Teman Tapi Cinta

Teman Tapi Cinta
Galau


__ADS_3

Hari hari berlalu , Adit dan Caca sudah sangat dekat. Apapun yang Caca rasakan selalu Caca bagi pada Adit, bahkan cerita Ayah nya yang sedang dekat dengan seorang wanita.


Jam istirahat di lapang basket sekolah Adit sedang main basket bersama teman laki-laki, Caca yang sejak tadi hanya menunggu Adit hanya mengotak atik handphone nya saja.


Akhirnya Adit selesai main basket, Caca langsung mendekati Adit.


Caca:


" Dit, mau curhat dong." dengan wajah nya yang sedih, dari semalam Caca ingin bercerita pada Adit tapi tidak enak karna Adit kemarin sudah bertanding basket takutnya Adit lelah.


Adit:


"Kaya kesiapa aja sih Ca pake basa basi ,, biasanya juga ngomong ya ngomong aja."


kenapa???"


Caca sebenarnya males buat cerita masalah ini sama Adit tapi bingung juga mau siapa lagi yang mau dengerin dia cerita dan ngasih solusi padanya.


Adit:


"woy malah ngelamun, cepetan cerita, aku haus nih mau ke kantin."


Caca:


"Gini Dit , hmm". Caca terdiam kembali seolah bingung harus dari mana ceritanya.


Adit:

__ADS_1


"tumben banget sih mau cerita susah banget, udah yu ah ke kantin, ceritanya di kantin." Sambil menepuk pundak Caca dan berlalu berjalan meninggal Caca yang masih terdiam.


Caca:


"cerita jangan yah?? pikirnya dalam hati.


Caca ikut menyusul Adit ke kantin, akhirnya disana Caca meyakinkan dirinya untuk bercerita.


Caca:


"Ayah mau nikah lagi Dit !!!


Adit:


"Bagus dong jadi kamu punya ibu lagi, hehehehe." Adit tersenyum seenaknya ,karna Adit tahu Caca sangat tidak mau mempunyai ibu baru.


Caca:


Adit:


"dengerin Adit, Ca. Sudah waktunya kamu mengijinkan Ayah menikah. Kasian ayah kan perlu seorang yang ngurus.


Caca:


"Aku bisa kok urus ayah, ada bi wati lagi ! dari nyuci baju, setrika, nyiapin makan bi wati bisa. Apa coba yang kurang, kasih sayang kan ada aku yang selalu menyayangi Ayah , walaupun ayah tidak perhatian sama aku , tapi aku sayanb ayah kok." dengan lugu nya Caca menyampaikan apa yang ada dipikirannya.


Adit:

__ADS_1


"Aku males ngomong sama kamu ah , kamu oon egois tidak mengerti keinginan orang tua ." Adit terdiam sambil meminum minuman yang tadi di belinya.


Caca:


"Nah ini kenapa dari tadi Caca bingung mau cerita sama kamu , pasti gini kan malah bikin bt.


Adit:


"Ya udah ah tidak usah bahas ini , aku juga malah jadi kesel ngomong sama kamu, mau ngomong jungkir balik juga tetep aja oon ,, hahahhaha." Adit berlari menuju kelas karna Caca pasti akan memukulnya


Caca:


"Aditya Putraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa." Teriak Caca yang tak di hiraukan Adit.


***


Didalam kelas Caca duduk diam menyoret nyoret buku yg masih kosong. Caca tidak ingin berbicara pada Adit, Caca sangat kesal dengan kelakuan Adit. Adit sendiri dengan santai nya duduk disamping Caca, sambil ngajak Caca berbicara pada Caca yang tak di hiraukan Caca.


Adit:


" kamu marah sama aku ???" Adit malah menggoda Caca yang sedang cemberut tanpa menjawab pertanyaan Adit. "maafin Aku yah, nanti pulang sekolah kamu pulang ke rumah aku yah, kamu cerita aja sama ibu biar kami ngerti kenapa kamu harus ngijinin Ayah kamu nikah lagi."


Tanpa ada jawaban dari Caca, tapi dalam hati nya Caca bertanya tanya kenapa harus ibu Adit yang jelasin segala sih.


Caca sudah dekat dengan keluarga Adit, bahkan ibu Adit sudah menggap Caca anaknya, kakak dan adik Adit pun sudah menggap caca saudara mereka. Mereka kasian dengan keadaan Caca yang seperti sebatang kara karna tidak pernah mendapat kasih sayang dari ayah yang dia hanya punya.


Makasih yang udah mampir ke novel ku.

__ADS_1


maaf kemarin gak up karna ada urusan.


__ADS_2