Terikat Dengan Takdir

Terikat Dengan Takdir
Chapter 9


__ADS_3

Lucas menatap Aileen yang menatap Tajam."...kita sudah sampai, apa kau tidak ingin Makan es krim dan Kue coklat itu?"Tanya Lucas.


Aileen menghela nafas kasar."Itu hanya hal sepele...kenapa kau tidak mau menjawab?"tanya Aileen mengalihkan pandangannya.


Mata gadis itu terus melirik Lelaki yang keluar dari mobil dan berpindah kesamping membukakan Pintu mobil untuknya."Ayo, My Princess."Ajak Lucas tersenyum sambil mengulurkan tangannya.


"Lucas...jawab aku."lirih Aileen membuat Lelaki itu menghela nafasnya pasrah.


"Aku akan ceritakan nanti, ayo! Tanganku sakit jika dibiarkan."


"Kau selalu mengatakan seperti itu! tapi tidak pernah kau katakan!"kesal Aileen."Apa kau benar-benar menganggapku sebagai Sahabatmu?"lanjut Aileen.


Lucas terdiam melihat wajah Gadis yang ada dihadapannya yang terlihat sedih dengan mata yang berkaca-kaca.


".... Lucas...apa kau tidak mempercayaiku? Apa hanya aku yang menganggap Kau adalah Sahabatku?"Tangis Aileen.


Lucas menunduk rasa bersalah mulai Menyelimuti dirinya. Ia sangat ingin melihat sahabatnya itu berbahagia Namun, dirinya malah membuat Gadis itu bersedih, sangat berbeda dengan Keinginannya."....hei... Aileen."panggil Lucas.


"hiks...hiks...."Isak Gadis itu.


"Aileen...."panggil Lucas lembut sambil menangkup kedua pipi Gadis itu.


Lucas menatap Wajah Aileen yang sembab dan menghapus air matanya yang mengalir."Aileen...kau terlihat jelek bahkan saat menangis--"


"itu tidak Lucu, Lucas!"ucap Aileen sambil mencoba melepaskan tangan Lucas dari Pipinya.


"Aileen...kau menganggapku sebagai Sahabatmu bukan?"Tanya Lucas membuat Aileen menatapnya mengangguk membenarkan.


Lucas menempelkan Jidatnya ke dahi gadis itu sambil memejamkan matanya begitupun sebaliknya."Aku sangat ini mengatakannya...tapi aku tidak mengatakannya."batin Lucas.


"....Lucas?"panggil Aileen.

__ADS_1


"hm?"


"I like you, Lucas."gumam Aileen pelan.


Lucas membelalakkan matanya Mendengar suara Aileen dan menjauhkan Dirinya dari Gadis itu."A-Apa kau mengatakan sesuatu?"tanya Lucas.


"jadi, dia tidak mendengarnya....biarlah...nanti akan aku katakan lagi nanti."Batin Aileen.


"Tidak, Lucas.....ini bukan hal yang benar. Kau tidak boleh seperti ini."batin Lucas.


"Kapan kita masuk?"Tanya Aileen.


"Kau benar. Ayo masuk."jawab Lucas.


Aileen keluar dari mobil. Baru saja tangannya hendak menggandeng tangan lelaki itu, Lucas langsung berjalan meninggalkan Aileen dibelakangnya.


Sementara disisi lain, Naura selalu melirik Kearah Elvin yang sedang mengendarai mobilnya membuat Lelaki itu menatapnya sebentar lalu fokus mengemudi."Ada Apa,Naura?"Tanyanya heran."Apakah ada yang aneh diwajahku?"lanjutnya.


"Tentu saja boleh, hanya saja aku sedang mengemudi..."


"memangnya kenapa kalau kau sedang mengemudi?"tanya gadis itu.


"Ayolah Naura...jangan menatapku terus! Jika tidak Mobil kita akan tabrakan kalo aku tidak fokus."Jawab Elvin.


"Oke...tapi, Elvin...aku boleh bertanya padamu?"tanya Naura ragu-ragu.


"Tanyakan saja."Jawab Elvin.


"Kau berada di luar negeri sebelumnya lalu kenapa aku kesini?"Tanya Naura."A-ah...jika kau tidak mau mengatakannya tidak apa-apa."lanjut gadis itu.


"Em.... sebenarnya bukannya tidak mau mengatakannya hanya saja....aku hanya ikut Ibuku."jawab Elvin.

__ADS_1


"Dia bilang dia rindu kampung halamannya dan mau tinggal disini. Katanya, Dia ingin menantu dari kampung halamannya. Memangnya siapa yang ingin menikah? Aku saja masih Kuliah."Lanjut Elvin.


"karena itu kau pindah kesini?"Tanya Naura.


"Iya...."jawab Elvin.


Naura meremas Roknya erat. Wajahnya memerah dengan Detak jantungnya yang tidak beraturan."kenapa tiba-tiba kau menanyakan hal ini?"Tanya Elvin.


"Tidak apa-apa...aku hanya penasaran namun kau sudah menjawabnya."jawab Naura.


Lelaki itu menatap Naura dan berpikir sejenak."Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"Tanya Elvin."eh? T-Tidak... maksudku aku hanya merasa Familiar denganmu."lanjut Elvin.


"Tidak...."Jawab Naura sambil tersenyum Manis.


"Apa cuma perasaanku saja? Sekilas dia mirip dengan seseorang."Batin Elvin.


Kembali dengan Lucas dan Aileen yang duduk di sebuah Cafe. Lelaki itu menatap Kearah Aileen yang dihadapannya sibuk dengan kue cokelatnya.


"...."


Lelaki itu diam-diam tersenyum menatap gadis didepannya."Lucas?"panggil Aileen.


Lelaki itu langsung tersadar dari lamunannya."Apa?"jawabnya.


"Katakan padaku sekarang."pinta Aileen.


"apa yang harus aku katakan padamu?"tanya lelaki itu balik.


"Ugh... ayolah Lucas! Kau bilang akan mengatakannya! alasan kenapa kau memilih belajar diluar negeri!"kesal Aileen.


Lelaki itu terkekeh geli dan menghela nafasnya."Baiklah... alasannya karena aku ......."

__ADS_1


__ADS_2