Teman Tapi Cinta

Teman Tapi Cinta
33. PAHITNYA KENYATAAN


__ADS_3

Sepertinya, Cinta sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan, kakinya sudah terasa sangat lelah, karena sudah berlari sejauh satu kilometer, dari kontrakan Maya.


kebetulan ia menemukan sebuah halte bus, dan memutuskan untuk menunggu bus datang, atau taksi yang melintas.


Cinta menahan air matanya yang sejak tadi meminta untuk keluar. ia tidak ingin menangis di tempat umum seperti ini.


"Cinta?! ngapain kamu, disini?" sapa Tomy, yang tiba-tiba berdiri didepannya.


"eh! anu-tadi aku joging, terus main ke rumah temen." jelas Cinta, terbata-bata.


"kamu sendiri, ngapain disini? bukankah seharusnya kamu, kerja?" tanya Cinta balik.


"aku memang sedang bekerja, aku hendak mengantar Clara ke kantor, dan kebetulan melihatmu duduk sendiri disini." jelas Tomy.


"oh ya! bukannya kamu dan Clara saling mengenal?" lanjut Tomy.


"hai Cin!" sapa Clara turun dari mobil.


"hai!" sahut Cinta.


Clara dan Cinta memang saling mengenal, tapi semasa mereka masih sama-sama duduk di bangku sekolah menengah atas, mereka berdua tidak pernah akur.


dulu Cinta tidak pernah menyukai prilaku Clara yang sok kecantikan, dan berkuasa di sekolah. Clara siswi yang cukup populer di sekolah, banyak siswa yang mengejarnya.


termasuk Tomy, tapi Cinta dan Rika selalu mengganggu saat mereka ingin menghabiskan waktu bersama.


kini mereka bertemu lagi, dan Cinta masih tetap tidak menyukai Clara.


"sedang apa disini?" tanya Clara.


"tadi selesai joging, aku mampir ke rumah teman." jelas Cinta.


"oh...kami tinggal dulu ya, Cin." pamit Clara.


"silahkan" sahut Cinta.


"yuk, Tom! nanti kita terlambat." ajak Clara, ke Tomy. dan Tomy tidak bisa menjawab apa-apa, selain menuruti ajakan Clara, untuk pergi meninggalkan Cinta sendiri.


padahal niat Tomy, ingin mengantarkan Cinta pulang ke rumah terlebih dahulu. tapi karena Clara mengajaknya untuk segera pergi ke kantor karena takut terlambat, Tomy pun mengerti maksud Clara.


"Cin, kami duluan, ya? cepatlah pulang! kamu belum sehat benar." pamit Tomy.

__ADS_1


"iya, jangan khawatirkan aku, pergilah!" sahut Cinta.


Tomy dan Clara pun pergi meninggalkan Cinta seorang diri, untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kantor.


setelah Tomy dan Clara pergi, tak lama kemudian, ada taksi yang melintas. dengan cepat Cinta pun menyetopnya, dan bergegas pulang ke rumah.


sementara itu, selama diperjalanan menuju kantor, Clara lebih banyak diam. terlihat dari ekspresi wajahnya, ia menunjukkan rasa cemburu atas perhatian Tomy ke Cinta.


"kamu kenapa, diam?" tanya Tomy, ke Clara.


"emangnya, aku harus gimana?" tanya Clara, balik.


"ya ga biasanya aja, kamu diam. ada apa?" ucap Tomy.


"ga ada!" sahut Clara, singkat.


Tomy pun diam, ia merasa bingung dengan sikap Clara yang tiba-tiba berubah. sebelum bertemu dengan Cinta, Clara terlihat ceria, dan mesra terhadapnya.


selalu bergelayut di pelukannya, tapi setelah bertemu Cinta, kini Clara menjadi dingin, dan acuh tak acuh.


\*\*\*\*\*


Taksi yang membawa Cinta pulang berhenti tepat didepan pintu gerbang rumah Cinta. setelah mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar taksi, Cinta pun segera masuk kedalam rumahnya.


Sampai didalam kamar, ia menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. kembali terbayang olehnya, ketika Nicholas tidur dengan tanpa sehelai baju, di kamar Maya.


pemuda yang sangat ia cintai, tega-teganya mengkhianatinya. selama ini, Cinta selalu menjaga hatinya, hanya untuk Nicholas seorang.


meskipun banyak pria yang mendekatinya, Cinta tidak pernah peduli. didalam hatinya, hanya ada Nicholas seorang.


tapi kenyataannya, kesetiannya dibalas dengan air mata. dadanya terasa sesak. Cinta sudah tidak bisa menahan air mata yang sejak tadi meminta untuk keluar dari mata indahnya.


air mata Cinta tak henti-hentinya mengalir, hatinya terasa sakit, bahkan sangat sakit. ketika Cinta sedang sibuk dengan air matanya yang tak henti-hentinya menetes, ponsel Cinta berdering.


diraihnya ponsel dari saku celananya, dan melihat siapa yang meneleponnya. ternyata Rika yang menghubunginya.


"(halo! ada apa, Ka?" tanya Cinta, ditelepon. sebisa mungkin ia berusaha agar suaranya tidak terdengar sedang menangis.


"kamu udah makan, belum?" tanya Rika.


"udah!" jawab Cinta, berbohong.

__ADS_1


"ingat Cin. kalau kamu berbohong, dan tidak makan, aku tidak akan memaafkan kamu." ancam Rika.


"iya, aku janji, aku akan makan, oke?!" sahut Cinta.


"aku akan makan? berarti kamu belum makan, kan?" tanya Rika, lagi.


"iya, maaf....aku baru saja pulang joging." jelas Cinta.


"Cinta! ini sudah hampir jam sebelas, tapi kamu belum, makan?!" tanya Rika dengan nada tinggi.


"iya, maaf....tadi aku belum merasa lapar, dan karena jenuh, aku pergi joging. ya sudah, aku makan dulu, ya?" ujar Cinta, lalu menutup teleponnya.


"baiklah! demi kalian, aku akan makan, demi bertahan hidup, karena menangis pun membutuhkan energi." gumam Cinta.


Cinta bangkit dari tempat tidurnya, lalu bergegas menuju kamar mandi. tubuhnya sudah terasa sangat gerah dan lengket, akibat keringat.


selesai mandi, Cinta menuju meja makan. meskipun tidak berselera untuk makan, tapi ia memaksa agar nasi masuk kedalam mulutnya.


setelah merasa cukup untuk mengisi perutnya, Cinta membersihkan meja dan piring kotor bekasnya. lalu kembali ke kamarnya.


tiba-tiba Cinta teringat, bahwa ia masih menyimpan setengah botol minuman beralkohol. karena Rika masih satu jam lagi untuk tiba dirumah.


Cinta pun memutuskan untuk meminum minuman yang sengaja ia simpan untuknya. meskipun ia tahu, kalau meminum minuman keras tidak bisa menyelesaikan masalah yang tengah ia hadapi.


tapi paling tidak, ia bisa melupakannya, walau hanya untuk sejenak. minuman di botol pun telah habis, kini Cinta berkaraoke untuk melampiaskan rasa sedihnya.


Cinta berteriak dengan keras, menyanyikan lagu-lagu sedih Malaysia, untuk melampiaskan rasa sedihnya. tentunya dibawah pengaruh alkohol.


merasa puas dan lega, Cinta menghentikan nyanyiannya, dan merebahkan tubuhnya, di lantai. perlahan Cinta pun tertidur.


\*\*\*\*\*


Pukul setengah satu siang, Rika bersiap-siap untuk pulang, karena jam kerjanya akan segera selesai.


hari itu, Nicholas tidak masuk kerja. dan Rika menanyakan ke temannya, kenapa Nicholas tidak masuk.


menurut temanya, Nicholas tidak masuk kerja tanpa memberitahu atasan mereka. tidak ada yang tahu, kenapa hari itu Nicholas tidak masuk kerja


tepat pukul satu siang, Rika dan rekan-rekan kerjanya bergegas meninggalkan kantor, bergantian dengan rekan mereka yang lain.


sebenarnya Reno mengajak Rika untuk berkunjung ke restoran keluarganya. tapi karena teringat akan Cinta yang sendirian di rumah, Rika menolak ajakan Reno secara halus.

__ADS_1


sebelum pulang, Rika menyempatkan diri untuk membeli beberapa buah, dan roti tawar untuk ia bawa pulang, dilantai bawah.


Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Rika pergi meninggalkan swalayan tempat ia bekerja.


__ADS_2