Teman Tapi Cinta

Teman Tapi Cinta
40. SAMA-SAMA PATAH HATI.


__ADS_3

Sampai di rumah, Cinta langsung masuk ke dalam kamarnya. ia masih memikirkan, apakah akan menerima tawaran dari Clara, atau sebaliknya? kini Cinta benar-benar bingung, untuk mengambil keputusan.


saat sedang berpikir keras, keputusan apa yang akan ia pilih, terdengar dari luar seorang membuka pintu utama. Cinta pun memasang telinga, mencari tahu, siapakah gerangan yang datang.


"kalau Rika, tidak mungkin! bukankah dia sedang membantu, Reno? lalu...apakah Tomy?" gumam Cinta, dalam hati.


demi menjawab rasa penasarannya, Cinta bangkit dari tidurnya, lalu keluar dari kamar, untuk memeriksa siapa yang datang.


"kamu udah pulang, Tom?" sapa Cinta.


"iya." jawab Tomy, singkat, dan langsung masuk ke dalam kamar, begitu saja.


terlihat diwajahnya, murung dan sedih. mungkinkah ini ada kaitannya dengan pertunangan, Clara? Cinta menduga-duga.


"aku tau bagaimana rasanya, jika berada di posisimu, Tom. sebagai teman yang baik, aku akan menghiburmu." bisik Cinta, dalam hati.


"Tom! aku boleh, masuk?" ketuk Cinta di depan pintu kamar Tomy.


"masuk, aja!" sahut, Tomy.


dan Cinta pun langsung membuka pintu kamar Tomy, dan masuk. "kamu, kenapa? apa ada masalah dengan pekerjaan, mu?" tanya Cinta, duduk di tepi tempat tidur Tomy.


"enggak!" jawab Tomy.


"lalu? kenapa aku merasa, kamu sedang ada masalah, Tom." selidik Cinta.


Tomy bangun dari rebahan, lalu duduk menghadap ke depan Cinta. "aku mau tanya, kenapa kalian wanita, tiba-tiba berubah?" tanya Tomy.


"maksud, kamu?" Cinta pura-pura tidak tahu yang terjadi antara Tomy, dan Clara.


"aku tidak tahu kenapa, sikap Clara tiba-tiba saja berubah. padahal kemarin dia baik-baik, saja. dan aku merasa tidak melakukan kesalahan, apapun." jelas Tomy.


Cinta hanya diam, ia bingung, antara memberitahu kepada Tomy, tentang pertunangan Clara, atau pura-pura saja tidak tahu.


"Cinta, ditanya kok, malah bengong?" tanya Tomy, heran.


"entahlah, Tom. aku sendiri tidak pernah seperti itu, jika ada masalah, akan aku bicarakan baik-baik dengan, Nicholas." jelas Cinta.


"oh ya! bagaimana kelanjutan dari hubunganmu dengan berandalan, itu?" tanya Tomy, mengubah topik.


"aku sudah memutuskan hubungan dengan dia." ungkap, Cinta.

__ADS_1


"kenapa? bukankah kamu sangat, mencintainya?" ujar Tomy.


"itu dulu, saat semuanya masih baik-baik saja." jelas Cinta, lirih.


"memangnya, apa yang sudah, terjadi?" tanya Tomy, penasaran.


"dia ketahuan berselingkuh." ucap Cinta, tertunduk.


"apa?!" ucap Tomy, kaget.


"dari dulu memang sudah aku peringatkan, kalau dia itu bukan laki-laki baik, untukmu." ujar Tomy, kesal.


"sudahlah! ga usah bahas dia, lagi. bukankah tadi kita sedang membahas masalah, mu? kenapa jadi beralih ke dia, sih?!" ucap Cinta, kesal.


"iya-iya! bagaimana....kalau malam ini kita, minum?" ajak Tomy.


"boleh! siapa takut?" sahut Cinta, bersemangat.


akhir-akhir ini, Cinta memang ingin selalu minum, untuk sekedar melupakan masalah yang sedang di alaminya.


tidak mudah bagi Cinta, untuk melupakan Nicholas yang sudah sangat ia cintai. terlebih, mereka sudah menjalin hubungan selama dua tahun.


"ya sudah! kita makan, yuk? sekalian keluar cari minuman untuk nanti, malam." ajak Tomy.


"rasanya, tubuh dan pikiranku terasa lelah. dan aku ga ada mood untuk keluar." jelas Cinta.


"ayolah, Cinta! jangan terlalu berlarut-larut dalam kesedihanmu, kamu gadis yang cantik, dan juga baik, masih banyak kok, yang mau sama, kamu." rayu tomy.


"kamu memang paling bisa merayu, ya?!" ujar Cinta, seraya menyentil hidung Tomy.


"siapa dulu? Tomy...!" sahut Tomy.


"ya sudah! aku ganti baju dulu!" ucap Cinta, berlalu keluar dari kamar Tomy.


"ga pake, lama!" teriak Tomy, setelah Cinta keluar.


"iya, bawel!" sahut Cinta, dari luar. selang beberapa menit, Cinta kembali ke kamar Tomy, dengan pakaian yang membuat Tomy tertegun sejenak memandangnya.


"kenapa? aku terlihat cantik, ya? dari dulu, aku itu memang cantik." ujar Cinta, yang melihat Tomy bengong melihatnya.


"ish! pede amat, sih?! aku itu, bengong ngeliat kamu, karena ada yang aneh aja, dengan penampilanmu." Tomy beralasan, padahal sebenarnya, ia memang mengagumi akan kecantikan sahabatnya itu.

__ADS_1


dengan celana jeans pendek di atas lutut, dan tank top hitam, yang di tutupi jaket jeans biru Dongker yang Cinta kenakan, dan rambut di ikat tinggi, memang membuat Cinta terlihat semakin cantik, dan seksi.


belum lagi, belahan dadanya yang sengaja ia perlihatkan, tentu saja membuat siapa saja yang melihatnya, akan terpesona.


Cinta mempunyai tubuh yang kurus, namun payudara dan pantat yang cukup besar, belum lagi bibir mungil, dan matanya yang bundar, bak kelereng.


tapi karena selama ini Cinta tidak pandai berdandan, dan selalu berpenampilan seadanya. sehingga kecantikannya tidak begitu terlihat.


"jadi pergi, ga?" tanya Cinta.


"ya jadi, donk...!" sahut Tomy, lalu bangkit dari duduknya.


Tomy menggandeng tangan Cinta dengan mesranya, mereka berdua seperti sepasang kekasih yang sedang di mabuk kepayang. saat sampai di parkiran, Tomy melepaskan tangannya.


lalu mulai menyalakan kendaraan roda duanya, dan Cinta pun segera naik, lalu merekapun pergi meninggalkan rumah, untuk pergi mencari makan di luar.


di perjalanan, tiba-tiba Tomy menambah kecepatan laju kendaraannya, sehingga membuat Cinta ketakutan, dan memukuli pundak Tomy, supaya mengurangi kecepatan.


"kamu sudah bosan hidup, ya?! kalau mau mati, mati aja sendiri, jangan ajak-ajak!" maki Cinta, saat Tomy sudah mengurangi kecepatan laju kendaraannya.


"makanya, pegangan donk...biar ga takut." ujar Tomy.


"mau pegangan, ga? atau aku ngebut lagi, nih?!" goda Tomy. padahal, itu hanya taktiknya saja, supaya Cinta memeluknya.


"iya-iya!" sahut Cinta, bersungut-sungut. dan Tomy pun tersenyum puas, karena sudah mengerjai sahabatnya.


Tomy kembali menambah kecepatan tinggi, dan membuat Cinta semakin mempererat pelukannya. dan motor Tomy berhenti di depan sebuah warteg, di pinggir jalan.


"kita makan, di sini?" tanya Cinta, kurang yakin.


"iya! kenapa? ga suka?" tanya Tomy, balik.


"ga gitu juga, sih. hanya ga percaya aja, seorang pengawal pribadi dari pengusaha terkenal, makan di tempat seperti ini. padahal, gajihanya cukup besar." goda Cinta.


"ini bukan masalah uangnya, Cinta. tapi....aku sudah lama tidak makan di tempat seperti ini. dan aku ingin bernostalgia bersama kamu, disini." ujar Tomy.


"huh! bilang aja kalau kamu, pelit!" cibir Cinta.


"ya ga, lah. masa aku pelit sama sahabatku, sendiri." sahut Tomy.


"ya udahlah! lagian udah terlanjur berhenti disini, juga." keluh Cinta, lalu memilih tempat duduk.

__ADS_1


sementara Cinta mencari tempat duduk, Tomy pergi memesan makanan. baru saja Cinta duduk beberapa menit, beberapa pemuda yang duduk tidak jauh darinya.


mencoba menggoda Cinta. Cinta hanya diam, tanpa menjawab dari panggilan para pemuda berandal itu.


__ADS_2