
"Bagaimana dengan rencana, kita?" tanya Tomy, lagi.
"Jadilah! yuk?!" ajak Cinta.
"Gak ajak, Rika?" tanya Tomy.
"Dia lelah, dan mengantuk. biarkan saja dia, tidur." ujar Cinta, dan bangun dari duduknya.
"Baiklah, yuk?!" Tomy bangun dari duduknya, dan melangkah mengikuti Cinta.
Seperti biasa, mereka menghabiskan malam dengan minum alkohol di atas atap rumah yang sengaja di buat oleh pemiliknya senyaman mungkin, untuk bersantai.
Dengan perasaan kacau, dan dalam pengaruh alkohol, Tomy menceritakan semua keluh kesahnya, kepada Cinta.
Begitupun dengan Cinta, tanpa sadar, ia menceritakan kebimbangannya tentang pilihan antara mengambil tawaran dari Clara, atau melupakan impiannya, demi sahabat tersayangnya.
Mungkin karena dalam pengaruh alkohol, Tomy tidak menggubris curhatan Cinta, tentang tawaran dari Clara.
Mereka hanyut dalam perasaan masing-masing. malam semakin larut, jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. tapi mereka belum beranjak dari atap.
Bahkan Cinta sudah tertidur lebih dulu di atas. karena sudah tidak ada teman yang bisa diajak bicara, bukannya membangunkan Cinta, Tomy malah ikut tidur disebelahnya.
******
Seperti biasa, pukul lima pagi, Rika sudah bangun, dan sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk mereka.
Sembari memasak, ia menyempatkan diri untuk membangunkan Cinta, dan Tomy. Tapi ia terkejut saat mendapati Cinta, tidak ada di dalam kamarnya.
Rika pergi memeriksa kamar mandi, namun tak juga ia melihat adanya, Cinta. bahkan tempat tidur Cinta, masih terlihat rapih, seperti tidak ada tanda-tanda bekas di tidurinya.
Karena tidak menemukan Cinta, Rika kembali ke dapur, memeriksa masakannya. lalu ia berpikir untuk menghubunginya.
Handphone Cinta memang aktif, hanya saja tidak di angkat olehnya.
Sementara itu, Cinta terbangun karena mendengar suara ponselnya berdering.
"Astaghfirullah! sudah siang. berarti...semalam aku tidur, disini?" gumam Cinta.
__ADS_1
"Tom! bangun! udah jam enam lewat, nih!" ujarnya, membangunkan Tomy.
Tomy hanya menggeliat, lalu kembali tidur.
"Tom! ayo bangun!" Cinta berusaha lagi, membangunkan Tomy.
"Iya...." sahut Tomy. Lalu bangun, dan mengucek kedua matanya.
"Kenapa kamu tidak membangunkan, ku? malah ikut, tidur." keluh, Cinta.
"Aku sendiri tidak sadar, kalau kita tidur disini, Cinta." sahut, Tomy.
Cinta bergegas turun dari atap, dan langsung masuk ke dalam kamarnya. karena hari sudah semakin siang, ia langsung ke kamar mandi, dan bersiap untuk pergi bekerja.
"Morning, Ka!" sapanya.
"Cinta?! Kamu dari mana saja, sih?" tanya Rika, sedikit kesal, dan khawatir.
"Semalam aku dan Tomy minum di atas. terus, ketiduran." jelas Cinta, cengar-cengir.
"Tapi kalian ga ngapa-ngapain, kan?" selidik, Rika.
"Ish! apa-apaan, sih! ya enggak, lah! ya kali!" timpal, Cinta.
"Kalau iya juga ga apa-apa, kok." goda Rika.
"Ya sudahlah! ayo, kita sarapan! keburu siang." ujar Rika, menyudahi candaannya.
Selesai sarapan, mereka bertiga pun segera bergegas pergi. Tomy pergi dengan mengendarai sepeda motornya, sedangkan Cinta dan Rika, naik taksi.
"Kamu ga bareng, Reno?" tanya Cinta.
"Enggak!" jawab Rika.
"Kenapa?" lanjut Cinta.
"Lagi ga ingin, aja! emang harus ya, bareng, Reno?" tanya Rika, balik.
__ADS_1
"Ya-iyalah! secara....kalian se arah, udah gitu, kalian pacaran." ujar Cinta.
"Udah, ngocehnya? udah nyampe, tuh!" omel Rika.
Lalu mereka turun dari taksi, dan masuk ke dalam swalayan tempat mereka bekerja.
Saat sedang berjalan memasuki ruang ganti, ponsel Cinta berdering. Cinta pun segera memeriksa, siapa yang meneleponnya.
"Halo!" sapa Cinta, yang mengetahui Clara yang meneleponnya.
"Bagaimana dengan keputusan mu, Cin?" tagih, Clara.
"Baiklah! aku akan terima tawaran, mu." jawab Cinta.
"Oke! kalau begitu, nanti pulang kerja, aku jemput, ya?" ujar Clara, senang.
"Ya!" sahut Cinta. dan menutup teleponnya.
Hari itu, Cinta kerja kurang fokus, ia masih kepikiran akan keputusan yang sudah di ambilnya. tak jarang, ia mendapatkan teguran dari atasannya.
Nicholas memperhatikan tingkah Cinta yang tidak biasa, itu. dan waktu istirahat yang di nantinya pun tiba.
Ia segera menghampiri Cinta, untuk mengajaknya makan siang. namun saat baru saja ia melangkahkan kakinya hendak mendekati Cinta, ada seorang wanita cantik menghampiri Cinta, terlebih dahulu.
Dan Nicholas pun lagi-lagi mengurungkan niatnya, dan hanya bisa memperhatikan dari jauh.
"Hai, Cin!" sapa Clara.
"Loh? bukankah kamu bilang tadi, sepulangnya aku kerja, ya?" tanya Cinta, heran.
"Iya, aku ke sini bukan untuk itu, kok." jelas Clara.
"Lalu?" tanya Cinta lagi.
"Aku kebetulan mampir, aja. dan mau kasih kartu nama sebuah tempat yang akan kamu datangi, nanti." jelas Clara, lagi.
"Ya sudah, aku pergi, ya?!" pamit Clara, lalu pergi.
__ADS_1
Sementara itu, Cinta masih bengong menatap kartu nama yang di berikan oleh Clara.