
*Setiap orang pasti punya cita-cita, seperti saat seorang anak kecil yang mulai ditanya oleh gurunya ketika duduk di bangku sekolah.
"Kalau sudah besar, apa cita-cita kalian anak-anak?" Tanya sang guru.
Saat sang guru meminta satu persatu anak didiknya untuk menjawab, merekapun menjawab dengan beragam cita-cita yang di inginkan. Satu anak menjawab polisi, yang lainnya mungkin dokter, insinyur, pilot, guru, atau dan lain sebagainya.
Dan itu tidak berbeda jauh dengan hidup seorang Arsyad, dulu saat dia ditanya oleh gurunya tentang cita-cita, dia menjawab dengan polosnya, 'tentara militer' katanya saat itu.
Tapi yakinlah dari sekian banyaknya anak yang ditanya tentang cita-cita kala itu, hanya segelintir yang sesuai dengan apa yang diinginkan, atau mungkin cita-cita yang dulu disebutkan temannya justru itu yang menjadi pencapaian ketika kita sudah menjadi dewasa.
Tapi tidak dengan Arsyad, saat dia mengatakan 'Aku ingin menjadi tentara militer' diusia yang masih balita, saat itulah hatinya terus menggebu-gebu, Arsyad selalu meminta ibunya menceritakan tentang tentara militer, meminta ibu membelikan baju tentara untuknya, dan hampir semua mainan Arsyad berhubungan dengan tentara.
"Bu, apa tentara militer itu hebat?" Tanyanya 20 tahun yang lalu saat usia Arsyad baru menginjak 5 tahun.
"Tentu sayang, mereka adalah kebanggaan setiap negara, karena mereka ditugaskan untuk menjadi hero" Jawab ibunya.
__ADS_1
"Mereka super Hero?" Tanya sikecil Arsyad dengan polosnya.
"Yah, mereka super hero untuk setiap negara" Jawab ibunya yang bernama Elis Stania Yulianti, seorang ibu yang pandai dalam berbicara, dia selalu menggunakan kata-kata yang sesuai dengan lawan bicaranya.
"Memangnya apa tugas mereka bu?"
"Melindungi" Jawab ibu Elis singkat.
"Melindungi kita semua?"
"Yah, melindungi orang-orang lemah, melindungi dari para penjahat yang membuat kerusuhan, dan menjaga perdamaian negara" Jawabnya lagi.
Ibu Elis adalah orang yang cerdas, bahkan sangat cerdas, dia bisa menjawab bahkan dari pertanyaan yang paling sulit sekalipun.
Suatu hari, Arsyad membuka buku catatan ibunya, disana dia membaca kejadian demi kejadian yang pernah ibunya alami, Arsyad mengagumi ibunda tercintanya.
__ADS_1
Bagaimana ibunya begitu dikagumi oleh banyak kalangan. Dan sangat diincar oleh orang bangsa elit, termasuk ayah Arsyad.
Yah Arsyad yang sudah dewasa, membaca semua petulangan ibu yang singgah di Negara Singa Putih, dan bertemu dengan ayahnya yang ternyata memaksakan ibu untuk menikah dengannya. Catatan Ibu Elis membuat Arsyad tertegun tak percaya.
"Bu, apa ini nyata?" Tanyanya setelah selesai membaca catatan di buku ibunya.
"Apa yang kau lakukan? apa kau sudah membacanya? Bukankah ibu sudah melarang mu untuk menyentuh buku pribadi ibu?" Ibu marah besar pada Arsyad, karena Arsyad sudah melanggar perintahnya.
"Ma'af bu, tapi kenapa ibu merahasiakan dari Arsyad bu, kenapa ibu mengatakan ayah telah tiada?"
"Kau sudah dewasa, kalau kau sudah membaca buku ibu, kau pasti paham apa yang ibu rasakan, ibu tidak ingin berdebat dengan mu, ku harus bisa memahami keadaan ini" Arsyad melihat raut wajah ibu berubah sedih, dan ada rasa bersalah karena itu.
Cita-cita menjadi tentara kini telah tercapai, Arsyad menyandang gelar sebagai TNI AD. Tapi setelah tahu masa lalu ibunya, ada dua lagi yang harus dia capai, mencari ayah kandungnya yang ternyata masih hidup, dan menyatukan keluarga tercintanya kembali.
Dan jika kau ingin tahu masa lalu seorang Ibu Elis Stania Yulianti dengan pengalaman luar biasa di Negara Singa Putih, dan bagaimana dia terpaksa harus menikah dengan ayah Arsyad, kau juga bisa membaca catatan ibunya yang sudah Arsyad salin tulisannya dengan judul 'LELAKI MISTERIUS' disampul bukunya.
__ADS_1
Karena perjalanan hidup seorang Arsyad Anggara berawal dari catatan sang ibunda tercintanya.
Next...