
Susi sudah semakin menjauh dari Bar, namun belum juga menemukan Cinta, disepanjang jalan. Susi merasa takut, dan khawatir akan keadaan, Cinta.
"kemana sih, perginya, Cinta? oh.... merepotkan!" gumamnya, kesal sekaligus khawatir.
baru saja ia menggerutu, tiba-tiba.... dari kejauhan tampak seorang wanita duduk dipinggir jalan. karena merasa yakin kalau itu adalah Cinta, Susi segera mempercepat laju kendaraannya, mendekati Cinta.
ternyata benar, wanita yang sedang duduk dengan kepala menunduk itu adalah Cinta. Susi menepikan motornya.
"Cinta! kenapa pergi gitu aja, sih? dan...kenapa harus duduk, disini?" tanya Susi, kesal.
"udah! ga usah banyak ngoceh, ayo pulang!" jawab Cinta, bangkit dari duduknya, lalu naik ke atas motor, yang baru saja Susi parkirkan.
Susi pun menurut, tanpa banyak bicara, ia langsung kembali mengendarai sepeda motornya, menuju pulang.
tak lama setelah sampai di rumah Susi, tanpa dipersilahkan masuk, Cinta langsung saja masuk kedalam rumah kost Susi.
"apa gua bilang...ga usah kesana! lu sih, ngeyel!" cibir Susi.
"Cinta yang berbaring di atas tempat tidur Susi, tidak menjawab, seolah tidak mendengar perkataan dari temannya itu.
"Ambil gelas, dong!" pinta Cinta, bangun dari rebahan.
"lu mau air, putih?" tanya Susi.
"enggak! gelas kosong!" jawab Cinta.
"buat?" tanya Susi, lagi.
Cinta tidak menjawab, melainkan mengangkat sebuah botol bir yang baru ia keluarkan dari dalam plastik.
"astaghfirullah....Cinta!" pekik Susi.
"kenapa, sih?!" ujar Cinta.
"lu sadar dong, Cinta! kalau kondisi lu itu, baru saja enakan." ucap Susi kesal dan khawatir.
"ga usah lebay, sih! cuma sebotol, doang." timpal Cinta.
"Taulah! terserah lu, aja!" ucap Susi kesal, lalu beranjak mengambilkan gelas, seperti yang Cinta minta.
"kamu jangan khawatir, Susi. ga akan terjadi apa-apa sama aku, percayalah!" ucap Cinta, mencoba meyakinkan Susi. saat Susi memberikan gelas yang dimintanya.
"iya-iya.... mudah-mudahan!" sahut Susi, ketus. Cinta tersenyum, melirik wajah temannya Susi yang cemberut.
Cinta mulai menenggak minumannya, gelas pertama pun habis. ia meraih ponselnya, lalu membuka aplikasi karaoke.
"Sus! pinjam headset, dong?" ujar Cinta.
"tuh! dimeja." sahut Susi, menunjuk kearah meja.
dengan sempoyongan Cinta bangun dari duduknya, untuk mengambil headset. setelah headset ia dapatkan, ia pun mulai bernyanyi dengan semangatnya.
__ADS_1
sesekali Cinta kembali menuangkan minuman ke dalam gelas, dan meminumnya. gelas kedua belum sempat ia habiskan, tiba-tiba, Cinta tumbang.
Susi pun panik dan menghampirinya. sedari tadi, Susi hanya duduk memperhatikan tingkah temannya yang sedang patah hati, itu.
setelah memeriksa, ternyata Cinta tidak apa-apa, ia hanya tertidur. Susi meminta bantuan kepada tetangga kamarnya, untuk membaringkan Cinta di atas tempat tidur.
baru saja Susi selesai membaringkan Cinta di tempat tidur, ponselnya berdering.
"(halo!)" sapa Susi, ditelepon.
"(apakah benar, Cinta bersamamu, Susi?)" tanya Rika, khawatir.
"(iya, Ka. dan sekarang, dia sedang tertidur setelah minum cukup banyak.") jelas Susi, ditelepon.
"(apa?! Cinta, minum?!)" tanya Rika, kaget.
"(iya, Ka. saya sudah berusaha untuk melarangnya, tapi dia tidak mau mendengarkan.)" lanjut Susi.
"(kenapa kamu tidak memberitahu ku sejak, awal?)" protes, Rika.
"(handphone ku disita, Ka.)" jelas Susi.
"(tapi Cinta tidak apa-apa, kan?)" tanya Rika, lagi.
"(insyaallah, tidak! dia hanya tertidur.)" lanjut Susi.
"(tolong jaga dia ya, Sus?)" pinta Rika.
dan pembicaraan mereka ditelepon pun berakhir. setelah meletakkan ponselnya, Susi berbaring disebelah Cinta. karena malam sudah semakin larut. dan kedua sahabat itu kini tertidur dengan pulasnya.
******
Keesokan harinya, jam masih menunjukkan pukul 05:15 pagi. tapi Cinta sudah terbangun dari tidurnya. ia duduk bingung di tepi tempat tidur Susi.
"ohhh....kenapa kepalaku terasa berat?" gumam Cinta, sembari memegangi kepalanya.
"udah bangun, lu?" tanya Susi, yang terbangun karena mengetahui Cinta sudah duduk disebelahnya.
Susi beranjak dari tempat tidurnya, ia menuju ke arah dapur. dan kembali lagi dengan segelas air perasan jeruk lemon, dan memberikannya kepada Cinta.
"nih! minum." ujar Susi, menyodorkank gelas yang berisi perasan jeruk lemon kepada Cinta.
"apa, ini?" tanya Cinta.
"udah.... minum, aja!" sahut Susi, lalu pergi ke kamar mandi, karena hari sudah semakin siang. Susi akan bersiap-siap untuk pergi bekerja.
setelah minum perasan jeruk lemon dari Susi, Cinta bersiap untuk pulang ke rumahnya. karena hari ini, Cinta berniat akan kembali masuk kerja, setelah hampir satu Minggu ia beristirahat di rumah.
"Susi! aku pulang, ya?!" pamit Cinta, berteriak dari depan pintu kamar mandi.
"yakin, lu bisa pulang, sendiri?" sahut Susi dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
"iya!" Jawab Cinta. lalu ia bergegas keluar dari kamar Susi, dan menuju kejalan raya.
jarak antara jalan raya dan rumah kost Susi, cukup jauh. berjarak sekitar satu kilometer. karena tidak mau terlambat, Cinta memesan gojek, untuk mengantarkannya pulang.
setelah memesan gojek, tak lama kemudian, gojek yang ia pesan pun tiba. dengan segera Cinta naik dan meminta kepada sang sopir gojek untuk mempercepat laju kendaraannya.
sang sopir gojek pun menurutinya, hingga mereka cepat sampai. setelah membayar ongkos gojek, Cinta segera masuk ke kamarnya, dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
setelah mandi, dan berdandan rapi, Cinta menghampiri Rika, di dapur.
"morning....!" sapa Cinta.
"eh! kamu udah, pulang?" tanya Rika, senang.
Cinta tidak menjawab pertanyaan Rika, ia hanya melempar senyum.
"kamu masak, apa?" tanya Cinta.
"hanya roti, bakar." jawab Rika, singkat.
"udah rapi, aja. mau, kerja?" selidik, Rika.
"iya, dong....bosen juga di rumah, terus." sahut Cinta.
"yakin, udah mau masuk, kerja?" tanya Rika, kurang yakin.
"iyalah! kamu ga liat, aku udah sehat? berada di rumah terus, membuatku semakin gila." jelas Cinta.
"ya sudah, makan tuh, rotinya!" ujar Rika. dan tanpa pikir panjang lagi, Cinta langsung memakan roti yang sudah Rika panggang.
"by the way....Tomy, mana?" tanya Cinta.
"di kamarnya, mungkin belum bangun." jawab Rika.
"kenapa ga kamu, bangunin?" tanya Cinta.
"males! setiap hari kok minta dibangunin." keluh Rika.
"biar aku bangunin." ujar Cinta, lalu bangun dari duduknya, sembari memegang roti ditangannya.
Cinta menggigit roti ditangannya, sembari berjalan menuju kamar Tomy.
"Tom! bangun!" panggil Cinta, didepan kamar Tomy.
karena tidak ada jawaban, Cinta membuka pintu kamar Tomy yang tidak terkunci, dan langsung masuk kedalam.
"woi! bangun, udah siang!" Cinta mengguncang-guncangkan tubuh Tomy.
Tomy hanya menggeliat, tanpa membuka matanya. "Tomy! udah siang, kamu kerja apa, enggak?" lanjut Cinta.
"memangnya udah jam berapa, sih?" tanya Tomy, yang masih belum membuka matanya.
__ADS_1
"udah jam setengah tujuh." jawab Cinta, lalu keluar dari kamar Tomy.