Terikat Dengan Takdir

Terikat Dengan Takdir
Chapter 27


__ADS_3

Liana terdiam tangannya gemetaran sambil memegang surat pemeriksaan fisik Lucas."Bunda...."lirih Lucas.


"bunda marah?"tanya Lucas.


Liana menatap Liana."tidak, bunda hanya ingin istirahat."ucap Liana bangkit dan berjalan menuju kamarnya.


Lucas menatap Luis."ayah..."


"bundamu tidak marah...dia hanya...masih syok."ucap Luis tersenyum dan mengusap surai lelaki itu.


"untuk sementara ini...kau harus banyak istirahat, okey?"


Lucas mengangguk dan menatap ayahnya yang berjalan menuju kamarnya.


2 hari kemudian, Lucas menatap pantulan dirinya di cermin. Lelaki itu tersenyum manis melihat penampilannya."pertunangan dengan Aileen...memang sudah lama aku nantikan."gumamnya.


Senyuman lelaki itu luntur seketika mengingat hasil dari pemeriksaannya."apa semua ini ....boleh aku nikmati?"tanyanya.


"...aku...-"


"Lucas!"panggil Luis.


Lelaki itu menoleh terlihat ayahnya yang datang dengan pakaian formalnya."ayo, sebentar lagi acaranya dimulai."ucap Luis yang dianggukki oleh Lucas.


Lucas turun ke lantai bawah dan berjalan menuju ke tengah-tengah altar."ayah, penampilanku?"


"sudah bagus, kau ganteng,boy."ucap Luis berbisik.

__ADS_1


Lucas tersenyum manis. Tak lama kemudian


Lucas mengalihkan pandangannya ketika mendengar suara pintu terbuka.



seorang gadis masuk kedalam berbalut dengan gaun putih masuk kedalam Aula itu. Aileen masuk diiringi dengan Alyssa dan Liana disisinya sedangkan Zafira, Gina dan Luke sudah duduk di kursi bagian depan.



Lucas mengulum senyumnya kala melihat Aileen. Ingin sekali rasanya ia memeluk Aileen dan mengurungnya dikamar agar tidak ada yang bisa melihat kecantikan gadis itu. Namun, apalah daya ia harus menahan hasratnya itu untuk sementara.


Yah... setidaknya sampai pesta pertunangan mareka berakhir pikir Lucas.



Lucas mengulurkan tangannya pada Aileen, gadis itu menerimanya dan berdiri disampingnya lelaki itu.


Elvin menggertakkan giginya dan pergi dari tempat membuat Naura heran dan menyusulnya."E-elvin...kau kenapa? Apa yang terjadi?"tanya Naura khawatir.


"bisakah kau berhenti mengikutiku?!"bentak Elvin membuat Naura tertegun.


Elvin tersadar dan menghela nafasnya."Maaf...aku...sedang tidak enak badan."ucap Elvin.


Naura meremas gaunnya dan memberanikan dirinya untuk bertanya lagi pada lelaki itu."E-elvin... A-apa kau mencintai Aileen?"tanyanya.


Elvin menatap Naura."iya... bukankah kau sudah mengetahuinya?"tanya Elvin sinis.

__ADS_1


"T-tapi kenapa?!"


"kenapa?! Karena dia memiliki sesuatu yang tidak kau miliki!! Seharusnya aku yang berdiri disana dengan Aileen bukan Lucas!! Ini semua gara-gara kau!!"bentak Elvin.


"Elvin?! Apa yang kau katakan?!"ucap Naura."Kenapa kau bersikap seperti ini?! Lupakan Aileen ya? Aku lebih mencintaimu daripadanya."lanjut Naura menangkup kedua pipi Elvin.


Bugh


Elvin mendorong tubuh Naura hingga terjatuh."Jangan sentuh aku dasar jal***!!"bentaknya lalu pergi.


Naura terdiam, air matanya mengalir menetes membasahi pipinya."aku sangat mencintaimu Elvin, kenapa kau tidak menyadarinya?"gumamnya pelan.


Aileen duduk di kursi dengan Lucas yang berada disampingnya."Aileen..."


"hm?"


"kau...cantik sekali hari ini."bisik Lucas.


Aileen menatap Lucas."maksudmu...aku tidak cantik saat hari biasanya?"tanyanya balik.


"tidak... maksudku...yah...kau...kau sangat cantik dan aku menyukainya."ucap Lucas menatap Aileen lembut.


Aileen mengalihkan pandangannya."ah? lihat, itu Naura!"ucap Aileen membuat Lucas menatap kearah pandangan gadis itu.


tampak Naura yang berjalan menuju mareka berdua."Aileen...aku...aku mau pulang sekarang."


"kenapa? Acara belum selesai."ucap Aileen.

__ADS_1


"aku ada urusan lain, Semoga kalian bahagia."ucap Naura memegang tangan Aileen lalu pergi.


"...heran, sebenarnya apa yang terjadi?"gumam Aileen


__ADS_2