Teman Tapi Cinta

Teman Tapi Cinta
31. TAKUT KEHILANGAN


__ADS_3

"Drama romantis. lumayanlah, buat nyegerin otak." ujar Rika.


"nyegerin otak itu, pakai siraman rohani, bukan dengan Drakor." sahut Cinta.


"wah....sejak kapan sahabatku ini jadi ustazah? Hem?" goda Rika.


"aamiin...! semoga aku jadi ustazah beneran." doa Cinta.


"jangan, dong.....ntar aku kau ceramahi terus." lanjut Rika.


Cinta tertawa terbahak-bahak. untuk sejenak, ia melupakan masalahnya dengan kekasihnya hatinya.


"oke! kita coba liat drama ini." ucap Rika, yang sudah menemukan apa yang akan mereka tonton.


mereka berdua pun sama-sama serius menyimak drama yang Rika pilih. jam sudah menunjukkan pukul 21:30 malam. drama yang mereka tonton hampir selesai.


tapi Rika sudah tertidur di kursi, tanpa menunggu drama sampai selesai. dari dulu, Rika memang tidak pernah kuat melek seperti Cinta.


"Ka, bangun! masuk kedalam kamar sana! dasar *****!" umpat Cinta, lirih.


*****( nempel+molor) begitu kepala menempel di bantal, langsung molor. setelah di bangunkan oleh Cinta berkali-kali, Rika pun akhirnya bangun, dan masuk kedalam kamarnya.


sedangkan Cinta masih enggan masuk kedalam kamarnya. ia masih belum mengantuk, dan ingin menyelesaikan drama Korea yang ia tonton.


seperempat jam kemudian, drama Korea yang Cinta tonton pun selesai juga. namun Cinta tetap tidak mau pergi ke kamarnya.


mungkin karena sore tadi ia tertidur, jadi ia tidak merasa mengantuk sama sekali. Cinta mematikan televisinya, namun masih tetap duduk di depan televisi.


kini ia memainkan ponselnya. Cinta memeriksa apakah ada pesan dari Nicholas. setelah memeriksa, ternyata tidak ada satupun pesan masuk dari Nicholas.


padahal ia sangat mengharapkan kekasihnya akan menghubunginya malam ini. namun kenyataan tak sesuai dengan keinginannya.


sampai jam sepuluh malam, Nicholas belum juga bertukar kabar dengannya. padahal, sudah sejak sore tadi Cinta mengirimi Nicholas pesan, namun sampai saat ini, belum juga ada balasan darinya.


"apakah Nicholas marah, ya? bagaimana jika memang benar ia marah, dan memutuskan hubungan?" bisik Cinta dalam hati.


dan Cinta pun memutuskan untuk menghubungi Nicholas. namun tidak ada jawaban dari seberang sana.


awalnya nomor telepon Nicholas aktif, hanya saja tidak di angkat olehnya. namun setelah beberapa kali Cinta mencoba menghubunginya, tiba-tiba nomor telepon Nicholas menjadi tidak aktif lagi.


mungkin Nicholas sengaja menonaktifkan ponselnya. sehingga Cinta tidak bisa meneleponnya.

__ADS_1


Cinta menjadi semakin cemas, dan takut. kini ia berjalan mondar-mandir di ruang tamu.


"*apa aku datang ke apartemennya saja, ya? minta maaf, lalu menyerahkan apa yang ia inginkan? tidak! tidak! tidak!. aku tidak boleh melakukan itu. aku harus mempertahankan apa yang menjadi milikku.


lagipula, aku tidak mau terus-terusan merepotkan orang-orang yang aku sayangi*.


hingga pukul setengah dua belas malam, Cinta masih belum masuk kedalam kamarnya. kini ia terduduk lemas di sofa ruang tamu.


"*sebenarnya, apakah Nicholas sungguh-sungguh mencintaiku? atau....aku ini hanya mainan saja, baginya?


jika memang benar ia bersungguh-sungguh mencintai ku, tak mungkin Nicholas membiarkan ku sampai seperti ini*.


terus... sekarang aku harus bagaimana? aku masih sangat mencintai Nicholas. aku tidak mau kehilangannya." keluh Cinta dalam hati.


pukul 00:15, Tomy baru saja tiba dirumah. setelah Tomy membuka pintu dan masuk, ia terkejut mendapati ada seseorang yang terbaring di sofa.


dan Tomy mendekati Cinta, untuk memastikan siapa yang terbaring di sofa pada saat tengah malam seperti ini.


"ya Allah, Cinta! kenapa kamu tidur disini?" ujar Tomy.


"apa kamu tertidur karena menungguku, pulang?" lanjutnya.


setelah membaringkan tubuh Cinta, ia menyelimuti tubuhnya. sejenak Tomy menatap wajah cantik Cinta, dibelainya rambut Cinta dengan penuh kasih sayang.


lalu ia pergi meninggalkan kamar Cinta, menuju kamarnya. Tomy bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tomy mandi sembari bersiul-siul, menggambarkan kebahagiaan yang baru saja ia rasakan.


meskipun sekian lama ia dan Clara terpisah, namun perasaannya yang sejak duduk di bangku SMA terhadap Clara, tidak pernah padam.


selama perjalanannya mengawal Clara di Bandung, benih-benih cinta antara mereka berdua kembali bersemi.


bahkan disela-sela kesibukannya menjaga Clara dari serangan musuh, mereka berdua sempat memadu kasih, sebelum pulang ke Jakarta.


meskipun Tomy sudah berada jauh dari Clara, namun ia masih saja merasakan harumnya aroma tubuh Clara.


selesai mandi, Tomy tidak langsung memakai bajunya. ia berbaring di atas tempat tidur, dengan masih menggunakan baju mandinya.


pandangannya menerawang jauh ke langit-langit kamar. seolah ada wajah Clara yang sedang memberinya senyuman manis dari atas sana.


"rasanya....aku ingin menemui mu lagi, Clara." gumam Tomy, lirih.

__ADS_1


Tomy bangkit dari tidurnya, dan mengenakan kaos oblong putih, dan celana pendeknya. lalu kembali berbaring.


ia masih saja terus tersenyum mengingat apa yang ia lakukan dengan pujaan hatinya. madu asmara yang baru saja ia dapatkan, membuatnya seperti orang gila.


perlahan-lahan, Tomy pun memejamkan matanya, dan tertidur dengan pulas. mungkin karena lelah seharian menemani Clara, sehingga membuatnya tertidur dengan cepat.


*****


Pukul 05:00, seperti biasa, Rika sudah bangun lebih awal dibandingkan dengan Cinta dan Tomy yang selalu bangun siang.


Rika sedang asyik dengan masakannya di dapur. sementara itu, Cinta dan Tomy masih belum juga terbangun dari tidurnya.


mereka berdua masih sama-sama pulas dengan tidurnya. pukul setengah enam pagi, Rika menghampiri Tomy di kamarnya.


"Tom! bangun, udah siang, Lo." panggil Rika.


namun tidak ada jawaban dari dalam kamar Tomy.


"Tomy! udah siang!" lanjut Rika.


karena masih belum juga ada jawaban dari Tomy, Rika pergi dari depan kamar Tomy meninggalkan kamar Tomy.


kini Rika masuk kedalam kamar Cinta, ia memeriksa apakah sahabatnya itu sudah bangun, atau masih terlelap dalam tidurnya.


Rika menggelengkan kepalanya, mendapati Cinta yang masih tidur dengan nyenyaknya.


lalu Rika keluar dari kamar Cinta. ia membiarkan Cinta tetap tidur.


suara klakson dari luar tanda Reno telah menunggunya. Rika pun segera keluar menghampiri Reno dan pergi bersamanya.


Pukul 07:30, Cinta baru saja terbangun dari tidurnya. ia melirik ke arah jam dinding di kamarnya, sadar hari sudah siang, Cinta bangkit dari tempat tidurnya.


ia bergegas ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


"bukankah semalam aku tidur di sofa, ya? lalu, siapa yang memindahkan ku ke kamar?" tanya Cinta dalam hati.


Cinta keluar dari kamarnya, menuju kamar Rika. "Ka!" panggilnya, didepan kamar Rika.


karena tidak ada jawaban, Cinta langsung membuka pintu kamar Rika, untuk memeriksa. "pasti Rika sudah pergi." gumamnya, yang sadar hari sudah siang.


kini ia menuju dapur, di bukannya tudung penutup makanan di atas meja makan. terlihat ada lauk-pauk, dan sayur yang sudah Rika sajikan.

__ADS_1


__ADS_2