Terikat Dengan Takdir

Terikat Dengan Takdir
Chapter 21


__ADS_3

Aileen tersenyum merasakan dagu seseorang yang terletak di bahunya itu. namun gadis itu menghiraukan dan tetap fokus pada makanannya.



"hei...apa kau tidak merindukanku?"bisik Lucas.


"kenapa aku harus merindukan seseorang yang membuat janji dan mengabaikan janjinya?"tanya Aileen.


"janji apa?"tanya Lucas balik.


Aileen berbalik dan Mengalungkan kedua tangannya ke leher lelaki itu."kau bilang jika aku merindukanmu maka secepat angin kau akan datang,bukan? Apa itu hanya sebuah kebohongan?"tanya Aileen.


Lucas menatap kedua lengan Aileen."apa kau mencoba menggodaku?"tanyanya.


"entahlah."jawab Aileen.


Lucas menggendong tubuh gadis itu seperti koala dan membawanya pergi menuju kamar gadis itu.


Bruk


Lucas merebahkan tubuh Aileen dengan dirinya yang berada diatasnya."apa kau tidak menyesal?"tanya Lucas.


Aileen diam menatap kedua mata Lucas yang menatapnya lekat."...apa yang aku sesalkan?"tanya Aileen balik.


Lucas menurunkannya kepalanya mencium bibir ranum gadis yang ada dibawahnya. Tak lama kemudian, Lucas menjauhkan wajahnya.

__ADS_1


Deg


detak jantung Lucas semakin berdebar kencang menatap Aileen. Gadis itu menatap Lucas heran, pasalnya mata lelaki itu terlihat kosong dan wajahnya yang memucat.


Bruk


Tubuh Lucas langsung ambruk menindih tubuh mungil Aileen."ugh.... L-Lucas...apa kau baik-baik saja?"panik Aileen.


suara Lucas yang terengah-engah membuat Aileen semakin panik dibuatnya. gadis itu membaringkan tubuh Lucas disampingnya."Lucas...apa kau baik-baik saja? Apa yang terjadi?"tanya Aileen.


Lucas membuka matanya menatap Aileen."i'm fine ... Aileen."Lirihnya.


"A-aku...akan kebawah untuk --"


Lucas langsung menahan tangan Aileen yang hendak pergi dari kamarnya."kumohon...tetap disini..."pinta lelaki itu.


"i'm fine honey....tetap sini ya?"Lirihnya.


Aileen menghela nafasnya pasrah. Gadis itu berjalan dan duduk diatas kasur disamping Lucas.


Terlihat lelaki itu memeluk pinggang Aileen sedangkan Aileen mengusap surai lelaki itu."...apa yang kau sembunyikan dariku, Lucas?"tanya Aileen.


dengkuran halus terdengar membuat Aileen tersenyum tipis."kau curang... kenapa kau tidak pernah mengatakan apapun padaku?"tanya Aileen.


.......

__ADS_1


.......


.......


.......


.......


Lucas diam menatap sekelilingnya."ugh...apa yang terjadi padaku?"erangnya.


Lucas mendudukkan tubuhnya menatap wajah tidur Aileen disampingnya. Lelaki itu mengusap pipi Aileen lembut."maafkan aku Aileen...aku tidak bisa mengatakannya padamu...tentang penyakitku ini... aku takut jika kau kecewa ketika mengetahuinya.."ucapnya.


Lucas bangkit dan berjalan keluar dari kamar gadis itu.


30 menit kemudian.


Aileen meraba-raba ranjangnya, gadis itu langsung duduk menatap ke sekeliling."dimana Lucas?"gumamnya.


Aileen turun kelantai bawah terlihat Lucas yang duduk berhadapan dengan mamahnya, Alyssa.


Aileen mengintip dari kejauhan saat Alyssa mengusap pipi Lucas lembut."kau baik sekali pada kami Lucas. Aku rasa Aileen tidak pantas untukmu."ucapnya membuat Aileen melototkan matanya kesal.


Lucas memegang tangan Alyssa yang menyentuh pipinya itu."mertuaku, bagaimana bisa Aileen tidak cocok denganku?dia sangat mengenalku... kami adalah pasangan yang cocok satu sama lain."jawab Lucas."bukankah kau bilang aku adalah putramu?"tanyanya.


Alyssa tersenyum manis."iya .... sekarang kau adalah putraku."jawabnya.

__ADS_1


Alyssa mengambil makanan ringan yang ada dihadapannya dan menyuapinya kepada Lucas. Lelaki itu tersenyum dan menyuapi calon mertuanya itu pula.


Aileen tersenyum melihatnya."lihat... kau sudah terlebih dulu merebut hati mamahku... sedangkan aku?."Gumamnya."aku belum melakukan apapun."lanjutnya cemberut.


__ADS_2