Tentara ku Pahlawan ku

Tentara ku Pahlawan ku
Episode 33


__ADS_3

Pukul 08.00. Hari ini, acara pembukaan cabang minimarket, sesuai kesepakatan ibulah yang akan memotong pita sekaligus meresmikan minimarketnya.


"Waaah, ramai sekali nak" Wajah ibu terlihat senang. Aku tersenyum. Ini adalah cabang minimarket ku yang pertama. Dan ibu benar, banyak sekali orang-orang menunggu peresmian ini. Padahal aku hanya mengundang beberapa karyawan yang akan berkerja di tokoku dan beberapa orang terdekat. Tapi disini banyak wajah-wajah asing yang ikut menunggu.


Setengah jam berlalu, semuanya sudah siap. Aku mulai membuka acaranya. Dipandu oleh pembawa acara, dari pembukaan, sambutan-sambutan dan lain-lainnya. Sampai tibalah pada penghujung acara. Peresmian minimarket.


"Pemotongan pita sekaligus peresmian minimarket. Kepada Ibunda Elis kami persilahkan" Pembawa acara mempersilahkan ibu untuk maju ke depan. Menyerahkan sebuah gunting berpita. Ibu tersenyum kepadaku, aku membalasnya. Lalu berganti tersenyum kepada para pengunjung.


"Dengan dibukanya cabang minimarket ini semoga bisa membantu dalam memenuhi kebutuhan anda semua. Dan dengan ini saya resmikan pembukaan cabang minimarket ini" Ibu mulai menggunting pita yang menghalangi pintu minimarketnya. Membuka kedua pintu itu. Mempersilahkan para pengunjung untuk masuk dan berbelanja. Semua senang, mereka langsung mengantri untuk masuk. Aku menyediakan diskon besar-besaran untuk lima puluh pembeli pertama selama tiga hari ke depan. Melihat antusias mereka. Aku langsung memeluk ibu dari belakang.


"Terimakasih Bu" Ibu mengusap tanganku yang melingkar di dadanya.


"Semoga kau selalu diberi kesuksesan nak"

__ADS_1


"Aaamiiinn" aku memeluk ibu lebih erat. Aku merasa aku benar-benar anak paling beruntung di dunia. Aku mencium kening ibu. Sekali lagi untuk tanda terimakasih.


Sorenya aku memutuskan untuk pulang ke hotel, karena ada sesuatu yang harus aku lakukan. Hari ini sudah cukup minimarketnya. Aku sudah sepenuhnya mempercayakan pada salah satu karyawan ku.


"Ibu Istirahatlah dulu. Arsyaf ada urusan sebentar."


"Kau mau kemana nak?"


"Ke cafe bawah bu, ada seseorang yang harus Arsyaf temui. Istirahatlah bu, Arsyaf tidak mau ibu kenapa-kenapa"


Hotel ini memang sangat mewah, sekelas bintang lima. Aku harus menaiki lift untuk turun dari lantai 10 kelantai 2. Lift hotel ini memiliki dinding kaca. Terpasang di samping dinding kaca hotel besar ini. kau bisa melihat pemandangan indah dari dalam liftnya.


Aku sampai di lantai dua. Sebuah cafe yang elegan menyambut ku. Suasananya cukup ramai. Beberapa hanya asyik mengobrol tanpa pesanan, ah atau mungkin sedang menunggunya pesanannya.

__ADS_1


Mataku mulai mencari seseorang. Dari sudut terdepan cafe sampai hampir keujungnya aku masih belum menemukan orang yang ku tuju. Lalu sebuah tangan melambai-lambai padaku. Aku tersenyum, lalu berjalan menghampirinya.


"Ayah" Sapaku lebih dulu. Ayah hanya tersenyum. Lalu menyuruh ku duduk dengan isyarat matanya.


"Bagaimana hari ini?" Tanya ayah.


"Alhamdulillah, lancar yah"


"Itu bagus" Ayah tersenyum lagi.


"Mau minum apa nak? Atau mau ayah pesankan makanan?"


"Minum saja yah, Arsyad akan makan malam bersama ibu" kataku. Ah, ini pertama kalinya aku memanggil dengan namaku sendiri. Dan itu hanya di depan ayah.

__ADS_1


Ayah mengangguk. Lalu memanggil pelayan. Memesan minuman sejenis soda untukku.


"Begini Arsyaf, ayah langsung keintinya saja. Ayah mau kamu membantu ayah. Malam ini juga" katanya. Ayah menjelaskan semua yang harus aku lakukan. Aku hanya mendengarkan apa yang ayah rencanakan, beberapa kali mengangguk, mengerti. Intinya ayah ingin menyelesaikan semua masalah dengan ibu malam ini juga. Malam ini akan menjadi malam penentuan untuk ayah dan ibu. Apakah mereka akan bersama kembali atau selamanya mereka akan terpisah seperti ini.


__ADS_2