Teman Tapi Cinta

Teman Tapi Cinta
34. MELIHATMU DENGANNYA, AKU SAKIT.


__ADS_3

Saat diperjalanan menuju pulang, Rika menerima telepon dari ayah Cinta. yang menanyakan kabar anak semata wayangnya.


"(Cinta baik-baik saja, paman.)" terang Rika ditelepon.


"(syukurlah....)" ucap ayah Cinta.


"(tapi kenapa paman tidak menelepon Cinta, saja?)" tanya Rika.


"(nomor Cinta sedang tidak aktif, Rika.)" jelas ayah Cinta.


"(tidak aktif? kenapa?)" gumam Rika.


"(entahlah...)" sahut ayah Cinta, yang mendengar suara Rika.


"(baiklah, paman. sebentar lagi saya sampai di rumah, akan saya pinta kepada Cinta, untuk segera menghubungi, paman." ucap Rika.


dan ayah Cinta pun menutup teleponnya. Rika coba menghubungi nomor Cinta, untuk memastikan apakah benar yang dikatakan oleh ayah sahabatnya itu.


ternyata apa yang dikatakan ayah Cinta memang benar, nomor telepon Cinta tidak bisa dihubungi. Rika merasa heran, ia bertanya-tannya dalam hati, kenapa Cinta tidak mengaktifkan nomor ponselnya.


"apakah telah terjadi sesuatu?" gumamnya. setelah taksi yang ia naiki berhenti didepan rumahnya, Rika segera turun setelah membayar ongkos taksi.


dengan sedikit berlari, Rika tergesa-gesa masuk kedalam rumahnya. "Cinta! Cin!" panggilnya, sembari berlari menuju kamar Cinta.


"Cinta!" teriak Rika terkejut, melihat Cinta yang tergeletak di lantai. sementara ia melihat ada botol minuman keras disebelah Cinta.


padahal Cinta hanya tertidur setelah minum. tapi didalam pikiran Rika, telah terjadi sesuatu pada sahabat tersayangnya itu.


"Cinta! kamu kenapa?" panggilnya panik.


"Cinta bangun!" pekiknya histeris, dan menangis.


"ada apa, Ka?" perlahan Cinta membuka matanya.


"kamu sudah, pulang?" lanjut Cinta, tanpa merasa bersalah, telah membuat Rika panik, dan ketakutan.


tanpa menjawab, Rika langsung memeluk sahabatnya itu. Cinta yang dipeluk merasa bingung dengan sikap Rika.


"kamu kenapa sih, Ka? apa telah terjadi sesuatu pada, mu?" tanya Cinta bingung.


"ya! aku hampir saja jantungan, karena mu." jawab Rika, kesal.


"aku? memangnya ada apa dengan, aku?" lanjut Cinta yang masih bingung dengan sikap Rika.


setelah tangis Rika reda, dan merasa tenang, Rika menceritakan kenapa ia bisa sampai menangis.


"tadi paman telepon. katanya nomor kamu tidak bisa dihubungi. karena takut telah terjadi sesuatu denganmu, aku buru-buru masuk, dan...." Rika tidak melanjutkan kalimatnya.


"lagian kamu kenapa minum, sih? kamu kan lagi sakit, Cinta!" keluh Rika.


"aku udah sehat, Ka. aku merasa kesepian aja. terus daripada bete', aku minum, dech!" jelas Cinta dengan santainya.

__ADS_1


"lagian....cuma dikit, ini." lanjutnya.


"walaupun cuma sedikit, tetap saja kamu belum boleh minum." tegas Rika.


"iya, Mama." goda Cinta, sembari mencium pipi Rika.


setelah mengomeli Cinta, Rika keluar dari kamar Cinta, menuju ke kamarnya. sedangkan Cinta naik ke atas tempat tidurnya, untuk melanjutkan tidurnya yang terganggu oleh Rika.


Pukul lima sore, Cinta baru terbangun dari tidurnya, ia membersihkan botol bekas minuman keras yang ia minum tadi, yang belum sempat ia bersihkan.


setelah membersihkan kamar, Cinta masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan diri. selesai mandi, Cinta menghampiri Rika di kamarnya.


"Ka! makan apa kita sore ini, ya?" tanya Cinta ke Rika, yang sedang memakai baju setelah mandi.


"entahlah...." jawab Rika.


"bagaimana kalau kita makan keluar, aja?" Cinta meminta pendapat Rika.


"boleh," sahut Rika.


"ya udah, aku ganti baju dulu, ya?" ujar Cinta, lalu keluar dari kamar Rika.


selesai mengganti baju, Cinta kembali menghampiri Rika di kamarnya. "Ka! kamu udah, siap?" tanya Cinta dari depan kamar Rika.


"ya! tunggu sebentar!" sahut Rika, dari dalam kamarnya.


"yuk!" ajak Rika, yang baru saja keluar dari kamarnya.


dan mereka berdua pun pergi meninggalkan rumah untuk makan diluar. baru saja mereka berdiri di tepi jalan, sebuah taksi dari kejauhan terlihat mendekat.


"mau makan dimana, kita?" tanya Rika.


"terserah kamu aja, Ka." jawab Cinta.


lalu Rika memberitahu sopir taksi, akan berhenti dimana mereka. tak lama kemudian, taksi berhenti disebuah restoran.


"kamu yakin, kita makan disini?" tanya Cinta, setelah turun dari taksi.


"iyalah! memangnya, kenapa?" tanya Rika balik.


"apa ga mahal, makan disini?" tanya Cinta, lagi.


"tenang aja, pemilik restoran ini temen aku." jelas Rika, lalu merangkul Cinta mengajak masuk kedalam.


"kamu pesan aja dulu, aku akan menemui pemiliknya." ujar Rika, lalu pergi meninggalkan Cinta sendiri.


"oh ya! jangan lupa pesankan aku juga, ya? sama in aja sama pesanan kamu." lanjutnya.


"jangan lama-lama, Ka!" ujar Cinta.


Rika tidak menjawab Cinta, ia hanya melambaikan tangannya, sembari melangkah pergi.

__ADS_1


datang seorang pelayan memberikan buku menu ke Cinta. dan Cinta pun melihat-lihat menu apa yang akan ia pesan.


setelah menentukan pilihan, Cinta memanggil pelayan untuk memesan makanannya. saat sedang menunggu makanannya datang, Cinta memainkannya ponselnya.


samar-samar ia mendengar suara yang sepertinya tidak asing lagi di telinganya. Cinta menoleh ke arah suara, dan ternyata itu suara dari Tomy.


Tomy duduk bersama dengan seorang wanita muda yang terlihat cantik, dan seksi. Cinta penasaran dengan siapa Tomy yang sedang duduk menikmati hidangannya.


dari kejauhan Cinta memperhatikan gerak-gerik Tomy, karena ingin tahu, siapa wanita yang bersamanya.


ternyata wanita yang sedang bersama Tomy tak lain adalah, Clara. mengetahui tomy sedang bersam Clara, entah kenapa Cinta tidak menyukai kebersamaan mereka.


ada rasa kesal, saat melihat mereka berdua terlihat dekat. apalagi saat Tomy sesekali menyuapi Clara.


"huh! dasar!" umpat Cinta dalam hati.


"silahkan, MB." ucap pelayan yang baru datang, dan menyajikan makanan di meja Cinta.


"iya, terima kasih!" ucap Cinta.


"selamat menikmati!" ucap sang pelayan, tersenyum ramah.


tak lama setelah pelayan pergi, Rika datang bersama dengan seorang wanita yang berpenampilan cantik, dan elegan.


"hai!" sapa wanita yang bersama Rika.


"hai!" jawab Cinta, tersenyum.


"saya viona." wanita yang bersama Rika mengulurkan tangan, memperkenalkan diri.


"Cinta." Cinta menyambut uluran tangan Viona.


"silahkan, dinikmati!" ujar Viona, ramah.


"terima kasih!" sahut Cinta, lalu mulai menyantap makanannya. sesekali Cinta menoleh ke arah Tomy, yang terlihat mesra dengan Clara.


selesai makan, Cinta dan Rika tidak langsung pergi, Rika sedang berbincang-bincang dengan Viona, sesekali terdengar suara tawa mereka berdua.


"Ka, aku ke toilet bentar, ya?" pamit Cinta, lalu pergi menuju ke toilet.


sampai di toilet, tidak disangka-sangka, ia bertemu dengan Clara. "eh! kamu disini, juga?" sapa Clara, ke Cinta.


"iya." jawab Cinta, tersenyum. padahal didalam hatinya, ia sangat membenci Clara.


"sama, siapa?" tanya Clara, lagi.


"sama Rika."sahut Cinta.


"oh...kirain sama pacarmu." ujar Clara.


"eh, Cin! aku jadian lagi loh, sama Tomy." ungkap Clara berseri-seri.

__ADS_1


"oh ya?! kalau begitu, selamat!" ucap Cinta.


"aku duluan, ya?" ujar Clara, lalu keluar.


__ADS_2