
Saat aku sampai di sekolah, ternyata Trisa sudah masuk sekolah.
"Trisa.. Kamu udah datang ke sekolah" kataku
"Iya San.. " kata Trisa
"Emangnya kamu udah kuat?" tanyaku
"Iya.. Tenang aja Sania" kata Trisa
"Kalau sakit bilang ya.. Nanti istirahat aja" kataku
"Iya.. Gimana Rena? "tanya Trisa
"Kata Aldo dia udah mau temenan sama aku, aku juga lagi cari Rena aku mau bicara" kataku
"Iyalah.. Ngapain juga ribut karena cowo? Aldo lagi gak penting banget? " kataTrisa
"Namanya juga cemburu.. Jadi salah paham" kataku
"Iya.. Ya.. Udah lah nanti juga berteman lagi" kata Trisa
Lalu, Rena datang ke kelas aku langsung mengajak Rena bicara.
"Rena.. Kita bicara berdua ya.. " kataku
"Iya.. Sania" kata Rena
"Maafin aku ya.. Kita tetap teman, kan? " tanyaku
"Iya.. Aku udah gak mikirin Aldo atau kesal sama kamu. Aku juga mau minta maaf Karena mungkin aku terlalu cemburu sama kamu, San" kata Rena
"Wajarlah.. Yang penting sekarang kita baikan" kataku
"Pasti.. Buat apa marah lama lama? "tanya Rena
"Benar banget.. Udah itu aja yang mau aku bicarakan sama kamu. Aku ke Trisa dulu, kasian dia lagi sakit" kataku
"Ya.. San.. "kata Rena
"Dadah.." kataku
Lalu, Trisa bertanya padaku bagaimana dengan kami.
"Tenang sa.. Aku sama Rena udah benar benar baik" kataku
"Syukurlah.. Jangan ada drama di sekolah emangnya sinetron" kata Trisa
Lalu, Aldo dan Indra datang ke kelas.
"Hai Trisa.. Udah masuk" kata Indra
"Sehat Sa.. " kata Aldo
"Iya.. Mungkin karena doa kalian" kata trisa
"Iya.. Sepi gak ada kamu gak ada yang marah aku, Rian, Pian, Gan gan kalau kita berisik" kata Indra
"Iya Sa.. Indra kangen kamu marah sama pukulan kamu" kata Aldo
"Gila.. Gak.. Jangan ya Sa.. Masa baru datang ke sekolah udah muncul teman, nanti dipanggil guru" kata Indra
"Tergantung kalian gimana kalau nyebelin sih aku pukul" kata Trisa
"Sabar Sa.. Mereka emang suka godaan kamu" kataku
"Ya punya teman aneh banget udah suka drakor, film thailand sambil bilang sawadikap, suka boboiboy lagi, haha.." kata Trisa
__ADS_1
"Ya gitu kamu Trisa masa aku di bilang aneh, gini gini juga aku teman kalian" kata Indra
"Haha.. Dari malam aku ketawain dia" kata Aldo
"Iya.. Lucu banget " kataku
"Kalian ketawa lagi.. " kata Indra
"Indra.. Buku kamu ketinggalan di rumah aku, ini" kata Trisa
"Oh iya.. Pantas aja ada buku yang hilang" kata Indra
"Teliti jadi orang jangan sembarangan " kata Trisa
"Iya.. Sa baru aja ke sekolah udah marah marah aja" kata Indra
"Kan aku bilang tergantung kalian.. "kata Trisa
Lalu, ada guru masuk dan kami pun belajar. Rasanya senang karena pertemanan aku seperti dulu lagi. Gak rumit karena salah paham dan iri. Bel istirahat pun berbunyi.
"Trisa kuat turun tangga.. Kalau enggak titip aja jajannya." kataku
"Indra.. Aku titip beli bahagia pake pada banyak" kata Trisa
"Jangan kan lagi sakit gak boleh pake pedas" kata Indra
"Iya.. Gak usah pake pedas" kata Trisa
"Ok Trisa.. Tunggu ya" kata Indra
"Jangan lama ingat aku lapar" kata Trisa
"Iya Sa.. " kata Indra
Setelah makan selesai pelajaran pun berlanjut. Saat pelajaran matematika ada yang tidur dan pak diri langsung memarahinya.
"Iya.. Pak" kata Titan
Saat pelajaran matematika aku fokus perhatikan. Lalu, Trisa bilang kalau Kak Angga melihat aku terus.
"Sania.. Dia terus melihat kamu" kata Trisa
"Ah.. Bukan kali.. Udah lah gak usah dilihat, perhatikan pelajaran aja" kataku
"Iya.. Aku aneh aja sih.. Dia terus lihat ke kamu senyum senyum tapi gak pernah bicara sama kamu, San" kata Trisa
Pelajaran matematika selesai dan waktunya pulang. Saat turun tangga aku melihat ada kak Angga di sana.
"Tuh lihat.. Ada dia" kata Trisa
"Udah lewat aja. " kataku
"Cie.. Sania" kata Indra
"Apaan sih.. " kataku
"Sania hati hati pulang nya kalian juga ya.." kata Aldo
"Iya.. Do" kataku
Lalu, aku bertemu dengan Firman.
"Sania.. " kata Firman
"Kak Firman.." kataku
Lalu, Indra dan Trisa pulang duluan
__ADS_1
"Kalian duluan aja" kataku
"Gak apa apa?" tanya Trisa
"Iya.. " kataku
" Ya udah.. Kita duluan" kata Indra
Mereka pulang duluan dan aku bicara dengan Firman.
"Sania.. Udah lama kita gak ketemu" kata Firman
"Iya.. Kak" kataku
"Kamu gak berubah ya.. Masih sama" kata Firman
"Kak Firman juga.. " kataku
"Andai dulu aku gak lakuin itu kita pasti masih bersama." kata Firman
"Mm.. Aku minta maaf ya.. Karena dulu aku juga salah sama kak firman sampai kita seperti ini" kataku
"Kamu gak salah Sania aku yang salah, maaf ya.. " kata Firman
"Santai aja kak kita kan masih bisa berteman" kataku
"Iya.. Kita teman meski aku gak akan lupa masa indah sama kamu" kata Firman
"Iya.. Mm.. Aku pulang dulu ya kak.. " kataku
"Aku antar ya.. Kamu sendirian" kata Firman
"Gak usah.. Aku bisa sendiri kok" kataku
"Kamu masih marah ya.. " kata Firman
"Gak.. Aku emang mau pulang sendiri aja" kataku
"Ya udah kalau gitu aku gak akan maksa kamu" kata Firman
"Iya makasih.. " kataku
"Hati hati ya.. Sania kalau udah sampai rumah kabarin aku.. Eh.. Maaf aku lupa" kata Firman
"Iya gak apa apa santai aja" kataku
"karena aku masih ingat kamu sampai lupa kita udah putus" kata Firman
"Iya.. Semuanya juga perlu waktu, aku juga" kataku
"Kamu benar Sania.. Sebentar lagi ketulusan aku tapi aku gak bisa minta kamu temani aku aku sedih tapi aku tahu ini salah aku" kata Firman
"Udah kak gak usah nyalain diri sendiri.. Gak ada yang salah mungkin waktu yang salah pertemuan kita saat kita masih Smp masih labil" kataku
"Kamu emang gak berubah tetap dewasa bijak" kata Firman
"Bisa aja.. Aku biasa gak bijak banget aku cuma belajar " kataku
"Aku bodoh banget.. Aku baru sadar Sania.." kata Firman
"Ini pelajaran bukan untuk kak Firman aja tapi juga untuk aku" kataku
"Kamu benar.. Ini pelajaran buat kita, semoga kita bisa bertemu lagi.. Semoga ini bukan pertemuan kita yang terakhir ya.. " kata Firman
"Aku pulang ya kak" kataku
"Hati hati ya.. Sania, andai ini tidak terjadi San" kata Firman
__ADS_1
Saat aku menuju pulang, aku berpikir kenapa sakit saat kak Firman melukaiku. Padahal aku harap bisa bersikap dewasa dan menerima semuanya. Aku mau fokus belajar bukan memikirkan tentang cinta dan perasaan.