Tentara ku Pahlawan ku

Tentara ku Pahlawan ku
Episode 9


__ADS_3

"Hari ini kita pulang nak, ayo ayah bantu kamu turun"


Ayah menuntunku turun dari kasur, sebenarnya aku sudah baik, hanya saja ingatanku memang belum kembali. Kata dokter, setiap memori di otak kita tidaklah pernah hilang, hanya karena penyebab tertentu menjadi ingatan kita terganggu.


Jelasnya sekarang aku terkena amnesia, karena benturan dibagian belakang kepalaku. Tapi kata dokter, hilang ingatan tidak hanya sering dikaitkan dengan benturan pada kepala atau kecelakaan, tetapi juga bisa disebabkan oleh ragam kondisi lainnya, seperti gangguan pada kelenjar tiroid, hingga penyakit HIV,


tuberkulosis, dan sifilis, yang bila tidak mendapat penanganan, bisa saja memengaruhi kinerja otak, termasuk pusat memori.


"Ayah, ibu dimana?" Laki-laki setengah baya itu diam setelah mendengar pertanyaan ku tentang ibu.


"Tunggu sampai kau baikkan, ayah janji akan menceritakan semuanya"


Aku hanya menurut, mulai berjalan keluar rumah sakit, disana kami disambut orang-orang berbaju hitam dengan badan yang kekar, salah satu mereka membuka pintu mobil untukku dan ayah.


"Mereka siapa yah?" Tanyaku tentang orang-orang berseragam hitam itu.


"Mereka pengawal, bekerja untuk menjaga dan melindungi"


"Hemmm, Kita mau kemana yah?"


"Pulang nak" Aku hanya menjawab dengan anggukan. Aku melihat raut wajah ayah berubah, ada sebersit kesedihan disana.


"Sabarlah tuan, semua ini akan baik-baik saja, kita hanya perlu waktu" Kata seseorang yang duduk disebelah supir.

__ADS_1


"Apakah ini karma, apakah ini hukuman Tuhan untukku paman" Kata ayah dengan nada sangat sedih.


"Bersabarlah tuan, Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hambanya, kita hanya perlu bersabar, jika tuan menyerah, semua akan hilang dengan sia-sia" Ayah hanya diam, tidak menjawab atau bertanya kembali.


Sedangkan aku, aku hanya diam, Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan, amnesia yang aku alami membuatku kesulitan dalam berfikir atau menebak sesuatu, mengingat fakta atau pengalaman masa lalu. Bahkan penderita hilang ingatan, juga dapat mengalami kesulitan dalam membentuk ingatan baru. Dan itulah yang sekarang aku alami.


"Nama dia siapa ayah?" Tanyaku pada ayah, menunjuk seseorang yang duduk disebelah supir.


"Kau bisa panggil dia, Kakek Richard" Katanya, ayah mulai menghapus sisa-sisa air mata yang tadi sempat keluar.


'Kau punya seorang kakek dari ayah, dia bernama kakek Richard sayang'


"Aaaahh" Tiba-tiba seperti ada seorang wanita yang berkata-kata dalam kepalaku, seketika rasa sakit yang amat sangat mulai menjalar dikepalaku.


"Kau kenapa nak, apa kepala mu sakit lagi?"


'walaupun kakek Richard bukan kakek kandung mu, tapi dia tetap kakek mu sayang'


"Hentikan! Berhenti berbicara" Aku memegangi kepalaku yang serasa ingin meledak.


"Siapa yang berbicara, tenanglah dulu, kau harus tenang supaya kepala mu tidak sakit"


'Dia adalah kakek yang baik'

__ADS_1


"Hentikan! Sakit sekali ayah" Aku membenturkan kepala pada kaca mobil.


"Pengawal berhenti!" Seketika mobil langsung direm mendadak. Ayah memegangi tubuh dan kepalaku supaya aku tidak lagi membentur-benturkannya pada kaca mobil.


"Paman tolong ambilkan obat penenang" Perintah ayah.


"Ini tuan" Kakek dengan cepat mencari dan memberikan obat itu pada ayah.


"Minumlah dulu nak, tenanglah, kau harus tenang, jangan pikirkan yang macam-macam"


"Sakit yah".


"Ayah tahu, tahanlah sedikit, ayo minum obatnya"


Aku langsung meminum obat yang ayah kasih, beberapa detik setelahnya aku mulai tenang, rasa sakitku mulai berangsur membaik.


Kini rasa kantuk yang hinggap ditubuh ku, mataku mulai berat untuk terus bertahan terbuka, sedikit demi sedikit aku mulai terpejam.


'Bangulah nak, ibu menunggu mu, kau harus kembali'


Suara itu tiba-tiba muncul, tapi dalam keadaanku yang setengah sadar karena pengaruh obat bius, aku tidak lagi merasakan sakit, aku hanya terus mendengar suara wanita yang entah siapa itu menggema dikepalaku.


"Kau siapa?" Itulah pertanyaan yang muncul dari dalam hati, pada suara yang terus memanggilku.

__ADS_1


Next....


__ADS_2