Terikat Dengan Takdir

Terikat Dengan Takdir
Chapter 10


__ADS_3

"Aku....."


Drrrrt


Drrrrt


Lucas maupun Aileen mengalihkan pandangan ke Benda pipih milik Lucas diatas Meja.


Dengan cepat Lelaki itu mengambilnya."Daisy?"batinnya.


Lelaki itu menatap Aileen yang menatapnya penasaran."Aku.... Angkat telpon dulu."ucap Lucas sambil bangkit menjauh darinya.


"Yang benar saja! Memangnya siapa yang menelponnya sampai harus menjauh?"kesal Aileen.


"Sudahlah...lebih baik aku menghabiskan Makananku."lanjutnya.


Namun, hatinya masih bertanya-tanya siapakah yang menelpon Lelaki itu? kenapa harus mengangkatnya dan menjauh darinya? Dan banyak lagi.


1 jam kemudian.


Aileen menyandarkan Tubuhnya ke kursi menunggu Lelaki itu tiba namun tidak kunjung datang."ish! Lucas mana sih?!"kesalnya.


Ting


ponsel gadis itu berbunyi menunjukkan Ada notifikasi masuk."Elvin?" batinnya.


Elvin


Udah pulang belum?


^^^Me^^^


^^^Belum^^^


Elvin


Belum di jemput kah?


^^^Me^^^


^^^Udah, ini lagi di Cafe^^^


^^^sama Lucas^^^


Elvin


Kirain.


^^^Me^^^


^^^Kirain kenapa?^^^


Elvin


Kirain sendirian.


Khawatir aja secara kamu kan Cewek.


Takutnya kamu kenapa-napa.


^^^Me^^^


^^^Gak papa^^^


^^^Biasa aja.^^^


^^^Tatapan Aileen beralih menatap Lucas yang sibuk berbicara ditelepon membuat Aileen penasaran.^^^


Elvin

__ADS_1


Yaudah, kalo sampai rumah kabarin aku


^^^Me^^^


^^^Yes sir^^^


Aileen mendongakkan wajahnya menatap Lucas yang duduk dihadapannya, entah sejak kapan."L-Lucas?!"


"kenapa?kok kaget?"tanya Lelaki itu heran.


"s-sejak kapan kau disana?"Tanya Aileen.


"kenapa,hm?"Tanya Lucas balik.


Aileen mengalihkan pandangannya kearah lain."Melihat dari Reaksimu.... sepertinya kau menyembunyikan sesuatu."ucap Lelaki itu.


"T-Tidak!'jawab Aileen.


Tatapan Lelaki itu menatap Kearah ponsel Aileen."Sepertinya sepeninggalku tadi...kau sibuk dengan ponselmu."Ucap Lucas.


"K-Kau juga sama!"elak Aileen.


Lucas merebut ponselnya dan membukanya. Lelaki itu langsung diam dengan tatapan Datar membuat Aileen meneguk saliva-nya.


Lucas memberikan ponsel itu kembali ke pemiliknya."....apa kau memiliki hubungan khusus dengan Lelaki?"Tanya Lucas tiba-tiba.


"hah? Tidak."geleng Aileen.


"Begitu? Sudahlah...ayo Pergi."ajak Lucas.


"Lu--"


Lucas langsung berjalan mendahuluinya tanpa menghiraukan Aileen.


...****************...


Bruk


Plak


Wajah Gina langsung memerah karena Zafira yang menamparnya keras."M-Maafkan aku, Nenek."lirih Gadis kecil itu.


"Maaf? Kau bilang maaf,huh?! Kau membuatku Jatuh!! bagaimana kalau aku kenapa-napa?!"Bentak Zafira sambil memukuli Tubuh Gina.


"Ibu! Apa yang kau lakukan?!"ucap Alyssa yang menarik tangan Gina kebelakang Tubuhnya."Dia hanya anak kecil... apakah kau tidak bisa memaafkannya?"


"Anak kecil? Kau selalu memanjakannya!!"


"Dan kau? Kau seharusnya memaafkannya! Bukan memukulinya!"jawab Alyssa.


"Aku saja tidak memaafkanmu! Apalagi dia! Memangnya siapa dia?!"Bentak Zafira.


"Memaafkanku? Apa yang sudah aku lakukan?"Tanya Alyssa.


"Lupakan!"


"Tidak... katakan padaku...apa yang sudah aku lakukan?"Tanya Alyssa.


"Dengar! Diamlah!!"Bentak Zafira.


"Kata-kata yang sama setiap hari!! katakanlah kapan saja!!"Bentak Alyssa.


"Jangan sampai aku membuka mulutku!"geram Zafira.


"Kenapa? Kau takut? Katakanlah..."Lawan Alyssa.


"Karena kau! Anakku--"


"Nenek! Cukup!!"Bentak Aileen yang baru saja tiba."Cukup!"Ucap Aileen mengangkat Tangannya.

__ADS_1


Alyssa dan Zafira terdiam saat Aileen menatap mareka berdua dengan Mata yang berkaca-kaca.


Gadis itu melepaskan Sarung tangannya sedangkan Alyssa membawa Gina kelantai atas."Kenyataan memang selalu pahit."Ucap Zafira saat Alyssa melewatinya.


"Tidak ada yang tahu kebenarannya... bahkan kau sekalipun."jawab Alyssa dan pergi dengan Gina.


Alyssa menghapus air mata yang mengalir diwajah Gina yang duduk dipangkuannya."Hentikan Gina....Jangan menangis lagi."ucapnya.


"Nenek membenciku."Isak Gina.


"tidak....dia tidak membencimu."ucap Alyssa menghibur."Jangan katakan hal seperti itu....Dia sedang marah sekarang ... Semuanya baik-baik saja."Lanjut Alyssa.


"Kapan semuanya berakhir,mama?"Tanya Gina.


"kita berdoa saja semoga Tuhan mengirimkan kita Malaikat untuk menghapus air mata kita."Ucap Alyssa.


"Malaikat?"tanya Gina.


"iya... Malaikat sayang. Malaikat kita pasti datang dan menghapus air mata kita."ucap Alyssa."Dia akan membuat kita bahagia dan membuang jauh Kesedihan kita."lanjut Alyssa.


"Kapan malaikat akan datang?"Tanya Gina.


"Begini saja, hari ini kita berdoa supaya tuhan Memberikan malaikat pada kita,oke?"Tanya Alyssa.


Gina mengangguk dan Turun dipangkuan Mamanya itu. Mareka menyatukan tangan mareka dan berdoa.


Aileen terdiam mendengar percakapan Mamanya dan Adiknya itu dan kembali kekamar. Gadis itu menghapus air matanya yang mengalir di pipinya.


Dirinya teringat akan perkataan Mamanya dan menyatukan tangannya berdoa."Tuhan....aku tidak berharap banyak...aku hanya ingin keluarga kecilku bahagia tanpa merasakan kesedihan."batinnya.


Disisi lain, Lucas duduk di sofa mendengarkan orang tuanya yang berdebat."Lucas, dia harus ikut denganku berkerja di kantor!!"


"Apa?! kau masih sehat, segar bugar! kenapa kau malah mengajak putraku ikut?! Dia baru saja pulang dari luar negeri!"ucap Liana.


"Bagaimanapun dia adalah pewaris L Group! Dia harus belajar dari sekarang!"ucap Luis.


"Apa?! Aku tidak mengizinkannya!"ucap Liana.


"yah, Bun....Lucas kekamar ya?"tanya Lucas.


"Diam!"bentak mareka berdua.


lelaki itu menghela nafasnya kesal."Ini sudah malam! apa kalian mau menggangu tetangga?!"bentak Lucas membuat keduanya terdiam.


Lucas menggelengkan kepalanya dan pergi kekamarnya."Ini semua gara-gara kamu!marah kan dia."tuduh Liana pada Suaminya.


"Apaan! Bunda tuh."ucap Luis tidak mau kalah.


Lucas menutup pintu kamar sambil memijit pelipisnya.


Tok


Tok


Tok


"Bang! Buka pintunya!"Teriak Luke dari luar kamar.


"Datang satu lagi."batinnya.


"Buka aja! pintunya gak dikunci."jawab Lucas.


Lucas diam menatap Adiknya yang menatapnya dengan tatapan Tajam."kenapa?"tanya Lucas.


"Gina adalah istriku."ucap Luke The top Points.


Lucas menatap adiknya heran."hah? apa?"tanyanya tidak mengerti.


"Abang suka sama Aileen kan? Kenapa malah melamar Gina sebagai istrimu? Bukankah kau sangat menyukai Aileen?"Ucap Luke membuat Lucas menatapnya Kesal.

__ADS_1


"pakai 'kak'!"Tegur Lucas pada Adiknya yang memanggil Nama Aileen tanpa embel-embel kakak."Lagian apa salahnya kalo aku melamarnya? Kau itu masih kecil....tidak akan bisa menikah."ucap Lucas sombong.


"K-Kau!"geram Luke.


__ADS_2