
Aku pergi ke sekolah dan bertemu Indra.
"Aku ngerti kenapa kamu mau menjauh dari aku pasti karena Desi cemburu. Aku salah sama Desi dan kamu. Aku minta maaf ya.. Dia gak suka aku dekat sama kamu padahal kita teman dan aku udah jelasin sama dia.." kataku Indra.
"Iya.. Indra aku ke kelas dulu. " kataku
"Iya.." kata Indra
Saat aku duduk, Desi menghampiriku.
"Maafin aku Sania.. Aku terlalu cemburu jadi aku begitu sama kamu. Tapi sekarang aku mengerti hubungan kamu sama Indra " kata Desi
"Iya.. Syukurlah kalau kalian baik baik aja, aku gak mau merusak hubungan siapa pun" kataku
"Iya aku salah nilai kamu Sania, ternyata kamu selain cantik juga baik" kata Desi
"Udah belajar aja.. Gak usah bahas ini lagi" kataku
"Iya.. Aku ke tempat duduk " kata Desi
"Iya.." kataku
Lalu, Trisa bilang sama aku.
"Aku tahu kamu gak ada niat seperti itu, mereka aja yang terlalu kekanak kanakan" kata Trisa
"Iya.. Trisa.. Kamu terlalu cuek sih jadi gak mengerti Desi sama Rena. " kataku
"Ya bukan aku gak mengerti San, tapi mereka aja yang berlebihan masa salahin kamu" kata Trisa
"Udah ah.. Belajar lagi" kataku.
Saat bel istirahat, Aku dan Alex makan bersama dan pergi ke perpustakaan. Ternyata Aldo mencari aku.
"Lihat Sania gak? "kata Aldo
"Gak.." kata teman lain
"Lihat tadi ke perpustakaan sama Alex" kata teman yang lainnya
"Oh.. Makasih" kata Aldo
"Sama sama, Do" kata temannya
Saat Aldo masuk perpustakaan dia melihat aku dan memanggilku.
"Sania.. " kata Aldo
"Aldo.." kataku
"Aku mau bicara sama kamu" kata Aldo
"Apa lagi? " tanyaku
"Kamu udah putus sama Firman?" tanya Aldo
"Iya.. Emang kenapa? " tanyaku
"Aku senang mendengarnya" kata Aldo
"Maksud kamu? " tanyaku
"Ya.. Supaya dia gak nyakitin kamu" kata Aldo
"Iya makasih" kataku
"Apa dia masih SMS kamu? " tanya Aldo
"Terakhir waktu malam" kataku
"Bilang apa dia? " tanya Aldo
"Dia bilang selamat tinggal" kataku
__ADS_1
"Baguslah.. Dia harus menjauh dari kamu, kamu harus lupain dia" kata Aldo
"Ya.. " kataku
"Kalau tadi Desi bicara apa sama kamu?" tanya Aldo
"Gak.. Cuma minta maaf karena ada kesalahpahaman aja" kataku
"Baguslah.. Kalau dia atau Rena bilang sesuatu yang menyakiti kamu, kamu bilang aja ya.. " kata Aldo"
"Iya.. "kataku
"Aku benar benar gak suka kalau mereka seperti itu sama kamu, Sania" kata Aldo
"Aku ke kelas dulu ya.. Aldo.. Alex" kataku
"Aku ikut Sania.. Sabar ya.. Aldo" kata Alex
"Aku juga mau ke kelas bareng yuk" kata Aldo
"Ayo.. " kata Alex
Aku, Alex dan Aldo masuk ke kelas, lalu kata guru aku harus ke kelas 2 untuk meminta indah karena hari ini hari jumat.
"Saya.. Bu" kataku
"Iya Sania" kata bu guru
"Iya.. "kataku
Saat sampai di kelasnya, mereka langsung berisik.
"Cie.. Angga, ada adik kelas" kata teman kak Angga
"Hai Sania.. " sapa Angga
"Iya kak.. Aku kesini mau mengumpulkan infaq" kataku
"Iya.. Sania" kata temannya yang lain
"Wa alaikum salam " kata teman kak Angga
Aku kembali ke kelas dan kak Angga terus aja melihat ke arahku. Lalu saat di kelas Indra bilang sama aku.
"Cie.. Angga suka sama kamu" kata Indra
"Gak lah.. " kataku
"Siapa tahu? Buktinya dia lihat ke kamu terus" kata Indra
"Mungkin lihat kelas kita" kataku.
"Haha.. Mana mungkin dia lihat kelas kita, kelasnya juga sama kaya kelas kita. " kata Indra
"Udah ah.. Aku mau belajar gak mau ngomongin cowo dulu." kataku.
"Apa benar kamu udah putus sama Firman? " tanya Indra
"Iya.." kataku
"Gimana reaksi Aldo? " tanya Indra
"Maksudnya? Kok Aldo sih.." kataku
"Udah jawab aja. " kata Indra
"Dia senang karena aku gak disakiti lagi sama Firman." kataku
"Udah pasti ini.. Dia suka sama kamu" kata Indra
"Huh.. Gak mungkin.. Kamu asal banget sih dra.. Dia punya Rena ngapain suka sama aku. Ada ada aja kamu Indra" kataku
"Kata siapa gak mungkin.. Terus kenapa dia senang dengar kamu putus sama Firman? " tanya Indra
__ADS_1
Aku langsung berpikir kata kata Indra. Apa mungkin yang Indra bilang itu benar. Jangan sampai itu terjadi kalau benar berarti aku udah sakitin orang lain.
"Mungkin.. Karena.. Kita teman" kataku.
"Teman.. Terserah kamu aja San.. " kataku Indra
"Iya benar, kan? " tanyaku
"Iya.. Iya" kata Indra
Aku terus kepikiran soal Aldo. Tapi rasanya gak mungkin karena dia selalu bilang kalau kita teman dan dia bersikap seperti teman biasa. Dia gak pernah bilang apapun. Apalagi saat aku pacaran sama Firman dia selalu mendukung aku. Dia baik sama aku karena kita teman. Lalu, Aldo memanggilku.
"Sania... Kamu disini" kata Aldo
"Iya.. Lagi pengen di luar kelas kan gurunya juga gak ada. " kataku
"Oh gitu.. Aku juga mau diluar" kata Aldo
"Aldo.. Aku mau nanya sesuatu" kataku
"Apa? " tanya Aldo
Saat aku mau bertanya soal itu kenapa aku gak mau bilang. Aku takut nanti diulang asal bicara karena pasti Aldo anggap aku temannya.
"Gak jadi.." kataku
"Kok gitu?" tanya Aldo
"Ya.. Aku mau nanya kamu punya adik cewe gak? " tanyaku
"Huh.. Kamu mau nanya itu" kata Aldo
"Iya.. " kataku
"Punya.. Dia masih kecil dan dia cewe lagi" kata Aldo
"Oh gitu.. " kataku
"Kalau kamu anak terakhir ya?" kata Aldo
"Huh.. Kok kamu tahu? " tanyaku
"Iyalah.. Aldo pasti tahu soalnya kamu itu kelihatannya manja dan kaya ank kecilku untuk jadi aku udah menduga kalau kamu anak terakhir." kata Aldo
"Iya.. Tapi emangnya aku manja? " tanyaku
"Itu buktinya ekspresi kamu aja kelihatan" kata Aldo
"Ekspresi apa? " tanyaku
"Ekspresi gak mau di bilang anak kecil padahal iya.." kata Aldo
"Apaan sih.. " kataku
"Nah kalau senyum jadi lucu" kata Aldo
"Rena gimana? Hubungan kalian baik baik aja, kan? " tanyaku
"Iya tenang aja.. Kamu udah makan belum? Makan dulu sebelum bel pelajaran selanjutnya" tanya Aldo
"Iya.. Kamu mau beli apa? " tanyaku.
"Batagor kuah pake pada dua sendok sama air putih tapi jangan ya dingin aku gak suka" kata Aldo
"Apaan sih.. Itu kan yang suka aku pesan" kataku
"Emang gak boleh kesukaan kita kan sama" kata Aldo
"Oh iya.. Bukannya kamu gak suka pake sambal" kataku
"Iya juga sih.. Tapi kali ini aku mau pesan yang kamu suka" kata Aldo.
"Jangan kalau kamu gak biasa pedas, nanti kamu sakit perut" kataku.
__ADS_1
"Cie.. Mulai perhatian sama aku, teman baik aku" kata Aldo