Terikat Dengan Takdir

Terikat Dengan Takdir
Chapter 40


__ADS_3

Lucas membuka matanya terlihat keluarganya yang menatapnya khawatir begitupun dengan keluarga Aileen, yang berbeda hanyalah Aileen, gadis itu tidak ada disana.


Lucas melirik mareka satu per satu. "Lucas, kau baik-baik saja nak?"Tanya Alyssa mendekati Lucas.


Lucas mengangguk pelan. "kami khawatir denganmu karena kau tiba-tiba pingsan."Ucap Zafira.


"aku baik-baik saja, nenek."Ucap Lucas.


Gina mendekati Lucas dan memberikan bunda mawar pada lelaki itu. Lucas tersenyum menerimanya. "Gina... maukah kau menikah denganku?"


Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya pelan. "Mau ya?"Pinta Lucas memelas.


Akhirnya Gina pun mengangguk kepalanya setuju. "Abang! Gina adalah calon istriku!" kesal Luke.


semua orang disana tertawa kecil lalu kembali menatap Lucas sedih.


Setelah 2 hari pernikahan Aileen, penyakit Lucas kambuh hingga di larikan oleh keluarganya ke rumah sakit.


Setelah seminggu lelaki itu tidak sadarkan akhirnya matanya terbuka dengan wajah yang begitu pucat. "kenapa kalian menatapku dengan tatapan sedih?"Tanya Lucas.


Liana duduk di samping ranjang lelaki itu. Air matanya langsung Mengalir melihat putra sulungnya itu. "Bunda...jangan menangis oke? I'm fine, setelah ini ...."


"Lucas gak akan nyusahin bunda lagi, bahkan Lucas gak akan ngerasain sakit lagi."Ujarnya menghapus air mata bundanya itu.


Alyssa mengusap pipi Lucas sayang. "kau orang yang baik Lucas, kau begitu baik sehingga ingin memberikan Aileen cinta walaupun kau tidak ada."Ucapnya.


"mertuaku...aku tidak mencintainya, siapa yang mencintai perempuan galak sepertinya?"

__ADS_1


Air mata Alyssa langsung turun membasahi pipinya, dengan tangan yang gemetaran Lucas menghapus air mata itu. "Ngomong-ngomong, dimana perempuan galak itu? apa dia tidak ingin menemui sahabatnya ini?"


pertanyaan Lucas membuat semuanya membisu. "k-kalian tidak menjawabnya?"


Luke menghampiri kakaknya itu dan memutar Pesan suara dari ponselnya.


Hai bodoh!


Kau...hiks...begitu bodoh!


kenapa kau tidak mengatakan kebenarannya padaku.


hiks...hiks...kau..hiks...kau memiliki penyakit bawaan dan kau tidak memberitahuku?


kau tahu Lucas? Hiks ...aku mencintaimu bodoh!


Aku ingin menjaga mu merawatmu hiks...tapi kenapa kau tidak terbuka padaku!


Sebagai kekasihmu.


Jika aku tidak hadir di sisimu ketika kau sakit


aku mohon maafkan aku.


I'm sorry Lucas and I so love you so much.


Lucas tersenyum manis mendengar suara pujaan hatinya itu. "i love you to."

__ADS_1


Lucas menghela nafasnya dengan matanya yang terpejam.


Disisi lain, Aileen menatap Elvin dengan air mata yang mengalir. "Aku mohon, Elvin. Biarkan aku menemui Lucas terakhir kali."Pintanya.


"Kau adalah istriku! kau harus mematuhiku Aileen!!"


Ponsel Aileen berbunyi terdengar suara Luke yang menangis dari ponselnya.


"kak..hiks...hiks...Aileen ... Abang Lucas ...sudah tiada."


Aileen menutup mulutnya syok, air matanya kini berlinang membasahi pipinya. "Lucas!!!!!"


Aileen langsung berlari keluar dari ruangan itu membuat Elvin terdiam. "Aileen!!!"


Elvin mengejar Aileen yang berlari di rumahnya bak orang kesurupan sambil memanggil nama Lucas. "Aileen, berhenti sekarang!"Perintahnya.


Aileen terdiam tidak mematuhi perintah Elvin dan terus berlari dengan air mata yang mengalir. "Lucas!!!"


"Sial, pelayan, cepat kejar Aileen!"


Seluruh rumah menjadi heboh hanya karena mengejar Aileen, nona muda di rumah Maxime.


Elvin yang melihat para pelayan yang tidak bisa menangkap Aileen berdecak sebal. "Suruh satpam untuk menutup gerbang!!"Perintah Elvin ketika melihat Aileen yang sudah sampai di halaman rumah.


Aileen terus memanggil nama kekasihnya hingga ia berada tak jauh dari gerbang...


Bam

__ADS_1


gerbang kediaman Maxime tertutup kencang dengan Aileen yang terbentur gerbang itu hingga terduduk lemas tidak berdaya.


Aileen menangis sejadi-jadinya disana.


__ADS_2