
"Aileen, sudah waktunya masuk."ajak Naura.
"iya...."Aileen menatap Lucas."Lucas,kau pulang lah, terimakasih sudah mengantarkan Bukuku."lanjut Aileen.
Naura menahan tangan Aileen yang hendak pergi."Hei....Ajak saja Lucas untuk berkeliling Kampus kita."usul Naura.
"apa?!"Kaget Aileen.
Gadis itu beralih menatap Lucas."yah...bagaimana lagi...aku tidak bisa menolaknya."ucap Lucas.
"kau serius?"bisik Aileen kepada Naura.
"Tentu saja, ini akan menjadi menyenangkan."Jawab Naura.
"Tapi--"
"kau tidak keberatan kan, Lucas?"Tanya Naura.
Lelaki itu tersenyum tipis menatap Aileen."Tentu saja."jawabnya.
Mareka berempat pun pergi Menuju Ruangan."Ngomong-ngomong Lucas, apa kau sudah selesai study mu?"Tanya Elvin.
"Hm?iya...aku sudah menyelesaikannya... Secara aku ini anak yang jenius hanya sebentar bagiku untuk menyelesaikannya."jawab Lucas menyombongkan dirinya.
"Kenapa kau pergi keluar negeri untuk belajar?"Tanya Naura membuat Lucas terdiam.
"Lucas?"Tanya Aileen khawatir.
".... tidak ada alasan khusus."jawabnya pelan.
Aileen terdiam melihat Wajah Lucas yang terlihat Kesal.
"Kenapa Dia terlihat kesal?.... oh iya...Lucas tidak pernah mengatakan Kenapa dia tiba-tiba pergi keluar Negeri untuk belajar... Sudahlah, Nanti aku akan bertanya tentang ini padanya nanti."batin Aileen.
"Aileen, Apa yang kau pikirkan?"Tanya Naura.
"Ah... tidak apa-apa."jawab Aileen tersenyum.
"Lucas-"
"Kalian pasti Sudah telat masuk kelas...Aku harus pergi Ke Toko milik Ibuku disekitar sini."ucap Lucas berbalik.
"Ah,iya... Aileen...Aku akan menjemputmu nanti."Ucap Lucas menoleh menatap Aileen sambil mengedipkan sebelah matanya.
Wajah Aileen merona karenanya."Iya..."Jawab Aileen.
__ADS_1
Setelah jauh dari Aileen dan kawan-kawannya, Lucas Menyugar Rambutnya kebelakang sambil menghela nafasnya."benar-benar merepotkan."Gumamnya.
"Eh?Lucas?"Kaget Seseorang.
...****************...
"ayolah Luke, Bunda lupa kalo hari ini kau libur."Ucap Liana kepada putra keduanya.
"Hmph! kenapa Bunda bisa sangat teledor?"kesal Luke."Apa Bunda tidak tahu berapa lama aku berada disana sendirian? Rasanya seperti Orang Bodoh saja!"Lanjutnya.
"L-Luke... bisakah --"
"...Bagaimana bisa aku memiliki Bunda seperti ini?"Tanya Luke.
"Luke Bryan Kenzie..."Geram Liana.
Sreet.
"A-Akh!!!!B-Bunda, s-sakit!!! lepaskan telingaku!!!"Teriak Luke.
Liana tidak memperdulikan Teriakan Luke bahkan menyeret Anak kecil itu untuk masuk kedalam Rumah.
"Bunda... a-aku tahu aku salah! J-jadi maafkan aku dan lepaskan telingaku."pinta Luke.
Liana melepaskan Tangannya dari telinga Anak kecil itu beralih menatapnya sambil berkacak pinggang."kau ini benar-benar tidak bisa menghormati orang tua! Apa kau tidak pernah aku ajarkan Sopan santun?! Kenapa kau itu sangat berbeda dengan Abangmu?!"Omel Liana.
"Jangan menyela pembicaraan Bunda!!"bentak Liana."Bunda tidak mau tahu! Jika kau tidak memperbaiki kelakuanmu itu...Bunda tidak akan memberikanmu Uang jajan selama 1 tahun! Kau ini masih kecil tapi Sikapmu itu seperti Preman saja! Mau jadi apa kau?!"
Luke diam sambil memainkan Jemarinya mendengar omelan dari Bundanya itu."jawab!! Mau jadi apa?!"omel Liana.
"Bu-bunda... bukankah kau bilang jangan menyela? makanya aku hanya diam."jawab Luke.
"Lihat! Kau bahkan berani menjawabku!"Kesal Liana.
Luke menghela nafasnya pasrah diceramahi oleh bundanya Panjang lebar itu.
Tok
Tok
Tok
"Tante Lia..."
Suara Gadis kecil terdengar didepan Pintu Rumah Liana membuat Wanita itu menghela nafasnya."Pintunya tidak dikunci."Teriak Liana dari dalam.
__ADS_1
Gadis itu membuka pintu."M-Maaf mengganggu."ucapnya.
"lho, Gina... ada-apa?"Tanya Liana ramah.
"Sikap bunda langsung berbeda...siapa gadis itu sebenarnya?"batin Luke.
Luke mengintip dari Balik Bundanya melihat seorang gadis yang umurnya kurang lebih dengannya."Mama... menyuruhku untuk mengantarkan Paket. Sepertinya salah alamat."Ucap Gina.
Liana menghampiri Gina dan mengambil paket itu."h-hahaha... maaf Merepotkan."ucap Liana.
"Tidak, Tante."ucap Gina tersenyum manis.
Luke terdiam melihat senyuman Manis Gina."Siapa Gadis ini?"batinnya tercengang.
Liana menatap Anaknya yang terpesona dengan Gina langsung menutup Mata Luke menggunakan tangannya."B-Bunda!"kesal Luke.
"Kau masih kecil, belajar yang benar! jangan mikir masalah cinta-cintaan."Tegur Liana.
Luke memutar bola matanya."Hei! Kau!"Panggil Luke kepada Gina.
"Aku?"Tanya Gina.
"Memangnya selain kau siapa lagi?!"kesal Luke.
"Ada apa?"Tanya Gina.
"Aku pasti akan membuatmu menjadi istriku!"Ucap Luke membuat Liana menepuk Kepalanya.
"Dasar! Ada apa dengan putra-putraku? Kenapa keduanya malah tertarik dengan Anak Alyssa?!"batin Liana.
"hah? Jadi istrimu?"tanya Gina memiringkan Kepalanya."Maaf...tadi aku lebih menyukai Kak Lucas daripada kamu. Lagipula kita masih kecil."lanjut Gina membuat Luke gemetaran menahan Amarahnya.
"Syukurlah.... terimakasih, Gina. Kau membuat putraku ini Sadar."batin Liana.
"K-Kau sudah gila?! Abangku tidak akan menikahimu!dia lebih menyukai Kak Aileen! Lebih baik kau denganku!"Bentak Luke.
Tubuh Gina gemetaran, Air mata mengalir di pipinya membentuk sebuah Anak sungai."H-hiks! Huwa!!!!!"Tangis Gina pecah membuat Liana dan Luke gelagapan seketika.
"G-Gina....J-Jangan nangis ya? Luke memang begitu, jadi abaikan saja."ucap Liana menenangkan."Ayo Luke! Kau minta maaf!"Ucap Liana pada Putranya.
Luke memalingkan wajahnya. "Hiks...hiks...Aku membencimu!"ucap Gina lalu berlari Pulang kerumahnya.
Visual Gina dan Luke
__ADS_1