
Cinta kembali menutup tudung penutup makanan, lalu bergegas ke kamar Tomy.
"Tom!" panggil Cinta, berdiri didepan kamar Tomy. namun karena yang dipanggil tidak menjawab, Cinta membuka pintu kamar Tomy, lalu masuk.
"Tom! kamu ga kerja?" Cinta membangunkan Tomy, yang masih terlelap dalam tidur.
Tomy tidak menjawab, melainkan hanya menggeliat, lalu kembali tidur.
"Tomy! ini udah siang, loh! bukankah kamu harus pergi, kerja?!" Cinta kembali berusaha membangunkan Tomy.
"memangnya sekarang jam, berapa?" tanya Tomy, sembari mengucek matanya.
"hampir jam delapan!" sahut Cinta.
"astaghfirullah!" ucap Tomy, seraya bangkit seketika dari tempat tidurnya.
"kenapa tidak membangunkan ku dari tadi, sih?!" keluh Tomy.
"mana aku tahu, aku kan baru bangun juga." jelas Cinta, seraya melangkah keluar dari kamar Tomy.
Tomy pun segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. dengan terburu-buru, ia mengenakan pakaiannya.
"(maaf, Clara! aku baru saja bangun, apakah saya terlambat?)" ucap Tomy, ditelepon.
"(ga apa-apa, Tom. aku juga baru bangun, kok.)" jelas Clara, dari seberang sana.
"(ya sudah, aku on the way.)" terang Tomy.
"(oke! jangan terburu-buru, hati-hati di jalan!)" ucap Clara, lalu pembicaraan mereka ditelepon pun berakhir.
Tomy segera keluar dari kamarnya, setelah merasa puas dengan penampilannya.
"Cinta! aku pergi, ya?!" pamit Tomy.
padahal Cinta sudah menunggunya dimeja makan, untuk sarapan bersama-sama. tapi kerena Tomy sudah berpamitan untuk pergi, Cinta pun memutuskan untuk sarapan sendiri.
"ah! rasanya tidak berselera untuk makan sendiri. sebaiknya, aku joging aja, dulu." gumam Cinta, lalu ia pergi ke kamarnya, untuk mengganti baju.
setelah menukar baju tidurnya dengan celana training dan kaos oblong, Cinta pun pergi keluar untuk joging.
Pagi yang cerah, bahkan lebih cerah dari biasanya. Cinta berlari-lari kecil menyusuri jalan di trotoar. kesehatan Cinta kini mulai berangsur membaik, ia lebih kuat dan segar, dibanding hari-hari sebelumnya.
__ADS_1
Pukul sepuluh pagi, Cinta sudah merasa lelah, dan gerah. mungkin efek dari cuaca yang sangat cerah hari ini.
ia menghampiri tukang es dawet yang ada di pinggir jalan, di dekat taman. untuk sekedar menghilangkan rasa dahaganya.
setelah mendapatkan sebungkus es dawet, Cinta duduk di bangku yang ada di taman. saat sedang menikmati segarnya es dawet yang ia beli, ada suara notifikasi dari ponselnya.
pemberitahuan bahwa adanya pesan masuk dari aplikasi chatting. karena rasa ingin tahunya, ia mengeluarkan ponselnya dari kantong celananya, dan memeriksa, siapa yang telah mengiriminya pesan.
Cinta sangat berharap, itu pesan masuk dari Nicholas kekasih hatinya, yang ia nanti-nantikan sejak semalam.
benar saja, tertera dibilah notifikasi, nama kekasihnya yang mengiriminya pesan tersebut. dengan cepat ia membuka pesan masuk tersebut.
"(hai, Cinta! aku tahu, dari semalam kamu mencoba menghubungi Nicholas, bukan?)" isi pesan masuk dari Nicholas.
"(hahaha! Nicholas nya masih tidur, tuh!)" isi pesan berikutnya, lalu ada pesan gambar, Nicholas yang sedang tertidur pulas, dengan separuh dadanya terlihat tanpa busana, dan separuh badan bagian bawahnya, ditutupi selimut.
Cinta mencoba mengenali ruangan dan tempat dimana Nicholas sedang tidur.
"ini bukan kamar di apartemen Nicholas. lalu?" bisik Cinta, dalam hati.
lalu ia menghubungi nomor telepon Nicholas, yang baru saja mengiriminya pesan. betapa terkejutnya Cinta, karena yang mengangkat telepon seluler Nicholas seorang wanita.
wanita yang sedang duduk disebelah pemuda yang sudah satu tahun ini menjadi kekasih hatinya. karena Cinta menghubungi nomor telepon Nicholas menggunakan video call.
Cinta tidak kuasa menahan perasaannya, tanpa ia sadari, setetes air hangat mengalir dari mata indahnya.
"(maaf, kenapa Nicholas berada bersama, kamu?)";tanya Cinta, terbata-bata, karena menahan tangisnya.
"(ya, saat ini Nicholas berada bersamaku, bahkan di kamarku.)" jelas Maya, tersenyum menyeringai.
"(aku, tahu. tapi, kenapa?)" tanya Cinta, lagi.
"(menurutmu, kenapa? karena....kamu wanita yang tidak berguna, lebih tepatnya, kekasih pecundang!)" ejek Maya.
"(semalam, Nicholas menceritakan semuanya, dia bilang, dia sudah tidak mencintaimu, lagi. bahkan dia sudah tidak ingin menemui mu, lagi.)" terang Maya, ketus.
Cinta langsung mengakhiri panggilan videonya. kini ia menuju ke jalan raya, mencari taksi yang melintas.
Cinta berniat akan mendatangi Maya ke kontrakannya. Cinta masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat dalam video call tadi.
Cinta harus memastikan bahwa yang ia lihat itu hanyalah editan belaka. dari kejauhan, terlihat taksi mendekat ke arahnya.
__ADS_1
dengan cepat ia melambaikan tangannya untuk menghentikan laju taksi yang akan melintasinya.
"mau kemana, mbak?" tanya sopir taksi.
Cinta menjelaskan arah tujuannya, kepada sang sopir taksi.
"pak, bisa lebih cepat, ga?" ucap Cinta, tak sabar.
"baik, mbak!" sahut sopir taksi.
lalu menambah kecepatan laju mobilnya.
taksi berhenti di sebuah kontrakan yang cukup besar, dan memiliki banyak pintu. setelah membayar ongkos taksi, Cinta segera turun, dan membuka pintu gerbang.
karena sudah pernah diajak Nicholas ke kontrakan Maya, Cinta tidak perlu lagi bertanya, dan langsung menuju ke kamar Maya.
kini Cinta berdiri tepat didepan pintu kamar kontrakan Maya, dan langsung masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu.
begitu pintu kamar Maya terbuka, betapa terkejutnya Cinta, mengetahui kebenaran dari video call tadi.
kebenaran bahwa, Nicholas benar-benar tidur diranjang milik Maya. karena penasaran, Cinta menarik selimut yang menutupi sebagian tubuh bagian bawah Nicholas.
tanpa sadar Cinta menjerit histeris, melihat Nicholas yang tidur tanpa busana, hanya mengenakan ****** ********.
saat itu, Maya sedang tidak ada di kamarnya. Maya sedang keluar kamar, untuk mencari sarapan untuknya dan Nicholas, saat terbangun nanti.
Nicholas spontan terbangun, karena mendengar suara teriakan dari Cinta. dan Nicholas pun tak kalah terkejutnya seperti Cinta.
karena melihat Cinta yang sedang duduk lemas dilantai, sembari menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.
Nicholas meraih selimut untuk menutupi tubuhnya, lalu mendekati Cinta.
"Cinta!" sapanya.
Cinta mengangkat wajahnya, menatap penuh rasa benci ke arah Nicholas. lalu bangkit dari duduknya, dan berlari keluar dari kamar Maya.
segera Nicholas memakai celana jeans nya, dan bergegas keluar dari kamar, untuk mengejar Cinta.
"Cinta, tunggu! ini salah paham, biar aku jelaskan!" teriak Nicholas, mengejar Cinta yang terus saja berlari tanpa menoleh ke arah Nicholas yang mengejarnya.
"Cinta! please...." panggil Nicholas.
__ADS_1
namun Cinta sudah tidak peduli lagi dengan apa yang akan Nicholas jelaskan. Cinta terus saja berlari menuju ke jalan raya, untuk mencari taksi yang melintas.
karena tidak juga mendapatkan taksi, Cinta terus berjalan, untuk menjauh dari daerah kontrakan Maya.