
Mendengar penjelasan dari Susi, kini Cinta mengerti, bahwa yang ia lakukan bukanlah suatu kesalahan.
Mencintai seseorang, bukan berarti harus menyerahkan segalanya yang kita miliki.
"jika Nicholas benar-benar mencintaimu, dia tidak akan menuntut apapun darimu." terang Susi.
Cinta merasa puas sekaligus sedih, mendengar penjelasan dari Susi. sedih karena sepertinya kekasihnya selalu menuntut akan pembuktian ketulusan cintanya.
dengan menyerahkan hal yang paling berharga dalam hidupnya.
"Cin, udah sore, aku pulang dulu,nya?" pamit Susi.
"terima kasih, ya. udah mau mampir kesini." ucap Cinta.
"kapan kamu masuk, kerja?" tanya Susi.
"mungkin, lusa." sahut Cinta.
"oh, cepet sehat, ya!"
"thank you!"
Cinta mengantarkan Susi sampai taksi online yang ia pesankan untuk temannya datang. mereka duduk di teras rumah, sembari menunggu, ia dan Susi berbincang-bincang.
sesekali terdengar gelak tawa dari keduanya. sementara itu, Rika baru bangun dari tidurnya, ia pergi ke kamar Cinta, untuk memeriksa apakah Cinta masih di kamarnya.
mengetahui Cinta tidak ada di kamarnya, Rika panik, dan berteriak memanggil Cinta. ia memeriksa kesemua ruangan, hingga akhirnya, ia mendengar suara tawa dari luar rumah.
"oh...disini rupanya kamu, kenapa kalian duduk diluar?" sapa Rika, yang baru menemukan Cinta sedang duduk di teras bersama Susi teman kerjanya.
"kami sedang menunggu taksi." jawab Cinta.
"memangnya, kalian mau, kemana?" tanya Rika.
"ga kemana-mana," jawab Cinta.
"taksinya untuk aku, Ka." jelas Susi.
"kamu udah mau pulang?" tanya Rika lagi.
"iya..." sahut Susi.
"oh...emang kapan kamu datang, kok udah mau pulang aja." tanya Rika lagi.
"udah dari tadi, Ka. eh, taksinya datang, tuh!" ujar Susi, yang melihat sebuah mobil Avanza Xenia berhenti didepan pintu gerbang rumah mereka.
"aku pamita, ya?" ujar Susi bangkit dari duduknya, menuju mobil yang berhenti diluar gerbang.
"hati-hati, ya!" ucap Rika. Cinta hanya tersenyum melepas kepergian temannya, sembari melambaikan tangan ke arah Susi.
setelah mobil menghilang dari pandangan mereka, Rika dan Cinta pun pergi masuk kedalam.
"udah jam segini, kok Tomy belum juga pulang, ya?" ujar Rika.
"entahlah...." sahut Cinta.
"hemm...kita masak apa ya, sore ini?" tanya Rika.
"terserah kamu aja, Ka." sahut Cinta, sembari membuka pintu kamar.
__ADS_1
"kita pesan aja, ya? aku lagi males masak, nih?!" tanya Rika, lagi.
"ya!" sahut Cinta, dari dalam, sambil menutup pintu kamarnya.
Cinta merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, tubuh dan pikirannya terasa lelah, ia ingin tidur untuk menghilangkan rasa lelahnya.
baru saja ia membaringkan tubuhnya, perlahan matanya pun terpejam. Cinta tidak peduli kalau saat ini sudah jam setengah empat sore, yang penting ia bisa beristirahat.
"Cinta! makanan udah sampai, nih. makan, yuk?!" ajak Rika, saat baru saja menerima paket makanan yang ia pesan.
karena tidak ada jawaban, Rika bergegas ke kamar Cinta. "Cinta!" panggil Rika.
sampai didalam kamar, Rika mendapati Cinta sedang tertidur dengan pulasnya. ia tak sampai hati untuk membangunnya, dan iapun keluar dari kamar Cinta.
******
Pukul 18:15, Cinta baru membuka matanya, sadar senja sudah datang menggantikan tugas matahari, iapun segera bangun dari tempat tidurnya.
Cinta pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. karena sudah Maghrib, Cinta mengambil air wudhu, lalu menunaikan ibadah shalat Maghrib.
"Cinta!" panggil Rika lagi. Rika mengira Cinta belum bangun, dan ia berniat untuk membangunkannya karena hari sudah Maghrib.
tapi saat Rika membuka pintu kamar Cinta, ternyata Cinta sedang melakukan kewajibannya sebagai seorang muslimah.
Rika pun kembali keluar dari kamar Cinta. dan berniat akan menunaikan ibadah shalat Maghrib juga.
selesai shalat, Cinta tak lupa berdoa, memohon petunjuk kepada sang pencipta. meminta perlindungan dari perbuatan yang bisa menjerumuskannya kedalam neraka jahanam.
setelah merasa puas telah mengadukan semua permasalahannya, Cinta keluar dari kamarnya, menghampiri Rika didalam kamarnya.
"Rika!" panggilnya.
"masuk!" jawab Rika, dari dalam kamarnya.
"kamu udah selesai, shalatnya?" tanya Cinta.
"udah!" jawab Rika.
"makan, yuk? lapar, nih." keluh Cinta.
"maaf, tadi aku udah makan duluan. pas makanan baru nyampe, kamu tidur, ya udah, aku makan aja duluan." jelas Rika.
"terus, makanan buat aku, mana?" tanya Cinta lagi.
"ada, udah aku panasin, kok. tuh, di meja makan." jelas Rika.
"baiklah, aku makan dulu, ya?" ujar Cinta, keluar dari kamar Rika.
"ya!" sahut Rika. yang sedang melipat mukenanya.
"jangan lupa minum obatnya," ucap Rika, meletakkan beberapa butir obat didepan Cinta.
"iya, thank you!" ucap Cinta, sembari memasukkan sesuap bubur ke mulutnya.
Rika duduk didepan Cinta, menemaninya makan.
"gimana? enak ga, buburnya?" tanya Rika.
"lumayan!" jawab Cinta, menikmati makanannya.
__ADS_1
"(halo! udah jam segini, kok belum pulang, Tom?)" tanya Rika menelepon Tomy.
"(iya, tadi aku antar Clara ke kantor cabangnya di Bandung.)" jelas Tomy.
"(ada apa, Ka?)" tanya Tomy, Balik.
"(enggak, cuma pengen tahu, aja.)" jawab Rika.
"(sekarang masih di Bandung, atau udah pulang?)" lanjut Rika.
"(ini udah diperjalanan pulang, sih. Cinta gimana?)" tanya Tomy, lagi.
"(Cinta baik-baik, aja. ya udah, hati-hati dijalan, ya.)" pesan Rika.
"(tunggu! bisa bicara dengan Cinta?)" pinta Tomy.
Rika menyodorkan handphonenya ke arah Cinta, yang baru saja menghabiskan makanannya.
"ha..?!" Cinta bingung, dan tidak mengerti maksud dari Rika yang menyodorkan handphonenya.
"Tomy mau bicara," jelas Rika.
"oh....
"(ada apa, Tom?)" tanya Cinta ke Tomy, ditelepon.
"(gimana keadaan, kamu?)" tanya Tomy.
"(aku, baik!)" jawab Cinta.
"(kamu udah, makan?)" tanya Tomy, lagi.
"(udah! ini, baru selesai.)" jelas Cinta.
"(ya udah, aku mau melanjutkan perjalanan, takut kemalaman dijalan.)" Tomy menutup teleponnya.
"mau teh, hangat?" Rika menawarkan kepada Cinta.
"boleh!" jawab Cinta.
"yuk! kita minum tehnya di depan." ajak Rika
"ayo!" sahut Cinta, lalu bangun dari duduknya, berjalan mengikuti Rika.
"hhhh....! sebaiknya, kita nonton film apa, ya?" ujar Rika, menyalakan televisinya.
"bagaimana, kalau drama Korea?" sahut Cinta, antusias.
"hemmm....ide, bagus!" ujar Rika.
"genrenya?" tanya Rika sembari melihat judul drama Korea.
"apa aja, dech! terserah kamu, aja." sahut Cinta, pasrah.
"baiklah, akan aku Carikan drama Korea yang menurutku bagus," gumam Rika.
sementara Rika yang sedang sibuk mencari drama yang akan mereka tonton, Cinta pun sibuk dengan ponselnya.
terlihat dari ekspresi wajah Cinta, sepertinya lagi-lagi Nicholas sulit dihubungi. tapi ia tidak mau Rika sampai tahu kebenarannya.
__ADS_1
Cinta berusaha menutupi rasa kecewanya didepan Rika. Cinta tidak ingin, pemuda yang ia cintai semakin dibenci oleh sahabat yang sudah seperti saudara sendiri.
"nonton apa, kita?" tanya Cinta, mengalihkan perhatiannya pada ponselnya.