
Aileen langsung menatap Elvin tajam. "Memalukan? Bukankah kau lebih memalukan bagiku? Merebut tunangan orang lain disaat dia kehilangan ingatannya dan mengincar hartanya."
"Ai--"
"Jangan kau kira aku tidak tahu Elvin!! Aku sudah banyak bertemu pria sama sepertimu! Hanya mengincar hartaku."Sela Aileen dan berlalu dari hadapan lelaki itu.
Keesokan harinya, Aileen masuk kedalam kamarnya setelah selesai mendiskusikan tentang pernikahannya bersama dengan keluarganya.
Wajahnya terlihat kelelahan menginginkan istirahat di kamarnya. Namun baru saja masuk kedalam kamar seorang pria terlihat berbaring di ranjangnya membuat Aileen membelalakkan matanya. "kau?! kenapa kau ada disini?!"
Lucas, lelaki itu tersenyum tipis menatap Aileen yang berjalan mendekat padanya dengan perasaan marah.
Namun sayangnya kaki gadis itu tersandung hingga membuatnya terjatuh. Lucas hanya menatap Aileen yang hendak terjatuh ke tubuhnya.
Bugh
Dengan cepat Lucas bergeser membuat Aileen jatuh ke kasurnya sendiri. Gadis itu mengangkat wajahnya menatap Lucas tajam sedangkan Lucas, lelaki itu malah kembali berbaring dengan menjadikan lengannya sebagai penyangga kepalanya menatap Aileen.
"Kenapa? sebegitu inginnya kah kau jatuh di atas tubuhku?"Tanya Lucas.
Aileen langsung mendirikan tubuhnya begitupun dengan Lucas. "Kau!!!"geram Aileen.
Bruk
Gadis itu langsung melemparkan bantal kepada Lucas namun Lucas menghindarinya. "Aileen, tenanglah... saat marah detak jantung akan bertambah cepat itu tidak baik untuk kesehatan."ucap Lucas.
"Aku tidak perduli, cepat keluar!"perintah Aileen.
__ADS_1
"Aku sudah bilang padamu bukan? Aku akan memberikanmu sesuatu."ucap Lucas membuat Aileen menatapnya.
Lelaki itu berjalan dan mengambil buntalan kain yang tidak jauh dari Aileen, kain yang sama yang membuat Aileen tersandung.
"kau?! Apa kau gila meletakan itu ke tengah jalan?! Kau lihat, tadi aku terjatuh karenanya!"kesal Aileen.
"Kau yang tidak melihat jalan."jawab Lucas santai. "ini."ucapnya memberikan buntalan kain itu kepada Lucas.
Aileen menerimanya sambil menatap Lucas heran. "ini adalah baju pernikahan kita setidaknya aku sudah mengantarkannya pada pemiliknya."ucap Lucas membuat Aileen terdiam.
"Aku hanya ingin mengantarkan ini, karena tidak ada hal yang lain jadi aku pulang saja."ucap Lucas.
Aileen diam menatap kepergian Lucas. Aileen beranjak dari tempatnya menuju ruangan ganti. Ia berniat hendak mencoba gaun pengantin miliknya itu.
"Dia benar-benar mengerti bagaimana seleraku."lanjut Aileen.
Aileen mengambil ponselnya mengirimkan hasil Fotonya yang menggunakan gaun itu kepada Lucas.
Tok
Tok
Tok
"Masuk."
__ADS_1
Gina bersama dengan Luke masuk kedalam kamar Aileen. "Waaah....kak Aileen cantik sekali.... seperti tuan putri."Puji Gina membuat Aileen tersenyum malu.
"Jika kau menikah denganku nanti, aku berjanji akan memberikan gaun yang lebih indah daripada yang di pakai oleh kakakmu ini untukmu."Ucap Luke.
"kau tahu Luke, kita masih kecil. Jangankan menikah, makan saja masih disuapi."Jawab Gina membuat Luke tersenyum masam.
"...itu ... pemberian, abang?"tanya Luke kepada Aileen.
"eh? Iya... bagaimana bisa kau mengetahuinya?"tanya Aileen.
"hm? Karena baju itu di desain langsung oleh abang dan ia meminta kepada desainer paling hebat untuk membuatkannya."Ucap Luke.
"Desain langsung?"
"iya...belum ada di pasarannya."Jawab Like enteng.
Aileen diam. "Lucas ternyata begitu mencintaiku tapi kenapa dia malah membatalkan pertunangan kami?"batin Aileen bertanya-tanya.
disisi lain Lucas yang membuka ponselnya ketika melihat notifikasi pesan dari Aileen.
Aileen❤️💘
Thanks for dress honey
Lucas tersenyum membaca pesan itu.
__ADS_1