masuk kedalam mobil yang sudah disediakan oleh Deni, atas perintah tuan Jimmy, boss mereka.


Clara sudah lebih dulu masuk, dan duduk manis disebelah kiri Tomy. Clara benar-benar sudah tidak sabar lagi, ingin segera pergi keluar dari rumahnya.


senyum manis selalu menghiasi wajah cantiknya. terlebih ia mengenakan rok span warna hitam di atas lutut dan kemeja putih lengan panjang, dan membiarkan kancing bagian atas terbuka.


sehingga sebagian lekukan dadanya terlihat, dan membuat Tomy menelan ludah, menahan gejolak didalam dadanya.


sesekali Tomy melirik ke arah Clara, mencuri-curi pandang. dan sepertinya Clara menyadarinya. "sebelum ke kantor, kita main dulu, yuk?" ajak Clara.


"jangan, Clara! nanti tuan besar marah." ujar Tomy.


"tenang aja, nanti aku yang akan bertanggung jawab, jika Papi marah, ok?" bujuk Clara.


"tidak! aku tidak mau! sebaiknya, kita selesaikan dulu pekerjaan kita, baru setelah itu, kita bisa pergi bersenang-senang." nasehat Tomy.


"eh! kamu, maksudnya. bukan kita." lanjut Tomy, lagi.


"baiklah! demi kamu, aku nurut." sahut Clara, pasrah.


"nah! gitu, dong....jangan bandel!" puji Tomy.


"kamu udah sarapan, belum?" tanya Clara.


"MMM....belum." jawab Tomy jujur.


"ya sudah, kita cari tempat makan dulu, ya?" ajak Clara.


"baik, tuan putri!" sahut Tomy.


beberapa kilometer kemudian, mereka berhenti di restoran sejenak untuk mengisi perut mereka yang mulai keroncongan.


Cuaca pagi itu kurang bersahabat, matahari seperti enggan keluar, dan langit diselimuti awan hitam.


setelah memesan makanan, Tomy dan Clara pun segera menyantap makanan mereka, karena memang sudah sejak tadi menahan lapar.


baru saja mereka makan, tiba-tiba diluar turun hujan. banyak pengendara roda dua yang berhenti sekedar menumpang berteduh didepan restoran.


sudah hampir satu minggu ini dibulan Desember memang sering turun hujan. selesai makan, mereka berdua tidak bisa langsung melanjutkan perjalanan.


terpaksa Tomy dan Clara harus menunggu hujan reda terlebih dahulu. padahal perjalanan mereka masih panjang.


"bagaimana, apakah kita akan tetap melanjutkan perjalanan?" tanya Tomy.


"kenapa enggak?" tanga Clara balik.

__ADS_1


"diluar sedang turun hujan..." Tomy tidak melanjutkan kalimatnya.


"kita didalam mobil, bukan?" sahut Clara.


"ya sudah, kita lanjutkan!" ujar Tomy, pasrah.


sudah hampir satu jam mereka menunggu hujan reda, namun tidak ada tanda-tanda bahwa hujan akan berhenti. takut terlalu lama menunggu, Tomy nekat keluar restoran menuju parkiran, untuk mengambil payung, dan menjemput Clara.


"ayo kita lanjutkan perjalanan!" ajak Tomy memegang payung.


tanpa menjawab, Clara bangkit dari duduknya, dan berjalan beriringan dengan Tomy yang memayunginya.


tidak disangka-sangka oleh Tomy, Clara akan memeluknya sembari berjalan disebelahnya. dan itu membuat jantung Tomy berdegup kencang. debaran yang dulu pernah ia rasakan saat bersama Clara, memang sempat padam.


tapi diawal Desember ini, rasa itu seolah kembali bangkit. begitu juga yang dirasakan oleh Clara. meskipun merasa gugup setiap berada disisi Tomy, tapi Clara mencoba memberanikan diri untuk lebih agresif.


sampai di parkiran, Tomy membukakan pintu untuk anak bossnya itu. Clara menolak untuk duduk di kursi belakang, ia meminta untuk duduk disebelah Tomy.


dan Tomy hanya bisa menuruti permintaan Clara, karena dia ada untuk melayani dan melindungi anak kesayangan boss Jimmy.


Sementara Tomy dan Clara sedang berada diperjalanan menuju kantor cabang yang ada di Bandung, berbeda dengan Cinta, yang hanya bisa tiduran di rumah saja.


sebenarnya Cinta merasa sangat bosan, dan ingin pergi keluar sekedar menikmati hujan yang sedang turun.


tapi Rika melarangnya dengan alasan di luar cuacanya sangat dingin. Cinta hanya bisa pasrah, dan menuruti perintah Rika, yang ada benarnya.


Reno masih belum bisa pulang, karena terjebak hujan yang sejak tadi belum reda. dan Rika tidak enak jika harus meninggalkan Reno duduk sendiri menunggu hujan reda.


dan Rika terpaksa membiarkan Cinta sendirian didalam kamarnya, demi menemani kekasih hatinya.


lama duduk sendirian, Cinta merasa lelah dan ingin merebahkan tubuhnya. baru saja ia hendak merebahkan tubuhnya, ponselnya berdering. cepat-cepat ia mengangkat teleponnya.


berharap yang meneleponnya adalah Nicholas. karena sejak tadi ia menghubungi Nicholas, namun tidak ada jawaban.


Cinta meraih ponselnya yang baru saja ia letakkan di atas meja rias di kamarnya. dan melihat siapa yang menelepon.


tertera dilayar ponselnya, nama Tompel yang memanggil. tompel adalah nama panggilan Cinta untuk Tomy


"( halo!)" sapa Cinta ditelepon.


"( kamu lagi di rumah, kan?)" tanya Tomy.


"( ya-iyalah! emang dimana, lagi?!" jawab Cinta bete'.


"( kamu kenapa?)" tanya Tomy, yang mendengar suara Cinta seperti sedang kesal.

__ADS_1


"( Menurut, Lo?!)" tanya Cinta kesal.


"( ya mana aku tau! kan aku ga di rumah, Centong!)" sahut Tomy.


Centong adalah nama panggilan untuk Cinta dari Tomy.


"( kalian sedang bersama pasangan kalian masing-masing, sedang aku? hanya terkurung sendiri dikamar.)" keluh Cinta kesal.


"( sabar...kan kamu masih sakit. makanya, cepat sembuh, ya?! ya sudah, istirahat sana!)" perintah Tomy, dan mengakhiri pembicaraan mereka ditelepon.


"Cinta!" panggil Rika, dan langsung masuk kedalam kamar Cinta.


"kamu tidur?" lanjut Rika.


"belum, baru mau tidur." jawab Cinta singkat.


"ya sudah, tidurlah!" sahut Rika, menyelimuti tubuh Cinta, lalu keluar dari kamar Cinta.


"bagaimana keadaan, Cinta?" tanya Reno yang melihat Rika baru keluar dari kamar Cinta.


"sepertinya baik-baik, saja." jelas Rika.


"ya sudah, aku pulang dulu, ya?" pamit Reno.


"tapi diluar masih ujan, Ren." ujar Rika.


"ga apa-apa, kan aku bawa mobil." sahut Reno.


"ya sudah, aku antar, ya?" Rika pergi mengambil payung untuk mengantarkan Reno sampai ke mobilnya.


Sementara itu, Cinta masih belum bisa menutup matanya, pikirannya masih saja tertuju kepada Nicholas yang masih belum juga menghubunginya.


Cinta bangun dari tidurnya, ia hendak ke kamar mandi untuk buang air kecil. saat baru keluar kamar mandi, ponselnya kembali berdering. tapi ia malas untuk mengangkatnya.


ia takut akan kecewa lagi, jadi Cinta mengacuhkan suara ponselnya yang masih belum berhenti berdering.


"siapa sih, bikin bete' aja!" umpatnya dalam hati, sambil berjalan santai.


tetap saja ia penasaran, siapa yang menelepon. didekatinya ponsel yang belum juga berhenti berdering.


saat ia melihat dilayar ponselnya, nama my love memanggil, dengan cepat ia meraih ponsel pintarnya.


tapi saat ia mencoba mengangkat panggilan dari kekasihnya, tiba-tiba ponselnya berhenti berdering.


Cinta berdiri menatap ponselnya dengan rasa kecewa. "kenapa ga aku telepon balik aja, ya?" tanya Cinta dalam hati.

__ADS_1


lalu meraih handphonenya, dan melakukan panggilan ke nomor kekasihnya Nicholas.


__ADS_2