
Beberapa hari kemudian, Aileen duduk didalam kamarnya sambil menyisir rambutnya."beberapa hari ini Naura tidak ada kabar? apa dia baik-baik saja?"pikir Aileen.
"kau sedang memikirkan apa?"tanya Lucas yang berbaring di kasur gadis itu.
"kau tahu, sejak pertunangan kita sikap Naura menjadi aneh, aku takut terjadi sesuatu padanya."jawab Aileen menatap Lucas.
Lelaki itu bangkit dari rebahannya dan memeluk tubuh Aileen dari belakang."aku ada disini."ucap Lucas.
"hah? Apa hubungannya denganmu? Apa kau Naura?"tanya Aileen menangkup kedua pipi Lucas.
"CK! Maksudku, jangan memikirkan orang lain selain aku!"kesalnya.
"kenapa aku harus memikirkanmu?kau kan sudah dewasa."ucap Aileen.
Lucas kembali duduk ke sisi ranjang milik gadis itu."kau sudah cantik jadi jangan terus merias wajahmu, bagaimana jika ada yang menyukaimu?"
"kenapa? bukankah itu bagus?"tanya Aileen.
"bagus? Kau milikku! Aku tidak suka berbagi!"kesal Lucas.
Aileen menghela nafasnya dan menatap Lucas."Ngomong-ngomong... tinggal 2 hari lagi anniversary orang tuamu bukan?"tanya Aileen yang dianggukki oleh lelaki itu."apa sudah mendapatkan hadiah yang cocok?"tanyanya.
Lucas menatap gadis itu heran."hadiah? kenapa aku harus memberi mareka hadiah?"tanyanya.
Aileen berjalan duduk disamping lelaki itu dan meletakan kepalanya ke pundaknya."kau ini! Apa karena tinggal lama di luar negeri kau jadi seperti ini?"kesal Aileen.
__ADS_1
"aku tidak tahu... Lagian selama mareka anniversary mareka tidak mengundangku!"kesal Lucas.
"itu karena kau di luar negeri bodoh! Bisa-bisanya berada di luar negeri selama itu! Setidaknya kau harus kembali saat anniversary orang tuamu!"
"apa harus? Kau tahu, aku sibuk belajar disana."jawab Lucas.
"iya...iya...kau hanya memikirkan belajar! Kau tidak memikirkanku ataupun Keluargamu."
"baiklah, apa kau mau ikut denganku?"tanya Lucas.
"denganmu? Kemana?"
"mall... mencarikan hadiah untuk orang tuaku."
...----------------...
"heum... samakan aja."Ucapnya.
Lucas mengangguk dan memanggil salah satu pelayan restoran itu."tolong 2 bubur aja, minumnya....eum...air putih anget."
"Boba satu."timpal Aileen.
"oh...sama boba."lanjut Lucas.
"itu aja, mas?"tanya pelayan itu dianggukki oleh Lucas.
__ADS_1
Pelayan itu pergi membuatkan pesanan mareka. Sepeninggal pelayan itu Aileen menatap Lucas tajam membuat lelaki itu heran."apa?"tanya Lucas.
"kok kamu pesan bubur sih?! aku kan gak suka bubur!"kesal Aileen.
"lah? siapa suruh samain."ucap Lucas.
"tapi...kau tuh...argh! Kesel deh!"ucap Aileen memalingkan wajahnya.
Tak lama kemudian pesanan mareka pun tiba. Lucas menatap kearah Aileen yang memakan buburnya, matanya menatap kearah mangkuk milik gadis itu yang masih bagus tanpa teraduk sedikitpun."kamu gak suka diaduk buburnya?"tanya Lucas.
"hm?iya..."jawab Aileen malas.
Lucas diam menatap mangkuknya yang sudah tercampur rata."Kenapa?"tanya Aileen heran.
"keknya kita gak cocok ai."ucap Lucas.
"hah? Ngomong apaan sih?"heran Aileen.
"aku sukanya buburnya diaduk, kamu enggak!kita gak cocok!aku mau pertunangan kita batal!"pinta Lucas membuat Aileen melongo mendengarnya.
Bagaimana tidak? apa hubungannya bubur yang diaduk sama tidak dan pertunangan mareka? Itu jelas tidak ada hubungannya sedikitpun! Pikir Aileen.
"masih waras,cas?"tanya Aileen khawatir.
"aku gak mau tahu loh Ai! Aku maunya putus!"pinta Lucas.
__ADS_1
Aileen menghela nafasnya dan memukul jidatnya pelan.