
"Aku... ingat semuanya Lucas...semua yang terjadi --"
Aileen menatap Lucas yang meletakan jari telunjuknya dibibir gadis itu. "kau tidak mengingatnya, Aileen."
"Lagian...kau sudah setuju untuk menikah dengan Elvin bukan?"Lanjut Lucas.
Aileen mengangguk pelan. "kau sudah menjadi miliknya bukan milikku lagi."Ucap Lucas mengusap pipi Aileen lembut.
"....Apakah kau ada penyesalan sudah bertunangan denganku sampai kau memutuskan untuk menyudahinya?"
Lucas tersenyum paksa. "iya."
Butiran-butiran bening mengalir dari kedua mata mareka berdua. "Apa kau benar-benar tidak ingin kita menikah?"Tanya Aileen memastikan.
"jangan tanya apa yang aku inginkan! Kumohon...jangan tanya apa yang aku inginkan Aileen. Menurutku akan lebih baik jika...."
Lucas menggantungkan perkataannya sejenak sebelum mengatakannya. "....kita tidak menikah."Lanjutnya.
Aileen langsung menghamburkan dirinya kedalam pelukannya lelaki itu menangis disana. "...Jadi, apa kau siap untuk... menikah dengan orang lain selain aku?"Tanya Lucas sambil melepaskan pelukan gadis itu dan menghapus air matanya.
"...iya... sesulit apapun ini, aku akan tetap menjalaninya, demi Lucas ku dan juga keluargaku."
"...Karena cintaku, Lucas ku terluka, maka mulai hari ini aku tidak akan bisa tersenyum lagi."Lanjutnya.
Lucas terdiam dan memegang pipi gadis itu lembut. "Berjanjilah padaku, ada dan tiadanya aku senyuman Aileenku tidak akan pernah luntur, ya?"
Lucas menjauhkan tangannya untuk menghapus air matanya yang mengalir lalu tersenyum paksa menatap Aileen. "Ini larut malam, aku akan pulang ke rumah, kau istirahat lah."Ucap Lucas.
__ADS_1
Aileen mengangguk pelan.
1 Minggu kemudian.
Hari ini adalah hari pertunangan Aileen dan Elvin. Acara itu berlangsung dengan sangat meriah walaupun tidak semeriah pertunangan Aileen dengan Lucas dulu.
Aileen duduk di sofa samping Elvin, gadis itu menatap Elvin yang sedari tadi menatapnya.
Aileen memalingkan wajahnya menatap kearah Lucas yang tidak jauh darinya. Lucas sadar Aileen menatapnya pun menggeleng-gelengkan kepalanya pelan ketika melihat wajah Aileen yang memelas untuk membiarkannya pergi.
Alhasil Aileen menundukkan kepalanya cemberut membuat Lucas hanya geleng-geleng kepala melihatnya. "Apa yang terjadi?"Tanya Januartha.
"... tidak apa-apa."Jawab Lucas tersenyum tipis sambil menatap Aileen.
Januartha melirik kearah tatapan Lucas lalu menghela nafas. "aku heran, kau sangat mencintainya lalu kenapa kau membiarkannya... bertunangan dengan orang lain?"
"benarkah?"Tanya Januartha yang dijawab anggukan oleh Lucas. "tapi...yang ku lihat kau malah membuat penderita bagi Aileen."Lanjutnya.
Lucas menatap Januartha heran. Dirinya sudah lama memikirkan masalah ini sedangkan lelaki itu mengatakannya dengan mudah tanpa tahu apa permasalahannya.
"kenapa kau mengatakan hal yang seperti itu?"Tanya Lucas penasaran.
"Wanita yang paling menderita adalah dia yang memiliki dua pria dalam hidupnya, raganya milik suaminya dan hatinya milik kekasihnya. Dia tidak bahagia dalam dekapan suaminya. Namun, dia juga tidak mungkin berada dalam dekapan kekasihnya."
"apa kau tidak mengerti?"Tanya Januartha.
"Kau terlalu berlebihan, Januari. Gadisku itu bukanlah gadis yang lemah seperti itu."Jawab Lucas menatap Aileen yang sibuk berbincang dengan para tamunya.
__ADS_1
Januartha ikut menatap kearah Aileen. "kau benar...aku harap juga begitu."gumamnya.
"ngomong-ngomong... Aileen cantik juga ya.."Lanjutnya sambil tersenyum.
Lucas menatap Januartha datar. "apa kau ingin mati, hah?!"
"aku hanya bercanda."Ucap Januartha cengengesan membuat Lucas tertawa.
Lucas terdiam melihat Aileen yang berjalan menuju mareka berdua. Lucas langsung memalingkan tubuhnya saat Aileen hampir dekat. "Lucas?"heran Januartha.
Lelaki itu mengabaikan panggilan Januartha dan pergi meninggalkannya sendirian membuat Aileen tersenyum sendu melihatnya.
"loh?! Aileen? Kapan kau disini?"tanya Januartha kaget.
"Baru saja... Terimakasih sudah mau datang ke pesta pertunanganku."Ucap Aileen tersenyum manis.
"H-Hahaha... sama-sama."jawab Januartha.
"dimana Lucas? Setahuku kau adalah temannya yang paling akrab dengannya."Tanya Aileen.
"Lucas? D-dia...pergi keluar."jawab Januartha.
"keluar? baiklah... Terimakasih."Ucap Aileen.
Aileen langsung pergi keluar Aula, matanya terus mencari sosok yang ia cintai itu disana.
__ADS_1