Terikat Dengan Takdir

Terikat Dengan Takdir
Chapter 22


__ADS_3

Liana masuk kedalam rumah Aileen, tatapan menuju putranya yang duduk bersama dengan Alyssa."Lucas ...apa yang kau lakukan disini?"tanyanya.


Lucas mendongakkan kepalanya menatap bundanya."tidak ada... aku hanya berkunjung kesini."jawab Lucas.


"baiklah, ayo kita pergi... aku mendapat kabar katanya sepupumu melahirkan."ucap Liana.


"sepupuku? Maksudmu istri dari Steve?"tanya Lucas.


Liana mengangguk."iya...."ucapnya.


Lucas menatap kearah Alyssa."apa aku boleh pergi?"tanyanya yang dianggukki oleh Alyssa.


"aku adalah ibumu! Kenapa kau malah minta izin padanya?"kesal Liana.


"bunda... nanti kan tante Alyssa bakal jadi mertua aku..."ucap Lucas membuat Liana menghela nafas panjang.


"terserah kau saja....ayo pergi."ajak Liana.


"Tante...boleh aku ikut?"tanya Aileen mendekat.


Liana tersenyum menatap Aileen yang mendekat padanya."Tentu saja,sayang..."ucap Liana menyentuh pipi Aileen."ya,kan Lucas?"tanya Liana menatap lelaki itu.


Lucas mengalihkan pandangannya sembari tersenyum tipis."eum...."jawab Lucas.


"baiklah...Ai keatas dulu ya? Mau siap-siap."ucap Aileen yang dianggukki oleh Liana.

__ADS_1


Sepeninggal gadis itu Liana dan Alyssa menatap Lucas."apa?"tanyanya heran.


"apa kau puas?"tanya Liana membuat lelaki itu menatap bundanya heran.


"maksudnya?"tanyanya.


"kami tahu apa yang kau rencanakan..."ucap Alyssa.


"hah? Memangnya aku merencanakan apa?"tanyanya lagi.


"kau tidak melarang Aileen ikut ke rumah sakit, kau pasti ingin mengambil kesempatan ini untuk mengajaknya kencan kan...."goda Liana.


"kencan? Di rumah sakit? Apa kalian gila?"tanya Lucas bangkit keluar dari rumah Aileen.


Liana dan Alyssa pun tertawa melihat wajah Lucas yang memerah karena mareka."baiklah, Aly...aku pergi dulu."ucap Liana.


30 menit berlalu.


Luis menatap Lucas yang menatap jam tangannya, terlihat wajah lelaki itu yang memendam rasa kesalnya."Lucas...kenapa kau tidak mengirim pesan pada Aileen untuk cepat?"tanya Luis.


"CK...apa ayah berani menyuruh bunda yang sibuk bersiap-siap untuk cepat?"tanya Lucas balik.


Luis langsung menggeleng cepat."jika aku menyuruhnya cepat, bisa-bisa...aku...."ucap Luis menggantungkan perkataannya.


"ayah saja tidak berani apa lagi aku."ucap Lucas menyandarkan tubuhnya ke sofa.

__ADS_1


sudah setengah jam Luis dan Lucas menghadang pasangan mareka yang sibuk bersiap didalam kamar."ayah...apa wanita memang lama seperti ini?"tanya Lucas.


"heum.... tergantung..."jawab Luis.


"tergantung? Apanya?"tanya Lucas.


"tergantung seberapa banyak makeup yang ia pakai...."jawab Luis."seperti bundamu... setelah memakai satu bedak di lapis lagi dengan bedak. Bukankah seperti pada umumnya malah seperti pentol."ujarnya membuat Lucas tertawa.


"ayah ...jika bunda mendengar bisa-bisa kau tidak izinkan tidur di kamar."ucap Lucas disela-sela tawanya.


"ya.... begitulah... padahal itu hanya masalah sepele."ucap Luis."tapi apa kau tahu? bahkan saat pernikahan kami dia bersiap saja sangat lama! Mungkin sekitar 8 jam lebih....aku pikir hasilnya seperti apa! ternyata mengejutkan!"lanjut Luis.


"Apa sangat cantik?"tanya Lucas penasaran.


"tidak...sama saja."jawab Luis membuat Lucas tertawa terbahak-bahak.


"apa kau bilang?!"geram Liana yang baru saja tiba.


"eh....s-sayang..."gugup Luis.


"kau bilang aku apa saat pernikahan kita?!"bentak Liana.


"s-sayang....ini bukan seperti yang kau pikirkan.... a-aku tadi bilang kau sangat.... sangat cantik, benarkan Lucas?"tanya Luis kepada putranya itu.


"bunda....aku harus menjawab apa, aku tidak mungkin tidak memihak kalian, tapi...ayah bilang kau tidak cantik sama sekali saat pernikahan."ucap Lucas membuat Luis menatapnya tajam.

__ADS_1


"dasar anak durhaka!! Semoga saat pernikahanmu nanti Aileen tidak akan membiarkanmu masuk kedalam kamar!"batin Luis kesal.


Lucas tertawa terbahak-bahak melihat ayahnya yang dimarahi habis-habisan oleh bundanya.


__ADS_2