
"Cas..."
Lelaki itu diam dengan wajah cemberut membuat Aileen gemas dan menyentuh pipinya.
"Gemes banget sih...jodoh orang."ucapnya membuat Lucas mendelik tajam padanya.
"jodoh kamu di bilang jodoh orang."sewot Lucas.
"apa? Jodohnya siapa?"tanya Aileen.
"jodohnya Aileen Odelia Yovanka."ucap Lucas.
"masa sih?"tanya Aileen."bukannya kamu bilang gak cocok sama aku?"lanjutnya.
Lucas memanyunkan bibirnya."aaah.... Aileen kok gitu... Lucas kan cuma bercanda."jawabnya dengan suara yang imut seperti anak kecil.
Aileen tertawa mendengarnya."apaan sih? Geli tau."ucapnya.
"lagian... Aileen sih."ucapnya.
"Oke-oke...sudah cukup."ucap Aileen menghela nafasnya."jadi, kita lanjutkan mencari hadiah?"tanya Aileen yang dijawab gelengan kepala oleh Lucas.
"kenapa?"tanya Aileen.
"Aku capek, mau pulang...dan masalah hadiah, aku sudah menemukannya."ucap Lucas yang dianggukki oleh Aileen.
Mareka berdua pun keluar dari mall dan menuju rumah menggunakan mobil Lucas. Sepanjang perjalanan Lucas terus-menerus melirik Aileen seolah-olah ada yang hendak ia bicarakan."ada-apa?"tanya Aileen.
__ADS_1
Wajah Lucas terlihat kebingungan hendak memulainya dari mana membuat Aileen menatapnya heran."iya... sebenarnya ada..."jawab Lucas ragu.
"katakan saja."ucap Aileen.
Lucas menghentikan mobilnya dipinggir jalan dan menatap Aileen lamat."apa... kau tidak akan menyesal mengetahuinya?"tanya Lucas.
"menyesal?kenapa aku harus menyesal?"tanya Aileen.
"aku...ingin kita membatalkan pertunangan kita."ucap Lucas.
Aileen terdiam tak lama kemudian ia tertawa."ya ampun Lucas! Itu tidak lucu!"ucap Aileen disela-sela tawanya.
"tidak...aku serius."ucap Lucas membuat Aileen terdiam menatap nya.
Lucas memegang tangan Aileen."aku... serius Aileen...ini untuk kita juga."lanjutnya.
"apa maksudmu Lucas? Aku tidak mengerti!"tanya Aileen."untuk kita? Kenapa? apa alasannya?"tanya Aileen bertubi-tubi.
"kau marah terhadap dirimu sendiri, kenapa malah membatalkan pertunangan kita?"tanya Aileen.
terlihat mata gadis itu sudah berlinang air matanya membuat Lucas menghela nafas menguatkan dirinya sendiri untuk mengatakannya."aku...orang tuaku diancam katanya jika aku menikah denganmu maka mareka ... Mareka berdua akan di tahan bahkan ....dibunuh."bohong Lucas.
Lucas melirik kearah Aileen yang terdiam."jadi... putuskan hubungan kita, aku tidak ingin bahagia dan mareka sengsara."lanjut Lucas.
Aileen diam melihat Lucas yang memegang tangannya."aku mohon Aileen..."pinta Lucas.
Aileen menatap Lucas lamat dan mengangguk pelan."B-Baiklah."ucapnya.
Lucas mengangkat tangannya dan menghapus air mata gadis itu."terimakasih hone- Aileen."ucap Lucas tersenyum.
__ADS_1
Aileen menatap Lucas sedih."nanti aku akan membahas rencana pembatalan pertunangan kita."ucap Lucas yang lagi-lagi dianggukki oleh Aileen.
Sesuai dengan perkataan Lucas, lelaki itu mendatangi rumah Aileen saat tepat pada saat tengah malam.
Lucas menatap wajah Aileen yang tertidur dan mengusapnya penuh kasih sayang."i'm sorry darling."gumam Lucas.
Aileen yang terganggu pun membuka matanya terlihat Lucas yang tersenyum padanya."L-Lucas?!"kaget Aileen dan langsung mendudukkan dirinya.
"Santai saja...aku tidak berniat melakukan sesuatu padamu."ucapnya.
Aileen langsung menutupi tubuhnya menggunakan selimut kala menyadari bahwa ia hanya memakai kaos."kenapa kau kesini?"tanya Aileen.
Lucas tersadar dan tersenyum pada Aileen."bukankah aku sudah mengatakannya padamu?"
Aileen mengernyitkan keningnya membuat lelaki itu menghela nafasnya."tentang pembatalan pertunangan."ucap Lucas membuat Aileen terdiam.
"Lucas... bisakah kita..."
"kau bilang sesuatu?"tanya Lucas dan langsung dijawab gelengan oleh Aileen.
"Baguslah...aku pikir kau berniat untuk melanjutkannya."ucap Lucas.
"....jadi bagaimana rencanamu?"tanya Aileen.
"rencanaku?"ucap Lucas."aku ingin saat anniversary orang tuaku kita membuat keributan disana."lanjutnya.
"bagaimana caranya membuat keributan itu?"tanya Aileen.
"Aku selingkuh darimu."
__ADS_1
Deg
Satu kata yang dikatakan oleh Lucas membuat Aileen tertegun."A-Apa? Se-selingkuh?"tanyanya.