Terikat Dengan Takdir

Terikat Dengan Takdir
Chapter 19


__ADS_3

"Kau tahu Lucas..."Ucap Aileen membuat Lucas mengernyitkan keningnya heran.


"Apa?"tanya Lucas.


"Aku takut jika momen ini tidak akan bertahan lama... bukankah nanti akan ada saatnya kau akan berada ditempat lain begitupun denganku?"ucap Aileen.


Lucas tersenyum dan mencium tangan Aileen."jika begitu.... jika kau merindukanku dan teringat padaku, seperti angin aku akan datang padamu. Aku akan selalu mencintaimu Aileen, selalu mencintaimu."ungkap Lucas membuat Aileen tersenyum.


"Boleh aku pegang janjimu itu?"tanya Aileen.


"Tentu saja."ucap Lucas tersenyum.


Lucas bangkit membuat Aileen ikut bangkit menatapnya heran."baiklah...aku mau pergi dulu."ucap Lucas.


"kenapa terburu-buru?"tanya Aileen.


Lucas menatap jam tangan."Aku ada sedikit urusan...."ucap Lucas.


"Baiklah.... pergi saja."ucap Aileen membalikkan tubuhnya.


"....apa kau marah?"tanya Lucas.


"tidak..."jawab Aileen.


Lucas memeluk tubuh Aileen dari belakang bahkan sesekali mencium pipi gadis itu."Apa kau marah, istriku? tenang saja, aku pasti akan pulang."ucap Lucas.


"Masih calon! Jangan sembarang ya..."tegur Aileen berbalik menatap lelaki itu.


Lucas mencubit kedua pipi chubby gadis itu membuatnya meringis kesakitan."iya ...iya...."gemas Lucas.

__ADS_1


"ugh! Lucas!!"Tegur Aileen.


"baiklah, aku pulang dulu....bye...istriku sayang."ucap Lucas mengedipkan sebelah matanya lalu keluar melalui pintu kamar gadis itu.


Aileen Membulatkan matanya melihat kelakuan lelaki itu."Lucas!"tegur Aileen kesal.


Lucas langsung masuk kedalam rumahnya menuju kamarnya."Lucas?"panggil Liana.


"ya, bun?"tanya Lucas menatap bundanya itu.


"Tadi, Daisy menelponku katanya dia ingin bertemu denganmu sekarang."ucap Liana.


Lucas termenung sejenak lalu menganggukkan kepalanya."Iya...ini, Lucas mau siap-siap dulu."ucap Lucas tersenyum.


Liana Menatap putranya itu dengan tatapan gelisah."apa kau takut?apa perlu bunda menemanimu?"Tanya Liana.


"tidak perlu bunda..."jawab Lucas menggeleng."Lagian... kalo bunda ikut, bunda ngapain disana?"lanjut Lucas membuat Liana mengangguk paham.


.......


.......


.......


.......


.......


Lucas menginjakkan kakinya masuk kedalam sebuah cafe, matanya menatap kearah para pengunjung. Tak lama kemudian, Lucas tersenyum melihat seorang gadis yang sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1



"Sudah lama?"tanya Lucas.


Gadis itu mendongak menatap Lucas, wajahnya langsung berubah menjadi kesal."apa kau tahu aku sudah lama menunggumu?!kau sudah membuang-buang waktuku selama 1 jam!"ocehnya.


"Sorry...ada urusan penting."ungkap Lucas membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya kesal.


Lucas langsung mencubit pipi gadis itu."akh!!sakit Lucas!!"Tegur Gadis itu.


"salah sendiri membuatku gemas."ucap Lucas.


"setelah kau pulang dari luar negeri, kau semakin menyebalkan!"ucap gadis itu.


"eum? benarkah itu?"tanya Lucas.


"iya."jawabnya.


"Ayolah Daisy... Alasanku pergi keluar negeri dulu untuk bertemu denganmu...jika nenekku tidak mengizinkanku pulang, bisa-bisa dia menjodohkanku denganmu!"ucap Lucas.


"Ya...mau bagaimana lagi?tapi bukankah kau sudah selamat sekarang? lagipula nenek tidak akan menyuruhmu untuk menikah denganku."Ucap Daisy.


"Hm....jadi, kenapa kau menyuruhku untuk Menemuimu?"tanya Lucas.


"Lucas... akhir-akhir ini kau tidak datang checkup, aku khawatir."ungkap Daisy.


Lucas memegang tangan Daisy."Daisy...aku baik-baik saja....kau lihat? I'm Fine, don't worry."ucap Lucas.


"Kau jangan berbohong padaku Lucas!"tegur Daisy membuat lelaki yang berada dihadapannya itu terdiam."Aku tahu dengan jelas apa yang terjadi padamu...alasanmu keluar negeri bukanlah untuk bertemu denganku, melainkan untuk menyembuhkan penyakit gagal jantungmu bukan?"Ucap Daisy.

__ADS_1


Lucas menundukkan kepalanya diam."Kenapa kau begitu sembrono Lucas! Aku sudah bertanya pada ibumu beberapa kali, katanya kau tidak mau minum obat yang sudah aku resepkan padamu bahkan kau tidak pernah datang untuk checkup,Kenapa kau seperti itu?"Tanya Daisy.


__ADS_2