
Lucas masuk kedalam ruangan inap sepupunya."Lucas...darimana saja kau?"tanya Aileen.
"heum? tadi ada urusan bentar."jawab Lucas."bunda sama ayah mana?"tanya Lucas.
"Mareka pulang duluan, katanya sih ada pekerjaan mendadak."jawab Aileen yang dianggukki oleh Lucas.
Lucas menatap kearah istri dari sepupunya itu terlihat wanita itu sedang tidur di ranjang."kenapa?"tanya Aileen heran melihat Lucas.
Lelaki itu tersenyum dan memeluk tubuh Aileen dari belakang membuat gadis yang sedang menggendong bayi itu tertegun."Lucas! Bagaimana jika ada yang datang?"tegur Aileen.
Lucas meletakan dagunya ke leher Aileen."memangnya kenapa?"tanyanya.
"Apa kau tidak malu?!"
"kenapa harus malu?"tanya Lucas."...kita terlihat seperti keluarga yang bahagia bukan?"tanyanya lagi.
Aileen mengernyitkan keningnya heran."aku tidak mengerti."ucap Aileen.
"sudahlah....sini...aku juga ingin menggendongnya."ucap Lucas membalik tubuh Aileen untuk berhadapan dengannya.
Aileen langsung memberikan bayi itu kepada Lucas yang duduk disofa.
__ADS_1
"gemes loh Ai."ucap Lucas menatap Aileen.
Lelaki itu langsung bermain dengan bayi yang ada digendongnya itu. Aileen tersenyum melihat Lucas."jika aku sudah memiliki anak nanti...apa dia akan seperti ini? Menjaganya dan menidurkan anaknya lalu aku...."
"aku akan menyiapkan tempat tidur anak kami, bukankah itu masa depan yang indah?"batin Aileen.
Lucas terdiam melihat bayi yang ada digendongnya itu."bayi ini imut sekali... matanya, hidungnya bahkan wajahnya mirip dengan ibunya. Saat aku memiliki anak nanti, apa dia akan mirip dengan Aileen, ibunya? Tidak... tidak... aku ingin dia mirip sepertiku!"
Mata Lucas tertuju pada bibir bayi itu."tapi ...aku rasa... bibirnya...lebih baik mirip dengan ibunya. Lalu sifatnya? dia juga harus mirip seperti Aileen tapi...kalo dia mewariskan temperamen Aileen...aku rasa itu tidak baik."batin Lucas tersenyum menatap bayi itu.
Sreet.
Seorang lelaki masuk kedalam ruangan itu membuat Aileen dan Lucas menoleh."loh? Lucas....kapan kau datang?"tanya Lelaki.
"Steve... Baru saja... selamat karena sudah melahirkan lagi."ucap Lucas tersenyum.
"hahahaha.... makasih, kau sendiri kapan? Aku sudah memiliki 2 anak, sedangkan kau? Menikah saja belum."ucapnya.
"kau sudah tua, aku ini masih muda."sahut Lucas.
__ADS_1
Steve langsung merebut anaknya di gendongan Lucas."aku dengar dari tante Lia, sebentar lagi kau akan bertunangan, siapa gadis itu?"tanya Steve.
Lucas tersenyum manis dan melirik kearah Aileen membuat gadis itu mengalihkan pandangannya ke lain."oh....jadi gadis ini...."goda Steve.
"A-aduh.... bisakah kak Steve tidak menggodaku? Aku merasa malu sekarang!"ucap Aileen membuat Lucas menatapnya tajam.
"apa?! Kakak Steve?!"ucap Lucas berdiri. Lelaki itu memegang kedua pundak Aileen."Ai.... tidak tidak cocok dipanggil kakak! Kau lihat? Dia...dia sudah memiliki 2 anak!"ucap Lucas.
"menurutku tidak masih belum tua."jawab Aileen.
Lucas berdecak kesal."sudahlah aku kita pergi!"ajak Lucas.
"T-tapi...kau baru saja tiba Lucas...."ucap Aileen.
"aku baik-baik saja."ajak Lucas menarik tangan Aileen pergi.
Steve langsung gelang-gelang kepala melihat Lucas yang pergi tanpa pamit itu."lelaki itu dari dulu sampai sekarang belum berubah."ucapnya.
"aku penasaran, apakah Lucas memberitahu pada gadis itu tentang masalah kesehatannya?"gumamnya penasaran.
"ya ampun, kenapa aku harus peduli padanya? dia akan memiliki tunangan, biarkan tunangannya yang mengkhawatirkannya jangan aku!"lanjut Steve.
__ADS_1