Terikat Dengan Takdir

Terikat Dengan Takdir
Chapter 35


__ADS_3

"hiks...mamah...hiks... bertengkar dengan nenek...hiks..hiks..."Tangis Gina.


"Bun...aku sebelah dulu!"Ucap Lucas bergegas pergi.


"Ap--Lucas!! setidaknya minum obatmu dulu!!!"Teriak Liana.


Zafira menatap tajam Alyssa. "kita masih belum membayar kesalahan anakku! kesalahan pertamanya menikah denganmu! yang kedua adalah mengadopsi anak itu!"


"dan dia juga melakukan kesalahan yang ketiga."sahut Lucas yang baru saja tiba.


Alyssa, Zafira dan Aileen menatap Lucas yang bersandar disamping pintu. "kau?! Siapa kau yang ikut campur dengan urusan keluarga kami?!"Bentak Zafira.


"Bukan siapa-siapa...hanya saja penjelasan yang harus kau dengar sejak dulu... kenyataan yang harus kau dengar sejak dulu."Ucap Lucas.


Alyssa menggeleng pelan kepada Lucas mengisyaratkan agar tidak memberitahukan. "aku mohon Tante."Ucap Lucas mengusap pipi Alyssa.


Lelaki itu menatap Zafira. "karena kau bicara tentang kebenaran maka aku akan mengatakan yang kebenarannya, tentang hubungan gelap anakmu."


Zafira membelalakkan matanya. "yang ia sembunyikan padamu namun tidak bisa menyembunyikan hasilnya, apa kau tahu nama hasil hubungannya?"Lanjut Lucas.


Alyssa memegang pundak Lucas dengan air mata yang mengalir. "tidak...ku mohon Lucas..."Tangisnya.


Lucas memegang tangan Alyssa yang menyentuh pundaknya. "Tidak apa-apa Tante..."Ucapnya lembut. "hasil hubungan itu adalah Gina."lanjutnya menatap Zafira.


Zafira terdiam dengan air mata yang mengalir.


"Gina...anak yang tidak bisa diterima oleh ibunya namun diterima oleh menantumu, Alyssa. Anak yang dibawa ke rumah ini oleh menantumu, Alyssa...bisa melihat wajah wanita itu di wajah Gina juga melihat kesalahan suaminya diwajah Gina."

__ADS_1


"Tapi yang dia pilih adalah melihat mata anak kecil itu dan memilih untuk menghujaninya dengan cinta adalah menantumu, Alyssa! Anakmu mungkin mengerti dengan kesedihan dan kemarahannya tapi dia tidak mengerti akan kesabarannya."


"kekuatan Alyssa membuatnya selalu ingat dengan kelemahannya dan itu yang merenggut nyawanya bukan Alyssa."


Zafira menangis tersedu-sedu mendengarnya begitupun dengan Alyssa kecuali Aileen, gadis itu memegang kepalanya yang berdenyut.


Bruk.


Tubuhnya langsung ambruk, beruntung Lucas langsung menahannya sebelum jatuh kelantai. Lucas membawa tubuh Aileen ke dalam kamar milik gadis itu dan merebahkannya dengan pelan. "Lucas..."


Lelaki itu tersenyum menatap Alyssa. "Tenanglah tante...Aileen baik-baik saja."Ucapnya.


"Darimana kau mengetahuinya?"Tanya Zafira khawatir.


"begini-begini aku pernah belajar ilmu medis." Ucapnya. "Ngomong-ngomong...dimana Luke?"Tanya Lucas kepada Gina yang berada disampingnya.


Lucas mengangguk.


...----------------...


Aileen membuka matanya."...Lucas?"


"hm? Apa kau perlu sesuatu?"Tanya Lucas.


Aileen mencoba mendudukkan tubuhnya dengan sigap Lucas membantunya. "kenapa...kau disini?"Tanyanya.


"kau pingsan."

__ADS_1


"Dimana....nenek dan mamah?"Tanyanya lagi.


"mareka sedang istirahat..."


Aileen menundukkan pandangannya kebawah. "apa kau baik-baik saja?"Tanya Lucas.


"....iya...hanya saja...kepalaku sedikit sakit." Adu Aileen.


"mau aku pijatkan?"


Aileen mengangguk pelan. Lucas pun naik keatas ranjang gadis itu dan memijat kepala gadis itu pelan.


"...Apa...Pertunangan kita masih berlaku?"


Lucas terdiam sejenak. "...pertunangan apa?"Tanyanya balik.


"kita tidak bertunangan Aileen...bukan hanya itu, bukankah kau sudah akan segera bertunangan dengan Elvin?"


Aileen menatap Lucas. "Tapi...aku hanya mencintaimu Lucas."


"kau hilang ingatan bukan? Berperilakulah seperti orang hilang ingatan."Ucap Lucas.


"aku sudah ingat semuanya, Lucas. Jadi, ayo kembali bertu--"


"kau tidak bisa mengembalikan waktu."


"Apa?"Heran Aileen.

__ADS_1


"kau tidak bisa mengembalikan waktu, Aileen... begitupun dengan hubungan kita..."Ucap Lucas.


__ADS_2