
Mendengar handphonenya kembali'berdering, Cinta bingung, antara mengangkat teleponnya, atau mengabaikannya.
tapi karena ia merasa penasaran tentang Nicholas pergi kemana kemarin, dan mengapa mengabaikan pesan dan panggilannya, Cinta pun mengangkatnya.
meskipun ia takut Tomy akan melarangnya, dan menyita ponselnya, namun tetap ia akan mengangkat teleponnya, demi mengetahui apa saja yang sedang dilakukan kekasihnya, sehingga tidak bisa membalas pesan dan panggilannya.
"( halo!)" sapa Nicholas dari seberang sana.
"( kamu kemana aja, sih?! kenapa tidak membalas pesanku, bahkan menjawab telepon!)" Cinta langsung mengeluh, tanpa menjawab sapaan dari kekasihnya.
"( apa?)" Nicholas terdiam sesaat. karena ia merasa tidak pernah menerima, apalagi membaca pesan yang Cinta maksud.
"( semua pesan-pesanku sudah kamu baca, bahkan kamu menolak untuk menerima panggilanku.)" lanjut Cinta, kesal.
padahal tadi Cinta seperti tidak ada tenaga untuk bicara banyak dengan Tomy. entah kenapa, kini ia mempunyai banyak tenaga untuk menanyakan beberapa hal yang membuatnya jatuh sakit seperti saat ini.
"( maaf... kemarin aku pulang ke rumah orang tuaku karena sakit. dan selama sakit, aku tidak memegang ponselku.)" jelas Nicholas berbohong.
"( kamu sakit? sakit, apa? terus.... sekarang bagaimana keadaanmu?)" naluri Cinta yang terlalu mempedulikan orang lain ketimbang dirinya pun kambuh.
padahal Nicholas tidak pernah sakit, melainkan dirinyalah yang benar-benar sakit. sebenarnya Tomy kesal mendengar Cinta berbicara ditelepon dengan Nicholas.
tapi Tomy tidak mau memaksa Cinta untuk tidak menerima telepon dari pria tidak bertanggung jawab itu.
ia hanya bisa mendengarkan, dan berjaga-jaga, jika saja berandal itu sampai menyakiti sahabatnya itu lagi, ia tidak akan tinggal diam. Tomy akan buat perhitungan dengannya.
"( aku sekarang sudah tidak apa-apa, aku sudah sehat, dan sekarang aku sedang di kantor. tapi kenapa kamu ga, kerja?)" tanya Nicholas.
"( kamu yakin, kamu sudah sehat?)" tanya Cinta meyakinkan Nicholas.
"( iya, Cintaku. tapi kenapa kamu ga kerja, Cin?)" lanjut Nicholas.
"( ga apa-apa, aku hanya sedang malas, dan kepikiran kamu.)" jelas Cinta berbohong, ia tidak mau kekasihnya khawatir, jika ia memberitahukan yang sebenarnya.
"( ya sudah, jam makan siang aku jemput kamu, ya?)" ujar Nicholas.
"( ya!)" jawab Cinta bersemangat.
dan pembicaraan mereka ditelepon pun berakhir. Cinta melihat jam di ponselnya. saat itu jam sudah menunjukkan pukul 10:40 siang.
__ADS_1
"hhh...! baru jam sepuluh lebih. masih harus menunggu satu jam lagi." gumam Cinta dalam hati.
"siapa yang telepon, Cin?" selidik Tomy.
"Nicholas.
"mau apa, dia?" lanjut Tomy kesal.
" ga ada! memangnya ga boleh ya, menelepon kekasihnya sendiri? harus ada alasan?" ujar Cinta ketus. lalu kembali berbaring di tempat tidurnya.
"dia aja bebas mau telepon siapa, dan menerima telepon dari siapa aja. kenapa dia harus sewot? kalau Nicholas meneleponku? dasar egois!" Cinta menggerutu dalam hati.
Cinta berbaring membelakangi Tomy, yang tiduran santai di atas sofa kamar Cinta. ia merasa kesal kepada Tomy, yang melarangnya untuk berhubungan lagi dengan Nicholas.
suasana kamar Cinta menjadi hening seperti tidak ada satupun orang didalamnya. Cinta sibuk melihat jam di ponselnya.
sedangkan Tomy mulai merasakan kantuk yang luar biasa, dan sepertinya sebentar lagi akan tertidur.
"Cin, aku tidur sebentar, ya? kalau kamu butuh sesuatu, bangunin aja." ujar Tomy, yang sudah tidak tahan lagi menahan rasa kantuknya.
"Hem..." jawab Cinta.
benar saja, dalam hitungan detik, Tomy sudah tertidur. dan Cinta merasa diuntungkan dengan tidurnya Tomy.
khawatir Tomy akan terbangun, Cinta mandi dengan terburu-buru. karena jika Tomy sudah bangun dari tidurnya, sudah pasti Tomy akan melarangnya untuk pergi.
Cinta mengganti pakaiannya didalam kamar mandi. setelah selesai, ia hanya sekedar merapikan rambutnya. disambarnya parfum dan memasukkan kedalam tas kecilnya.
ia berniat menyemprotkan parfum saat nanti diluar. karena jika ia memakai parfumnya didalam kamarnya, khawatir Tomy akan terbangun oleh aroma parfum yang ia pakai.
"akhirnya...aku bisa keluar rumah." Cinta tersenyum puas.
sebenarnya, Cinta masih merasakan nyeri di ulu hatinya dan mual. tapi semua tidak dirasakan olehnya, karena ingin bertemu kekasih hatinya.
jam masih menunjukkan pukul setengah dua belas siang. itu artinya, jam kerja Nicholas masih setengah jam lagi, baru Nicholas akan datang. tapi karena takut keburu Tomy bangun, ia memesan taksi online, dan berniat pergi lebih dulu.
tidak membutuhkan waktu lama, taksi online yang ia pesan pun tiba, segera Cinta masuk kedalam mobil.
"( Nicho, aku tunggu di tempat biasa kita makan.)" isi pesan Cinta untuk Nicholas.
__ADS_1
"( ok, hany.)" balas Nicholas, yang langsung membaca pesannya.
"Alhamdulillah...." bisik Cinta senang, karena pesannya sudah dibaca dan dibalas oleh Nicholas.
Sampai di tempat tujuan, setelah membayar ongkos Cinta turun dari taksi online yang ia naiki. lalu ia masuk kedalam restoran, dan memilih posisi duduk.
datang pelayan restoran memberikan buku menu. Cinta memesankan makan dan minuman sekalian untuk Nicholas.
tapi ia meminta untuk menghidangkan nanti setelah Nicholas datang, agar makan yang ia pesan tidak terlalu dingin.
setelah setengah jam menunggu, dari kejauhan tampak Nicholas baru memasuki pintu masuk restoran.
tentu saja Cinta merasa lega. akhirnya, pemuda pujaan hatinya datang untuk menemuinya. ia melambaikan tangannya, saat melihat Nicholas tengah mencarinya.
"udah lama, menunggu?" sapa Nicholas.
"enggak! aku baru aja datang." jelas Cinta berbohong.
"syukurlah....aku pikir, kamu sudah lama menungguku, makanya aku kesini dengan terbaru-buru." jelas Nicholas.
"enggak, kok. baru aja sepuluh menit yang lalu aku nyampe." lagi-lagi Cinta tidak mengatakan yang sebenarnya.
"kamu udah pesan makanan?" tanya Nicholas.
"udah, aku udah pesen makanan buat kamu juga." jelas Cinta.
"oh... baiklah!" sahut Nicholas.
baru saja Nicholas duduk, pelayan restoran datang membawakan pesanan Cinta. setelah makanan dihidangkan, Nicholas dan Cinta pun segera menyantapnya.
meskipun tidak nyaman di perutnya, namun Cinta tetap berusaha untuk bersikap biasa-biasa saja. seolah tidak pernah terjadi apa-apa dengannya.
padahal, ia merasakan sakit di lambungnya, karena sudah memakan makanan pedas, dan bertekstur keras.
Cinta tidak ingin Nicholas mengetahui bahwa saat ini ia sedang tidak baik-baik saja. dalam sekejap, makanan mereka ludes tak bersisa.
namun sialnya, Cinta merasakan sakit luar biasa dibagian perutnya. ia sudah berusaha sekuat tenaga untuk menahan rasa sakit yang semakin lama semakin semakin terasa.
karena sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya, Cinta pun jatuh pingsan. Nicholas langsung panik, saat mengetahui kekasih hatinya pingsan didepan matanya.
__ADS_1
"Cinta! kamu kenapa?" tanya Nicholas panik.
"Cinta!? Cin..." panggil Nicholas membangunkan Cinta yang tertelungkup di atas meja.