Teman Tapi Cinta

Teman Tapi Cinta
24. DIRAWAT LAGI.


__ADS_3

Mengetahui Cinta benar-benar tidak sadarkan diri, Nicholas segera membawanya ke mobil, untuk ia bawa ke rumah sakit.


Setelah membaringkan tubuh Cinta di bangku belakang mobilnya, iapun segera pergi meninggalkan restoran tersebut.


"ya Allah...ada apa dengan kekasihku ini? apa jangan-jangan... Cinta keracunan?" gumamnya lirih.


karena khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan, Nicholas menambah kecepatan laju kendaraannya.


untungnya, tak jauh dari restoran ada rumah sakit. tanpa pikir panjang, Nicholas membelokkan arah mobilnya, memasuki pekarangan rumah sakit itu. segera setelah memarkirkan mobilnya,


Nicholas mengangkat tubuh wanita yang ia cintai, masuk kedalam ruang IGD. "Sus! tolong!" panggilnya.


"kenapa ini, mas?" tanya perawat.


"entahlah, Sus. aku juga bingung.kenapa bisa seperti ini." jelas Nicholas


lalu beberapa petugas kesehatan pun dengan sigap, segera memeriksa keadaan Cinta.


setelah pemeriksaan selesai, sebelum menjelaskan apa yang dialami oleh Cinta, dokter menanyakan, apa yang sudah Cinta makan, sehingga bisa sampai seperti ini.


Nicholas pun menceritakan bahwa mereka sedang makan siang disebuah restoran. dan tiba-tiba, sesaat setelah menghabiskan makanannya, Cinta jatuh tak sadarkan diri.


lalu dokter pun menjelaskan bahwa, lambung wanitanya itu sedang bermasalah. dan dokter menyarankan untuk merawat inap Cinta, agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Nicholas diam karena bingung harus bagaimana. ia tidak punya keberanian untuk menghubungi Rika maupun Tomy. satu-satunya cara ialah, menunggu Cinta sadar dari pingsannya.


Nicholas menghubungi atasannya, memberitahu jika ia tidak bisa masuk kantor, dikarenakan sakit. karena ia tidak sampai hati jika harus meninggalkan Cinta sendiri di rumah sakit.


kini Nicholas duduk gelisah menatap iba kekasihnya. dokter sempat menjelaskan bahwa, sepertinya wanitanya ini, belum lama ini pernah dirawat inap di rumah sakit.


karena dokter melihat adanya bekas jarum infus ditangan Cinta. mengingat penjelasan dari dokter, Nicholas memeriksa tangan kekasihnya.


dan benar saja, ia melihat ada bekas jarum di tangan Cinta, bahkan masih terlihat sangat jelas. itu artinya, belum lama ini, Cinta dirawat.


"tapi kenapa Cinta tidak menceritakannya padaku? " bisiknya dalam hati.


Nicholas baru sadar, kalau kekasihnya itu, bukan tipe wanita yang mau menceritakan kekurangannya, atau kesedihannya. dengan alasan, tidak ingin membuat orang lain khawatir.


****


Sementara itu, Rika sedang berkemas untuk pulang. karena jam sudah menunjukkan pukul setengah satu siang. dan jam kerjanya telah usai.


sebelum pulang, Rika menyempatkan mampir ke tempat penjualan buah di swalayan tempatnya bekerja. yaitu dilantai dasar.

__ADS_1


setelah memilih beberapa buah segar kesukaan Cinta, Rika pun segera keluar dari swalayan tersebut.


Reno sudah menunggu di dalam mobilnya. dan merekapun pergi meninggalkan parkiran, menuju pulang.


"dari tadi aku menghubungi Cinta, tapi tidak ada jawaban." ucap Rika lesu.


"kenapa?" tanya Reno.


"entahlah....


"bagaimana dengan Tomy?" lanjut Reno.


"nomornya ga aktif." jelas Rika.


"mungkin Cinta sedang tidur." ujar Reno, yang coba menenangkan hati kekasihnya.


"tidak biasanya Cinta tidur sampai tidak mendengar suara telepon berdering." lanjut Rika.


"bisa aja, Ka. mungkin karena pengaruh obat yang ia minum." terang Reno.


"mudah-mudahan seperti itu." sahut Rika, penuh harap. lalu suasana di dalam mobil hening, Rika dan Reno hanyut dalam pikiran masing-masing. hingga akhirnya, mobil Reno berhenti didepan pintu pagar besi Rika.


"duluan ya, Ren." Rika turun dari mobil.


Reno menarik tanagn Rika, lalu mengecup pipi Rika.


"Assalamualaikum!" ucap Rika seraya membuka pintu rumahnya.


tidak ada jawaban dari dalam rumah, Rika memeriksa didalam kamar Cinta, mengira Cinta sedang tertidur pulas di kamarnya.


namun saat ia membuka pintu kamar Cinta, ia tidak melihat Cinta ada di tempat tidurnya. kini Rika memeriksa kamar mandi, Rika tetap tidak melihat adanya Cinta.


sedikit berlari Rika menuju kebelakang untuk mengecek di dapur. "Cin! Cinta!" panggil Rika sambil menatap disekeliling dapur. Rika duduk lemas di meja makan.


"kemana kamu sebenarnya, Cinta?" gumam Rika sedih. tiba-tiba Rika menepuk keningnya.


"kenapa ga aku telepon aja, ya?" gumamnya tersenyum, menyadari kebodohannya.


sudah hampir lima menit Rika menghubungi Cinta, namun nomor Cinta yang ia hubungi, operatornya mengatakan bahwa, (nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, atau berada diluar jangkauan).


Rika benar-benar sudah kehabisan akal, ia tidak tahu harus bagaimana lagi cara untuk menemukan keberadaan Cinta.


Rika kembali masuk kedalam kamar Cinta, berharap ada petunjuk di kamarnya. saat masuk kedalam kamar Cinta, Rika mendapati Tomy yang sedang terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


"Tomy! bangun! woi!" panggil Rika, membangunkan Tomy sembari menggoyang-goyangkan tubuh Tomy.


"ada apa sih, Ka?" tanya Tomy sembari mengucek matanya yang masih belum sepenuhnya terbuka.


"Cinta mana?" tanya Rika dengan nada tinggi.


"bukannya dia, tidur?" jelas Tomy.


"tidur dimana?" tanya Rika kesal.


"ya disi...." kalimat Tomy terhenti, saat ia menoleh ke arah tempat tidur Cinta, dan mendapati Cinta sudah tidak ada di tempatnya.


"mungkin sedang di kamar mandi." tebak Tomy.


"ga ada, Tomy! aku sudah mencarinya kemana-mana, bahkan di setiap sudut rumah ini." jelas Rika emosi.


"apa?!" tanya Tomy kaget. lalu berdiri dan mulai memeriksa ke setiap ruangan.


"tapi tadi dia tidur ditempatnya. makanya aku juga tidur." jelas Tomy, setelah memeriksa ke beberapa ruangan, dan tak melihat adanya Cinta.


"percuma, aku sudah mencobanya, tapi nomornya ga aktif." ujar Rika lesu, yang melihat Tomy meraih ponselnya, berniat akan menghubungi Cinta.


"terus...? gimana, dong?" tanya Tomy bingung.


"entahlah..." timpal Rika tertunduk.


keduanya sama-sama terdiam, suasana di kamar Cinta hening, tidak sepatah katapun keluar dari mulut mereka. sepertinya, mereka sedang berpikir, kira-kira sahabat malangnya itu ada dimana.


"kamu sudah menghubungi, Nicholas?" tanya Tomy, memecah keheningan didalam kamar Cinta.


"belum, oh iya-iya. kenapa aku tidak kepikiran kesitu?" tanya Rika untuk dirinya sendiri. lalu mencari nomor telepon Nicholas.


"Nicholas! apakah Cinta sedang berada bersama kamu?" tanya Tomy, ditelepon. yang ternyata sudah lebih dulu menghubungi Nicholas.


Rika yang sedang mencari nomor telepon Nicholas, tiba-tiba menghentikannya, dan mendengarkan percakapan mereka. ia mendekati Tomy, dan memasang telinga didekat Tomy.


"halo! Nicholas! aku tahu kamu ada disana, dan aku tau kamu mendengar suaraku." panggil Tomy, karena belum ada Jawaban dari Nicholas.


setelah diam beberapa saat, akhirnya Nicholas pun mau bicara dengan Tomy ditelepon.


"iya, saat ini, Cinta sedang berada di rumah sakit, dan sedang tidak sadarkan diri." jelas Nicholas terbata-bata.


"rumah sakit mana?" tanya Tomy, tak sabar.

__ADS_1


"aku sharelok aja, ya?" ujar Nicholas.


"oke! cepat!" sahut Tomy.


__ADS_2