
Mareka semua terdiam mendengarnya."Alyssa, kami pulang dulu."Pamit Liana menepuk pundak Wanita itu untuk menguatkan.
"iya! Kalian pergilah! Orang luar tidak perlu ikut urusan kami!"
Luis menatap kearah putranya mengisyaratkan agar pergi bersama. Saat Lucas melangkah kakinya Aileen langsung memegang tangan Lucas menggeleng pelan."Ayah....duluan."ucap Lucas yang dianggukki oleh Luis.
Aileen Menggendong Tubuh Gina dan membawa Kekamarnya."Aileen!! turunkan dia! Aileen! Dasar gadis Bodoh!!"Maki Zafira.
Aileen memejamkan matanya menahan Air mata yang hampir keluar. Gadis itu menatap Lucas yang merangkulnya."Hiraukan."
Kamar Aileen.
Gadis itu menangis tersedu-sedu didalam Membuat Lucas menatapnya merasa ikut sedih melihat Sahabatnya itu.
Lelaki itu menangkup Kedua Pipi Aileen."hey...hey.. Aileen...kenapa kau menangis lagi? sudah cukup oke?"ucap Lucas menghapus Air mata Gadis itu.
"Aku harus apa Lucas?hiks...hiks...papa meninggal, Nenek dan Mamahku bertengkar dibawah...hiks...dan.. hiks... hiks...Anak kecil ini--"
"Shht.....Sudah jangan menangis oke?"ucap Lucas.
"kakak, Kenapa kakak menangis?"Tanya Gina.
Aileen menghapus air matanya dan mengangkat Gina untuk duduk dipangkuannya."Siapa namamu?"tanya Aileen.
"Gina."
"Gina...nama yang bagus."gumam gadis itu sambil membawa Gina kedalam pelukannya dan memejamkan matanya.
Aileen membuka matanya saat merasakan seseorang memeluknya dari belakang. Siapa lagi kalau bukan Lucas.Mareka bertiga berpelukan layaknya sebuah keluarga.
beberapa hari kemudian.
Aileen turun ke lantai bawah."Morning, mamah."sapa Aileen mencium Pipi Alyssa.
Gadis itu terdiam merasa lengket di pipi Mamanya itu."mamah?kau menangis?"tanya Aileen.
"Tidak...kau lah yang menangis."jawab Alyssa.
__ADS_1
"tidak! Aku tidak menangis."jawab Aileen.
Kini, Aileen, Zafira, Alyssa dan Gina duduk dimeja makan."Dingin sekali, apakah kau tidak menyalakan pemanasnya?"Tanya Zafira.
"Bukankah kau selalu panas?"sindir Alyssa.
"apa kau bilang?!"
"tidak ada!"
"Apa sarapan nya?"tanya Zafira.
"Sereal dan Buah."jawab Alyssa.
"Kita selalu makan itu setiap hari! Kasian sekali menantuku itu! dia tidak bisa memasak masakan Rumahan!"
"Kau tahu, Aileen? Sejak kecil Aku selalu belajar memasak Makanan Rumahan."lanjut Zafira berbicara kepada Aileen.
"jika kau sangat ingin makan makanan rumahan, kenapa tidak kau saja yang memasak?!"kesal Alyssa."Bagaimana Menurutmu, Aileen?"Tanyanya kepada Putrinya.
"Jika dia masih hidup?"sela Alyssa.
"Cukup! Hentikan!!"Teriak Aileen. Gadis itu bangkit dengan nafas memburu."Kalian berdua -- Argh!! Lupakan!"ucapnya lalu langsung pergi keluar Rumah.
Aileen berjalan dengan Amarah yang meluap-luap."Hay, Jelek!"Sapa Lucas.
Aileen langsung menghela nafasnya mendengar Suara tetangganya sekaligus Sahabatnya itu."Bisa kau tidak memanggilku begitu?"kesal Aileen.
"Sorry, jelek. itu nama panggilan sayangku untukmu."jawab Lucas sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Denger Lucas! Aku tidak --"
"Apa mertuaku dan Nenekmu bertengkar lagi?"Sela Lucas.
"Bisakah kau tidak memanggil ibuku dengan sebutan Mertua? Kau tidak ada hubungan apapun dengan keluarga kami!"kesal Aileen.
"Ayolah Aileen... jodoh tidak ada yang tahu... bisa saja aku berjodoh dengan --"
__ADS_1
"Aku tidak sudi menikah denganmu!"Sela Aileen.
"kenapa kau PD sekali? Aku juga tidak mau menikah denganmu!"Sahut Lucas."siapa tahu aku akan menikah dengan Gina."lanjutnya.
"Dasar Bodoh! pedofil!"Maki Aileen.
"ha-ha-ha...lucu sekali,Aku hanya bercanda. Ayo masuk ke rumahku."ajak Lucas.
"aku? tidak aku sibuk hari ini. Kekampus dan mengurus Perusahaan."Tolak Aileen mentah-mentah.
"Diam kau! Kau bilang kau tidak sekolah!"kesal Lucas."Ayo masuk, bunda sudah menyiapkan sarapan."lanjut Lucas.
"Aku bilang aku ti--"
"Aku tidak terima penolakan! Pagi ini kau pasti belum sarapan karena keadaan Keluargamu."ucap Lucas sambil menarik tangan Aileen memasuki rumahnya yang berada tepat disamping Rumah Aileen.
"Bunda....Aku pulang dengan Menantu mu!"ucap Lucas.
"Lucas!"tegur Aileen melotot.
"Hanya bercanda! kenapa kau serius sekali?"ucap Lucas.
Liana menghampiri mereka berdua."Aileen... Ayo sayang, Masuk."ajak Liana kepada Aileen yang tersenyum padanya.
Liana menarik Tangan gadis itu memasuki Rumahnya meninggalkan Lucas yang terdiam."sebenarnya siapa anak Bunda? Aku atau Aileen?"tanya Lucas sambil mengiringi langkah kedua Wanita itu dari belakang.
"kau hanya Anak pungut disini."ucap Luis yang sudah duduk dimeja makan.
"heh!Diam kau! Bunda ku tidak memiliki suami sepertimu! Dia menyukai pria seperti Jungkok BTS dan Agus marry me!"Balas Lucas hingga mendapatkan pukulan dari bundanya itu.
"Lucas!"Tegur Liana.
Aileen tertawa melihat tingkah keluarga dari sahabatnya itu. Aileen duduk di meja makan bersama dengan keluarga mareka."oh ya, Tante Lia, dimana Adik Lucas?"Tanya Aileen.
Bruuuuh
Lucas yang duduk disamping Gadis itu langsung menyemburkan Minumannya.
__ADS_1