
Liana memegang pundak putranya itu."dia adalah Lucas...apa kau tidak ingat?"tanyanya.
Aileen mengernyitkan keningnya lalu tersenyum manis."Lucas....?"gumamnya yang dianggukki oleh Liana."tapi... bukankah dia pergi keluar negeri?"lanjutnya membuat Liana terdiam.
"sudahlah.... Aileen, bagaimana keadaanmu nak?"tanya Zafira.
Aileen menatap neneknya."nenek? Aku baik-baik saja...tapi sebenarnya apa yang terjadi padaku? kenapa kalian berkumpul disini?"tanyanya heran.
Zafira duduk disamping Aileen dan mengusap rambutnya lembut."kau tadi kecelakaan dan kau masuk rumah sakit..."jelasnya.
"iya...aku juga khawatir padamu."ucap Naura.
"Naura? Kau juga ada disini?"ucap Aileen yang dianggukki oleh gadis itu.
"aku mendengar kabar ini pada Elvin...jadi...aku langsung menuju kesini."ucapnya.
"Elvin?siapa?"tanya Aileen.
Seorang lelaki muncul dari samping Naura."Hai, Aileen...apa kau tidak ingat padaku?"tanya Elvin.
Pandangan Aileen menatap wajah Elvin fokus tanpa ada niat untuk mengalihkan pandangannya membuat Lucas menatap mareka berdua tidak senang."Aileen...aku...--"
"Aileen...aku harap kedatanganku kesini tidak mengganggumu."ucap Elvin yang di jawab gelengan kepala oleh Aileen.
__ADS_1
"tentu saja tidak."jawabnya."aku memang tidak mengingat kamu tapi aku yakin kau orang yang baik."lanjutnya.
Lucas langsung berpaling keluar dari ruangan itu membuat Alyssa yang menatapnya heran.
Lucas menendang botol yang ada di jalanan dengan perasaan kesal di hatinya."sialan!! dasar Elvin Bangs**!!"geramnya.
"Lucas, are you oke?"
Lucas berbalik terlihat melihat Alyssa lalu menghela nafasnya."fine."
Alyssa tersenyum mendengar jawaban Lucas dan duduk di kursi taman."apa yang terjadi? kau akan mengatakannya padaku bukan?"tanyanya.
Lucas melirik Alyssa lalu duduk disampingnya, wajahnya terlihat sendu."Katakan padaku nak...Jika kau tidak bisa menjadi menantuku maka kau bisa menjadi Anakku. aku sudah menganggapmu sebagai putraku."Alyssa mengusap pipi Lucas.
Alyssa tersenyum."tidak..."gelengnya.
Lucas memegang tangan Alyssa erat."apa mama yakin? Bunda juga mengatakan yang sama tapi bunda malah menamparku."ucap Lucas.
Alyssa terdiam, pikiran melayang-layang memikirkan apa yang terjadi sampai-sampai Liana menampar putra kesayangannya ini."kita tidak tahu, Lucas...kau saja tidak mengatakannya padaku."ucap Alyssa.
"ini juga alasan aku memutuskan pertunanganku,ma."ucap Lucas.
"apa jangan-jangan kau...."duga Alyssa kaget sambil menutup mulutnya."menghamili anak orang?!"
__ADS_1
"ap-- tidak!! tentu saja tidak."jawab Lucas cepat.
Alyssa menghela nafasnya lega. Yah... setidaknya Lucas tidak melakukan hal yang tidak senonoh itu pikirnya."jadi...apa yang terjadi?"tanyanya.
Lucas memegang dadanya yang berdenyut lemah."ini aneh ma... sepanjang hidupku aku lari dari cinta dan kini, kehidupan lari dariku aku malah jatuh cinta."ucapnya membuat Alyssa mengernyitkan keningnya heran.
"Apa maksudmu Lucas? Aku tidak mengerti."
Lucas meletakan tangan mamah Aileen ke dadanya."Ma... denyutnya sangat lemah...aku takut waktuku tidak banyak."ucap Lucas membuat Alyssa terdiam dengan air mata yang mengalir tiba-tiba.
2 Minggu berlalu, Aileen sudah keluar dari rumah sakit dan selama itu pula ia dekat dengan Elvin. Sedangkan Lucas? Lelaki itu sibuk dengan pengobatannya walaupun tidak memberikan hasil sedikitpun padanya.
Elvin menghampiri Lucas yang baru saja keluar dari rumahnya untuk pergi melakukan pemeriksaan."Lucas!"
Lucas menatap Elvin datar."apa?"tanyanya.
"aku akan menjadi bagian dari kisah cinta kalian."ucap Elvin sombong.
"Elvin...apa kau tahu? Kisah cinta dibuat dengan dua hati...aku memang akan menjadi kenangannya tapi yang aku perlukan hanyalah sedikit waktu! Sedikit saja...namun sayang, aku tidak memilikinya."
"karena itu...aku akan membiarkannya menjadi milikmu."lanjut Lucas.
Elvin menggertakkan giginya dan pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1