Teman Tapi Cinta

Teman Tapi Cinta
Akhir Dari Kisah Dengan Aldo


__ADS_3

Saat ada tes renang, aku teringat dengadn Aldo. Saat aku gak bisa renang dia ajarin aku meskipun aku tetap tidak bisa. Sekarang gak ada lagi yang ajarin aku. Rasanya seperti ada yang hilang..


"Sania.. Kita renang yuk.. Sebentar lagi tes dimulai" kata Riska


Riska adalah teman dekat aku di SMK. Dia baik dan mau berteman dengan aku.


"Iya.. Tapi aku gak bisa" kataku


"Gak apa apa masuk aja gak usah renang kalau gak bisa yang penting dapat nilai guru pasti mengerti kalau kamu gak bisa renang bilang aja" kata Riska


"Iya Ris.. " kataku


"Kata kamu dulu saat SMP ada yang mengajari kamu renang, siapa?" tanya Riska


"Namanya Aldo dia baik banget mau ajarin aku renang meskipun aku tetap gak bisa. " kataku


"Pasti pacar kamu ya.. Romantis banget diajarin renang" kata Riska


"Bukan.. Dia teman dekat aja" kataku


"Apa iya? Aku rasa gak akan ada kata teman diantara pria dan wanita. " kata Riska


"Tapi benar aku cuma teman" kataku


"Mungkin kamu rasa dia teman tapi kan kita gak tahu dia anggap kamu apa? " tanya Riska


Mendengar apa yang dikatakan Riska membuat aku teringat ucapan Indra. Indra juga bilang begitu. Aku merasa ini bukan kebetulan masa Riska dengan Indra bisa bicara hal yang sama. Aku pun sebenarnya merasa berbeda dengan Aldo. Lalu Riska bertanya perasaan aku kepada Aldo.


"Tapi apa yang kamu rasain, Sania? " tanya Riska.


"Sama Aldo?" tanyaku


"Iyalah.. " kata Riska


"Teman.." kataku dengan sedikit ragu


"Teman.. Tapi kenapa kamu ragu buat jawabnya. " kata Riska


"Apa iya?" tanyaku


"Pasti kamu merasa beda pada Aldo dari pada perasaan kamu sama Indra atau aku ataupun teman kamu yang lain" kata Riska


Aku pikir lagi apa benar aku jatuh cinta sama Aldo. Tapi itu gak boleh terjadi karena pasti Aldo anggap aku temannya.


"Kalau iya, apa yang harus aku lakuin? Apa aku harus lupain dia? " tanyaku.


"Kenapa? " tanya Riska


"Iya karena kami teman dan dia gak mungkin kan suka sama aku" kataku


"Siapa yang tahu, mungkin aja dia juga rasain hal yang sama dengan kamu" kata Riska.


3 tahun terlewati aku lulus dari SMK. Beberapa tahun kemudian aku bertemu dengan Aldo.


"Sania.. " kata Aldo.


"Aldo.." kataku.


"Udah lama ya.. Gak ketemu " kata Aldo

__ADS_1


" Iya.. Do" kataku


"Gimana kabarnya? " tanya Aldo


"Baik, kamu?" tanyaku.


"Aku juga" kata Aldo


Kami berbicara seperti dialog bahasa Indonesia. Karena bingung mau bilang apa dan aku merasa gugur bertemu dan bicara sama dia.


"Kita jadi bicara kaya teks bahasa Indonesia aja ya.. " kata Aldo


"Iya.. " kataku.


"Mungkin karena baru ketemu lagi jadi canggung" kata Aldo


"Aku antara kamu pulang ya.. Sania" kata Aldo


"Gak usah.. Dekat rumah aku sebelah sini" kataku.


"Oh iya.. Ya aku lupa, benar rumah kamu kan yang ini terakhir kan SMP. Jadi aku baru ingat sekarang" kata Aldo


"Ya.. Aku duluan ya" kataku.


"Iya.. Dadah" kata Aldo sambil melambaikan tangan


"Iya.. " kataku sambil melambaikan tangan juga.


Lalu, beberapa hari kemudian kami bertemu lagi. Karena dia naik motor dan pakai helm ditambah wajahnya tertutup master aku jadi tidak mengenalinya. Dan karena itu dia mengerjakan aku.


" Sania.. " teriak Aldo


Aku terdiam..


"Masa gak ingat.. " kata Aldo


"Gak kelihatan wajahnya" kataku


"Ingat ingat lagi.. " kata Aldo


"Apa saudara mama ya.." kataku sambil bingung


"Mm.. Ya ampun kamu gak berubah tetap lucu kalau lagi gak tahu ini aku Aldo." kata Aldo sambil membuka maskernya.


"Oh.. Aldo bukannya bilang dari tadi malah ketawa" kataku


"Habisnya lucu banget masa kamu gak ingat aku, apa aku gak penting? " kata Aldo


"Bukan gitu.. Aku suka lupa kalau gak lihat wajahnya. " kataku


"Apa kamu gak ingat suara aku?" tanya Aldo


"Iya.. Maaf deh.. " kataku


Beberapa bulan kemudian, aku bertemu lagi dengan Aldo.


"Sania.." kata Aldo


"Aldo.. "kataku

__ADS_1


"Aku kangen udah lama gak ketemu" kata aldo


"Iya aku juga.. " kataku


"Aku mau bicara sama kamu" kata Aldo


"Kamu tahu apa hal yang paling aku benci" kataku


"Iya.. Kamu itu gak sabaran jadi kamu gak suka menunggu" kata Aldo


"Tapi ada satu hal yang buat aku menunggu sangat lama" kataku


"Apa itu? " tanya Aldo


"Kamu gak mengerti.. Iya kamu" kataku


"Maaf aku terlalu bodoh San, aku mau kamu tahu aku mau kamu." kata Aldo


"Apa? " tanyaku


"Aku cinta kamu dari dulu dari pertama kali kita ketemu" kata Aldo


"Huh.. Ternyata aku gak bertepuk sebelah tangan, aku juga cinta kamu" kataku


"Akhirnya aku bisa ungkapkan perasaan aku. Kita resmi pacaran aku senang banget. Tapi sejak kapan kamu menyukai, Sania? " kata Aldo


"Kapan ya.. Aku gak tahu tapi saat aku bersama Firman aku lebih nyaman sama kamu dan saat kamu pacaran sama Rena aku merasa gak nyaman mendengar itu. " kataku


"Ternyata udah lama aku juga sama. Melihat kamu pacaran sama Firman aku hancur sampai aku memutuskan untuk pacaran dengan Rena" kata Aldo


"Jadi kamu pacaran sama Rena karena aku" kataku


"Iya tapi itu bukan salah kamu tapi salah aku sendiri, aku salah memilih itu sebagai cara untuk melupakan kamu tapi pada akhirnya aku tetap tidak bisa melupakan kamu" kata aldo


"Berarti aku jahat ya.. Firman seperti itu karena aku dan Rena pun juga karena aku" kataku


"Gak.. Kamu gak salah ini karena dulu kita masih terlalu muda untuk memahami semua ini" kata Aldo


"Makasih ya.. Kamu gak berubah dari dulu tetap bisa menghibur aku" kataku


"Pasti.. " kata Aldo


"Kata yang paling aku gak suka adalah kata teman" kataku


"Kenapa? Karena kata teman dulu kita bisa dekat dan kita merasa nyaman satu sama lain" kata Aldo


"Iya.. Tapi karena kata teman juga kita gak bisa saling jujur dan mengutarakan perasaan sampai aku harus menunggu kamu lama buat mendengar kata cinta" kataku


"Iya.. Maaf. Kali ini aku akan lebih sering bilang cinta sama kamu agar bisa membuat penantian kamu tidak sia sia. " kata Aldo


"Mana? Kamu cuma ngomong doang" kataku


"Mm.. Masih tetap kamu ya.. Manja dan menggemaskan, aku cinta kamu Sania aku sayang banget. Apa itu cukup? " kata Aldo


"Belum" kataku sambil tersenyum


"Aku cinta cinta cinta banget sama kamu Sania dari dulu" teriak Aldo sambil menunggu cubit pipiku


"Ah.. Kamu dari dulu suka cubit pipi aku sakit tahu.. Aku gak suka" kataku

__ADS_1


Kami pun berpacaran.


........ TAMAT ........


__ADS_2