Tentara ku Pahlawan ku

Tentara ku Pahlawan ku
Episode 30


__ADS_3

"Sejak kapan kau di rumah?, aku kira kau tidak akan pulang" aku sedikit gugup.


"Kau belum menjawab pertanyaan ku"


"Pertanyaan? Oh yang tadi, yah mungkin" aku semakin gugup. Intan benar-benar menatapku bak harimau ingin menerkam mangsanya.


Dia masih berdiri dibelakang ibunya, terdiam untuk kesekian detik, lalu menangis tiba-tiba. Ini kali katiga aku melihat Intan menangis sejak dua Minggu yang lalu. Dan akulah penyebabnya.


"Lihatlah bu, Bang Arsyad begitu menyebalkan, dia tidak tahu betapa sakitnya hati Intan, dia terus saja berbohong. Tolong bilang kedia bu, hentikan kebohongan ini. Apa susahnya mengaku menjadi diri sendiri? Kenapa harus terus memendam rasa sakit yang bisa terobati seandainya dia berkata jujur? Apa susahnya? Apa salahnya? Apa segitu teganya Abang Arsyad membiarkan aku dimiliki orang lain, sedangkan Abang tahu tidak ada orang yang lebih ku inginkan sejak kecil selain Abang Arsyad, kenapa dia begitu tega bu?"


"Tenanglah Intan" Tante Diana berdiri. Berjalan mendekati Intan. Mengelus pundaknya. Aku hanya menatapnya bingung. bingung juga harus menjawab apa.

__ADS_1


"Tolong bilangin ke Bang Arsyad bu. Intan rindu dia. Intan cuma mau hidup sama dia, tolong bu" Intan menangis dalam pelukan Tante Diana.


Aku hanya duduk diam, bingung. Hatiku benar-benar sakit melihat Intan tak berdaya, dia benar-benar tahu siapa aku. Dari dulu dia satu-satunya yang mengenal aku lebih dalam, bahkan lebih dalam dari ibu. Haruskan aku mengakui kebenarannya sekarang, haruskah aku mengakui kalau aku memang Arsyad. Tapi aku bingung harus ku mulai darimana. Aku juga memikirkan apa yanga akan terjadi nantinya seandainya aku mengakui sekarang. Tentang perasaan Arsyaf, perasaan ibu.


"Hemm tante, Arsyaf bingung kenapa Intan terus berfikir seperti itu? Kita semua tahu Bang Arsyad masih hilang ingatannya, karena itulah dia belum bisa seperti dulu lagi. Tapi kenapa jadi aku yang dikira Arsyad, aku baru saja datang satu bulan yang lalu bersama ayah, datang kesini ingin berjumpa dengan kalian, dengan ibuku, dengan saudaraku"


"Kau benar nak, tante juga sempat berfikir seperti itu, kau memang baru datang, kau juga datang bersama ayahmu, itu bisa dijadikan bukti bahwa kau bukan Arsyad. Tapi ada satu pertanyaan dari tante. Kau tahu apa pekerjaan Arsyad sebelum dia kehilangan ingatannya?"


"Seorang tentara militer, TNI AD" jawabku.


Aku semakin menunduk, ingin membantah perkataan Tante Diana, tapi percuma, itu hanya akan menumpuk kebohongan yang sudah aku buat.

__ADS_1


"Tante aku pamit pulang" kataku, setelah benar-benar buntu harus menjawab apa.


"Lihatlah bu, Bang Arsyad berubah, dia jahat" Intan terus menangis dalam pelukan ibunya. Dan terus memanggilku dengan namaku sendiri.


"Aku akan menjelaskan semuanya, tapi tidak sekarang, aku janji, tunggulah sampai aku menyatukan ayah dan ibu ku, tapi apapun kebenarannya nanti, kau tetaplah seorang istri, tidak akan ada yang berubah, dan istri yang baik tidak boleh mengharapkan orang lain. Dan satu lagi, tolong tetap rahasiakan semua ini dari ibu ku, setidaknya sampai aku mencapai tujuanku menyatukan mereka, aku janji hanya sampai itu"


Setelah aku mengatakan itu, aku langsung pamit pulang, berjalan dengan cepat, meninggalkan rumah Tante Diana, meninggalkan Intan yang semakin deras tangisnya. Aku bahkan sampai lupa mencium tangan Tante Diana sebelum keluar. Hatiku sungguh sakit, tubuhku bergetar, jalan menuju rumah yang hanya beberapa menit serasa berjam-jam tak sampai. Otakku terus berfikir, apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan?. Terus seperti itu sampai tiba di rumah.


"Arsyaf, ada apa? Apa kau sakit?"


Aku memandang ke ibu, lalu berlari kecil kearahnya, memeluk tubuhnya dengan erat, menangis seperti anak kecil diatas pundaknya. Aku tidak menjawab, juga tidak berkata apa-apa.

__ADS_1


Malam itu, aku tidur dipangkuan ibu, ibu tidak menolak, membiarkan aku terlelap, mengelus rambutku seperti anak bayi, tidak lagi bertanya kenapa aku seperti ini. Hari itu adalah hari yang paling menakutkan untuk ku.


Next....


__ADS_2